Dalam ajaran Islam, masjid bukan sekadar tempat ibadah, melainkan pusat kehidupan umat. Masjid menjadi tempat bersujud kepada Allah, tempat menuntut ilmu, tempat berbagi, dan tempat menyatukan hati dalam ukhuwah Islamiyah. Namun, di tengah keberagaman masjid yang tersebar di berbagai pelosok, masih ada yang megah dan penuh fasilitas, sementara yang lain sederhana, bahkan kekurangan. *Bukankah sudah seharusnya masjid-masjid saling membantu, saling peduli, dan saling menguatkan?*
*Masjid sebagai Simbol Persatuan Umat*
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
*"Sesungguhnya orang-orang yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk."* (QS. At-Taubah: 18)
Ayat ini menegaskan bahwa *memakmurkan masjid* adalah kewajiban setiap orang yang beriman. Bukan hanya dalam bentuk ibadah, tetapi juga dalam menjaga, membangun, dan menghidupkan fungsi sosial masjid.
Namun, jika ada masjid yang berdiri kokoh dengan fasilitas lengkap sementara di tempat lain ada masjid yang dindingnya mulai rapuh, atapnya bocor, atau karpetnya sudah lusuh—bukankah ini menjadi tanda bahwa kita masih kurang dalam memakmurkan rumah Allah secara menyeluruh?
*Saling Membantu dan Mengisi Kekurangan*
Islam mengajarkan umatnya untuk *tidak hidup sendiri-sendiri, tetapi harus saling menguatkan*. Allah SWT berfirman:
*"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan."* (QS. Al-Ma'idah: 2)
Ayat ini menjadi dasar kuat bahwa kita harus bekerja sama dalam hal kebaikan, termasuk dalam hal *membangun dan memakmurkan masjid-masjid Allah*. Masjid yang memiliki kelebihan dapat membantu masjid yang masih membutuhkan, baik dalam hal pembangunan fisik, penyediaan fasilitas ibadah, maupun dalam kegiatan keagamaan dan sosial.
JANGAN RASA MEMILIKI MASJID
Misalnya:
- *Masjid besar dengan dana berlebih* bisa membantu masjid kecil dengan membangun fasilitas yang lebih layak.
- *Masjid yang memiliki banyak penghafal Al-Qur’an* bisa mengirimkan guru untuk mengajar di masjid lain yang minim pembelajaran agama.
- *Masjid yang memiliki ekonomi kuat* bisa membantu program sosial masjid-masjid yang kurang mampu, seperti menyediakan makanan berbuka bagi fakir miskin atau bantuan pendidikan bagi anak-anak yatim.
Jika setiap masjid saling melengkapi, *tidak akan ada lagi masjid yang terbengkalai, tidak akan ada lagi jamaah yang merasa terabaikan*.
*Masjid-Masjid di Zaman Rasulullah: Teladan Saling Membantu*
Di zaman Rasulullah ﷺ, masjid bukan hanya tempat shalat, tetapi juga pusat sosial dan dakwah yang saling terhubung. Masjid Nabawi di Madinah sering menjadi tempat berkumpulnya umat Islam dari berbagai daerah, dan Rasulullah selalu memastikan tidak ada masjid yang dibiarkan begitu saja tanpa perhatian.
Ketika ada masjid yang mengalami kesulitan, para sahabat *bergotong royong membangun, mengisi, dan membantu*. Inilah bentuk *ukhuwah Islamiyah* yang sejati—*bukan sekadar bersaudara dalam nama, tetapi juga dalam tindakan nyata*.
*Menghidupkan Kembali Semangat Saling Peduli*
Hari ini, kita perlu kembali menghidupkan semangat itu. Setiap masjid harus memiliki kesadaran bahwa mereka bukan berdiri sendiri, tetapi merupakan bagian dari satu bangunan besar umat Islam. Rasulullah ﷺ bersabda:
*"Perumpamaan kaum mukminin dalam sikap saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi seperti satu tubuh. Jika satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh ikut merasakan sakit dengan tidak bisa tidur dan demam."* (HR. Muslim)
Jika satu masjid kekurangan, maka masjid lain harus merasakan tanggung jawab untuk membantu. Jika ada masjid yang mengalami kendala dalam menjalankan programnya, masjid lain seharusnya menawarkan solusi.
*Aksi Nyata: Bagaimana Masjid Bisa Saling Membantu?*
Untuk mewujudkan semangat ini, ada beberapa langkah konkret yang bisa dilakukan:
1. *Membentuk Forum Komunikasi Antar Masjid* – Dengan adanya jaringan antar masjid, setiap masjid bisa saling berbagi informasi, kebutuhan, dan bantuan.
2. *Membuat Program "Masjid Bersaudara"* – Setiap masjid besar bisa mengadopsi satu atau dua masjid kecil untuk dibantu dalam pembangunan dan kegiatan keagamaannya.
3. *Menjalin Solidaritas Ekonomi* – Masjid yang memiliki dana lebih bisa membuat program khusus untuk membantu masjid lain yang membutuhkan.
4. *Berbagi Ilmu dan Dakwah* – Mengirimkan ustaz atau guru tahfiz ke masjid-masjid yang kekurangan tenaga pengajar.
5. *Membantu Program Sosial* – Jika satu masjid memiliki program berbagi sembako, bisa melibatkan masjid lain agar manfaatnya lebih luas.
DANA MASJID ITU ADALAH MILIK MASJID YANG LAIN
AGAR UMAT ISLAM BERSATU SECARA KESELURUHAN
JANGAN ADA BATAS!!
Atas satu kata ISLAM
Masjid adalah rumah Allah, dan kita sebagai umat Islam adalah para penjaganya. Tidak ada alasan untuk membiarkan satu masjid dalam keadaan berkekurangan sementara masjid lain memiliki kelimpahan. *Kita harus saling peduli, saling membantu, dan saling mengisi kekurangan*.
Mari jadikan setiap masjid bukan hanya tempat shalat, tetapi juga pusat kepedulian dan persaudaraan. Semoga dengan langkah ini, kita semua menjadi bagian dari orang-orang yang memakmurkan rumah Allah dan mendapat rahmat-Nya. *Aamiin.*
*Kesimpulan: Bersama Kita Kuat, Bersama Kita Makmur*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar