MUTIARA ILMU: Agustus 2021

Minggu, 29 Agustus 2021

Sholat subuh kawanen iku luwih apik ketimbang sholat subuh ora kawanen nanging bar subuh mapan turu

๐ŸŸข DAWUH ULAMA' NUSANTARA

"Ono ulama' sing dawuh, Sholat subuh kawanen iku luwih apik ketimbang sholat subuh ora kawanen nanging bar subuh mapan turu." (Ada sebagian Ulama' berkata, Sholat subuh kesiangan itu lebih baik daripada sholat subuh tepat waktu tapi setelah subuh tidur.)

Maksud beliau dari perkataan "Kawanen/Kesiangan" bukanlah subuh yang kelewat waktu,  akan tetapi waktu subuh dimana sudah agak terang.

Dengan dawuh ini tentunya Mbah Moen bukan berarti 'melegalkan' sholat subuh kawanen/kesiangan akan tetapi yang perlu menjadi pesan tersiratnya adalah bahwa betapa jeleknya tidur setelah subuh, selain bisa merusak kesehatan ternyata banyak juga efek negatif yang ditimbulkan dari tidur setelah subuh baik secara jasmani, rohani, maupun psikis.

Dalam kitab Tadzkiroh karya Imam Jalal As Suyuti dijelaskan bahwa: 

▪Tidur di permulaan siang (pagi hari) disebut ุนูŠู„ูˆู„ุฉ yaitu (menyebabkan) kefakiran.

▪Tidur di waktu dluha disebut ููŠู„ูˆู„ุฉ, (menyebabkan) kelemahan/lesu pada badan.

▪Tidur ketika sesaat sebelum tergelincir matahari (zawal) disebut ู‚ูŠู„ูˆู„ุฉ, dapat menambah (kecerdasan) akal.

▪Tidur setelah zawal disebut ุฎูŠู„ูˆู„ุฉ ,dapat menghalangi antara orang itu dan sholat.

▪dan tidur di akhir siang (sore hari) disebut ุบูŠู„ูˆู„ุฉ, dapat menyebabkan binasa.

Kagem Beliau LahuAlFaatihah ๐ŸŒท

ุจِุณْู…ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุงู„ุฑَّุญْู…َู†ِ ุงู„ุฑَّุญِูŠู…ِ . ุงู„ْุญَู…ْุฏُ ู„ِู„َّู‡ِ ุฑَุจِّ ุงู„ْุนَุงู„َู…ِูŠู†َ،  ุงู„ุฑَّุญْู…َู†ِ ุงู„ุฑَّุญِูŠู…ِ، ู…َุงู„ِูƒِ ูŠَูˆْู…ِ ุงู„ุฏِّูŠู†ِ، ุฅِูŠَّุงูƒَ ู†َุนْุจُุฏُ ูˆَุฅِูŠَّุงูƒَ ู†َุณْุชَุนِูŠู†ُ، ุงู‡ْุฏِู†َุง ุงู„ุตِّุฑَุงุทَ ุงู„ْู…ُุณْุชَู‚ِูŠู…َ، ุตِุฑَุงุทَ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุฃَู†ْุนَู…ْุชَ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ ุบَูŠْุฑِ ุงู„ْู…َุบْุถُูˆุจِ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ ูˆَู„َุง ุงู„ุถَّุงู„ِّูŠู†َ. ุฃู…ูŠู†

ุงَู„ู„َّู€ู€ู‡ُู…َّ ุตَู„ِّ ุนَู€ู„ู€ٰู‰ ุณَู€ูŠِّู€ุฏِู†َู€ุง ู…ُุญَู…َّุฏٍ ุนَุจْุฏِูƒَ ูˆَู†َู€ุจِู€ูŠِّูƒَ ูˆَุฑَุณُูˆْู„ِูƒَ ุงู„ู†َّุจِูŠِّ ุงู„ْุฃُู…ِّู€ูŠِّ ูˆَุนَู€ู€ู„ู€ٰู‰ ุฃَู„ِู€ู‡ِ ูˆَุตَุญْุจِู‡ِ ูˆَุจَุงุฑِูƒْ ูˆَุณَู„ِّู…ْ ุชَุณْู„ِูŠْู…ًุง ุจِู‚َุฏْุฑِ ุนَุธَู…َุฉِ ุฐَุงุชِูƒَ ูِู‰ ูƒُู„ِّ ูˆَู‚ْุชٍ ูˆَุญِูŠْู†ٍ

#ijazahkyai 
#IhdaKeilaAstaghitsaSantriNUsantara
๐ŸŒท๐Ÿ’š❤️๐Ÿ’๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Rabu, 25 Agustus 2021

SENYUM YANG MENDAPAT PAHA

ุงู„ุณَّู„ุงَู…ُ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ูˆَุฑَุญْู…َุฉُ ุงู„ู„ู‡ِ ูˆَุจَุฑَูƒَุงุชُู‡ُ 
๏บ‘ِ๏บดูۡ€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€๏ปขِ ๏ญ๏ปŸ๏ป ّٰ๏ปชِ ๏ญ๏ปŸ๏บฎَّ๏บฃูۡ€๏ปคَู€ٰ๏ปฆِ ๏ญ๏ปŸ๏บฎَّ๏บฃِู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€๏ปดْ๏ปข

๐Ÿƒ ` SENYUM YANG MENDAPAT PAHALAุงู„ุณَّู„ุงَู…ُ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ูˆَุฑَุญْู…َุฉُ ุงู„ู„ู‡ِ ูˆَุจَุฑَูƒَุงุชُู‡ُ 
๏บ‘ِ๏บดูۡ€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€๏ปขِ ๏ญ๏ปŸ๏ป ّٰ๏ปชِ ๏ญ๏ปŸ๏บฎَّ๏บฃูۡ€๏ปคَู€ٰ๏ปฆِ ๏ญ๏ปŸ๏บฎَّ๏บฃِู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€๏ปดْ๏ปข

๐Ÿƒ ` LA ๐Ÿƒ

1. Senyum Adalah Sedekah Apabila Kita Tersenyum Dihadapan Saudara Kita, Kita Sudah Melakukan Sedekah Paling Ringan Yang Diperhitungkan Oleh Allah SWT Untuk Menambah Pahala Kita. Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW : 
ุชَุจَุณُّู…ُูƒَ ูِูŠ ูˆَุฌْู‡ِ ุฃَุฎِูŠูƒَ ู„َูƒَ ุตَุฏَู‚َุฉٌ 

“SenyumMu Di Depan Saudara Adalah Sedekah BagiMu” (Sahih, H.R. Tirmidzi No 1956) 

2. Senyum Adalah Kebaikan Rasulullah Pernah Bersabda , Diriwayatkan Dalam Hadits Riwayat Muslim, Yang Berbunyi : 

ู„َุง ุชَุญْู‚ِุฑَู†َّ ู…ِู†َ ุงู„ْู…َุนْุฑُูˆูِ ุดَูŠْุฆًุง، ูˆَู„َูˆْ ุฃَู†ْ ุชَู„ْู‚َู‰ ุฃَุฎَุงูƒَ ุจِูˆَุฌْู‡ٍ ุทَู„ْู‚ٍ 

"Janganlah Engkau Meremehkan Kebaikan Sedikitpun, Meskipun Hanya Bertemu Dengan SaudaraMu Dengan Wajah Yang Berseri ”. (H.R. Muslim No 2626) ....

3. Rasulullah Selalu Tersenyum Kepada Para Sahabat. Kemudian Apabila Kita Sering Tersenyum, Bisa Jadi Kita Sedang Menjalankan Salah Satu Sunnah Rasul. Karena Rasulullah SAW Suka Sekali Tersenyum. Sebagaimana jarir Bin Abdillah Menceritakan :

ู…َุง ุฑَุขู†ِูŠ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ู…ُู†ْุฐُ ุฃَุณู„َู…ْุชُ ุฅِู„َّุง ุชَุจَّุณَู… ูِูŠ ูˆَุฌْู‡ِูŠ 

“Rasulullah Tidak Pernah MelihatKu Sejak Aku Masuk Islam, Kecuali Beliau Tersenyum”. (Sahih, H.R. Bukhari No. 250) ...

4. Sarana Berbuat Baik Kepada Manusia. Rasulullah shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Bersabda : “Kamu Tidak Akan Mampu berbuat Baik Kepada Semua Manusia Denga HartaMu, Maka HendakMya KebaikanMu Sampai Kepada Mereka Dengan Keceriaan (Pada) WajahMu.” (H.R. Al-Hakim (1/212) Rasulullah SAW Bersabda Bahwa Anak Keturunan Adam Memiliki Kewajiban Untuk Bersedekah Setiap HariNya Sejak Matahari Mulai Terbit. Seorang Sahabat Yang Tidak Memiliki Apa Pun Untuk Disedekahkan Bertanya , "Jika Kami Ingin Bersedekah, Namun Kami Tidak Memiliki Apa Pun, Lantas Apa Yang Bisa Kami Sedekahkan Dan Bagaimana Kami MenyedekahkanNya ....?" Rasulullah SAW Bersabda , "Senyum Kalian Bagi SaudaraNya Adalah Sedekah, Beramar Makruf Dan Nahi Mungkar Yang Kalian Lakukan Untuk SaudaraNya Juga Sedekah, Dan Kalian Menunjukkan Jalan Bagi Seseorang Yang Tersesat Juga Sedekah." (HR Tirmizi dan Abu Dzar). . . [ "Hadapilah Orang Yang MembenciMu Dengan Wajah Yang Manis." ] _

#pecintahabibumar #habibumar_indonesia #kalamulama #kalamhabib

•┈┈┈◎❅❀❁﷽❁ ❀❅◎┈┈┈• ๐Ÿƒ

1. Senyum Adalah Sedekah Apabila Kita Tersenyum Dihadapan Saudara Kita, Kita Sudah Melakukan Sedekah Paling Ringan Yang Diperhitungkan Oleh Allah SWT Untuk Menambah Pahala Kita. Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW : 
ุชَุจَุณُّู…ُูƒَ ูِูŠ ูˆَุฌْู‡ِ ุฃَุฎِูŠูƒَ ู„َูƒَ ุตَุฏَู‚َุฉٌ 

“SenyumMu Di Depan Saudara Adalah Sedekah BagiMu” (Sahih, H.R. Tirmidzi No 1956) 

2. Senyum Adalah Kebaikan Rasulullah Pernah Bersabda , Diriwayatkan Dalam Hadits Riwayat Muslim, Yang Berbunyi : 

ู„َุง ุชَุญْู‚ِุฑَู†َّ ู…ِู†َ ุงู„ْู…َุนْุฑُูˆูِ ุดَูŠْุฆًุง، ูˆَู„َูˆْ ุฃَู†ْ ุชَู„ْู‚َู‰ ุฃَุฎَุงูƒَ ุจِูˆَุฌْู‡ٍ ุทَู„ْู‚ٍ 

"Janganlah Engkau Meremehkan Kebaikan Sedikitpun, Meskipun Hanya Bertemu Dengan SaudaraMu Dengan Wajah Yang Berseri ”. (H.R. Muslim No 2626) ....

3. Rasulullah Selalu Tersenyum Kepada Para Sahabat. Kemudian Apabila Kita Sering Tersenyum, Bisa Jadi Kita Sedang Menjalankan Salah Satu Sunnah Rasul. Karena Rasulullah SAW Suka Sekali Tersenyum. Sebagaimana jarir Bin Abdillah Menceritakan :

ู…َุง ุฑَุขู†ِูŠ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ู…ُู†ْุฐُ ุฃَุณู„َู…ْุชُ ุฅِู„َّุง ุชَุจَّุณَู… ูِูŠ ูˆَุฌْู‡ِูŠ 

“Rasulullah Tidak Pernah MelihatKu Sejak Aku Masuk Islam, Kecuali Beliau Tersenyum”. (Sahih, H.R. Bukhari No. 250) ...

4. Sarana Berbuat Baik Kepada Manusia. Rasulullah shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Bersabda : “Kamu Tidak Akan Mampu berbuat Baik Kepada Semua Manusia Denga HartaMu, Maka HendakMya KebaikanMu Sampai Kepada Mereka Dengan Keceriaan (Pada) WajahMu.” (H.R. Al-Hakim (1/212) Rasulullah SAW Bersabda Bahwa Anak Keturunan Adam Memiliki Kewajiban Untuk Bersedekah Setiap HariNya Sejak Matahari Mulai Terbit. Seorang Sahabat Yang Tidak Memiliki Apa Pun Untuk Disedekahkan Bertanya , "Jika Kami Ingin Bersedekah, Namun Kami Tidak Memiliki Apa Pun, Lantas Apa Yang Bisa Kami Sedekahkan Dan Bagaimana Kami MenyedekahkanNya ....?" Rasulullah SAW Bersabda , "Senyum Kalian Bagi SaudaraNya Adalah Sedekah, Beramar Makruf Dan Nahi Mungkar Yang Kalian Lakukan Untuk SaudaraNya Juga Sedekah, Dan Kalian Menunjukkan Jalan Bagi Seseorang Yang Tersesat Juga Sedekah." (HR Tirmizi dan Abu Dzar). . . [ "Hadapilah Orang Yang MembenciMu Dengan Wajah Yang Manis." ] _

#pecintahabibumar #habibumar_indonesia #kalamulama #kalamhabib

•┈┈┈◎❅❀❁﷽❁ ❀❅◎┈┈┈•

Manaqib dari Al Imam Al Arif Billah Al Qutb Al Habib Sholeh Bin Muhsin Al Hamid

HABIB TANGGUL



Beliau Habib Sholeh adalah paduan lautan karomah, lautan wilayah, lautan asror, lautan anwar, lautan syariah, lautan haqiqoh dan lautan makrifah. 
Quthbul Ghouts, Ahluddark, Sohibul Waqt dan Fariidu Zamanihi.

Kewalian beliau terang benderang seperti matahari di siang hari, disaksikan kalangan khos maupun kalangan awam. Para habaib, para ulama, solihin, pejabat, orang kaya, orang miskin, artis, rakyat jelata, yatim piatu, kaum fakir semua datang kepada beliau.

Hidupnya bertabur karomah dan akhlak yang mulia. Seluruh waktunya dihabiskan untuk berkhidmat kepada umat Rasulullah SAW

Beliau memiliki keterikatan hati yang besar kepada para salaf leluhurnya, Auliya min bani alawy. Hingga beliau pun diperhatikan secara khusus oleh mereka dari alam barzakh. Ruh mereka silih berganti mendatangi beliau baik dalam keadaan terjaga ataupun dalam tidur beliau.

Hingga Ar Ruh as Syarif Fakhrul Wujud Sohibul Karomi wal Juud Syekh Abu Bakar bin Salim menemui beliau yaqozotan meminumkan kepada beliau bahrul haqiqah/samudera hakikat hingga beliau bergelimang cahaya meraih futuuhal arifin, terbuka segala hijab hissi dan maknawi.

Beliau menjadi kecintaan Rasulullah SAW mahkotanya para Wali Allah dan kekasih hati orang-orang sholeh. Beliau lautan kedermawanan yang tak bertepi, sumber keberkahan yang tidak pernah habis, pembuka pintu rahmat ALLAH, pengangkat bala’ atau musibah umat Rasulullah, dan wasilah yang agung bagi terkabulnya hajat makhluk-makhluk ALLAH.

Habib Sholeh berasal dari Hadramaut. Keturunan Syekh Abu Bakar bin Salim yang kesepuluh. Marga beliau Al Hamid berasal dari Habib Hamid bin Syekh Abu Bakar bin Salim. Lahir tahun 1313 H dikota Korbah, ayahnya bernama Muhsin bin Ahmad, seorang alim, abid, mukhlis dan wali yang dicintai masyarakat di daerah Wadi Amid. Ibunya seorang ahli zuhud bernama Aisyah Ba umar.

Habib Sholeh pertama kali melakukan rihlah da’wahnya ke Indonesia sekitar tahun 1921 M. Awalnya tinggal di Lumajang kemudian pindah ke daerah Tanggul, Jember Jawa timur dan menetap di sana hingga wafat.

Keharuman nama beliau tersebar hingga ke seluruh belahan bumi. Manusia dari dalam maupun luar negeri berkunjung dan mendatangi beliau. Dari Amerika, Belanda, Afrika, Cina, Saudi Arabia, Singapura, Malasyia dan lain-lainnya.

Mereka datang untuk mendapatkan berkah, memohon doa-doanya. dan dengan mendekati beliau berharap mendapat hujanan rahmat dari ALLAH SWT.

Banyak orang-orang yang datang kepada beliau telah dikasyaf oleh beliau sehingga mereka mendapatkan jawaban/pertolongan dari beliau sebelum mereka mengutarakan masalahnya. Dan tiada seorang pun bertawassul atau bertawajjuh kepada beliau melainkan selalu tercapai segala hajat dan mendapatkan apa yang diinginkannya berkat tingginya maqom beliau di sisi ALLAH.

Para wali yang hidup sezaman dengan beliau menyaksikan tingginya kedudukan beliau. Al Quthb Habib Abdul Qodir bin Ahmad Assegaf Jeddah ketika sedang berkunjung ke Indonesia dan betemu Habib Sholeh berkata, “Sesungguhnya Habib Sholeh ini adalah seorang habib yang sangat agung kedudukannya dan amat tinggi martabatnya, beruntunglah kalian bersama dengannya.

Sesungguhnya walaupun beliau berada di tengah-tengah kalian dengan jasadnya yang dzohir tapi sebenarnya beliau tidak bersama dengan kalian karena hatinya telah terikat dengan tali cinta pada Tuhannya dan telah tertambat pada pintu Arasy-Nya”.

Habib Ja’far berkata kepada Habib Sholeh, “Telah datang kepadamu sesuatu yang wahbiy (Pemberian langsung dari ALLAH) bukan kasbiy (Sesuatu yang dicapai dengan usaha)”.

Habib Ali Bin Abdurrahman Al Habsyi Kwitang berkata bahwa beliau tidaklah berucap dan tidak berbuat sesuatu kecuali atas izin Habib Sholeh, Habib Ali memuji, “Wahai Habib Sholeh engkau adalah orang yang do’anya selalu terkabul dan engkau sangat dicintai oleh Tuhanmu dan segala permohonanmu selalu dikabulkan.”

Habib Husain bin Hadi bin Salim Al Hamid, waliyullah asal Brani, Probolinggo, suatu hari bermimpi mengunjungi Habib Sholeh.
Ketika sampai di depan rumahnya beliau mendengar seperti suara Habib Sholeh dari dalam Masjid, maka beliau segera menuju ke Masjid dan ternyata Habib Sholeh berada di dalamnya dengan di dampingi oleh seseorang dengan wajah yang amat tampan dan memancarkan cahaya yang begitu sempurna.

Maka Habib Husain berkata dalam dirinya dengan penuh keyakinan bahwa orang tersebut pasti Rasulullah SAW.
Ketika Habib Husain berada di hadapan mereka maka Habib Sholeh memberi isyarat kepadanya agar menyalami orang yang di samping beliau.

Ketika Habib Husain hendak menyalaminya, orang tersebut justru memberi isyarat agar Habib Husain menyalami Habib Sholeh terlebih dahulu.
Hal ini merupakan bukti yang cukup jelas akan keluhuran martabat Habib Sholeh yang telah mencapai tingkatan khalifah yang sempurna sebagai Al Warits Al Muhammadiy, pewaris kakek beliau yang agung Muhammad SAW.

Abah Guru Sekumpul mencintai dan memuliakan Habib Sholeh, mengambil berkat dari Habib Sholeh dan memajang foto Habib Sholeh dalam ukuran besar di ruang tamunya. Abah Guru juga gemar melantunkan qosidah karangan Habib Sholeh, “Yahla baitinnabi yahlassofa wal munajah…bakhit man habbakum yadzfar bima qod tamannah…dan seterusnya”.
 
Kata Abah Guru, “Habib Sholeh Tanggul ibarat Syekh Abu Bakar bin Salim-nya Indonesia. Do’a Habib Sholeh sangat mustajab, mendahului kilat yang menyambar. Karomah yang diberikan ALLAH kepada Habib Sholeh menunjukkan bahwa beliau hamba yang disayangi-Nya”.

Habib Sholeh melakukan uzlah (mengasingkan diri dari manusia) selama tiga tahun di dalam kamar kholwatnya. Selama itu pula beliau tidak menemui seorang manusia dan tidak seorang pun menemuinya. Hingga suatu hari datanglah Al Quthb al Adzim wal Ghouts Al Kabir Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf menuju kediamannya dan memperkenankannya untuk keluar dari tempat kholwatnya. Lalu Habib Abu Bakar mengajaknya ke Gresik dan menyuruh beliau untuk mandi di jabiyah (kolam mandi khusus). Kemudian atas perintah Rasulullah, Habib Abu Bakar memakaikan jubah, imamah dan sorban hijaunya kepada Habib Sholeh sebagai pertanda beliau telah mengemban maqom Quthbiyyah dan Ghoutsiyyah.

Diceritakan oleh seorang sahabat terdekat beliau semasa hidupnya Almarhum Habib Muhamad Bin Hud Assegaf, bahwa ketika manusia berduyun-duyun datang kepada Habib Sholeh, Habib Sholeh berkata kepadanya : “Wahai anakku ketika di dalam kholwat aku merasakan ketenangan batin dimana aku banyak membaca Al Qur’an dan kitab Dalailul Khoirot yang berisi Sholawat dan salam kepada Sayyidis Sadat shallallahu alaihi wa sallam, aku juga bertemu dengan Rasullulah yang memancarkan sinar dari wajahnya yang mulia”.

Diantara Karomah Beliau :

Kata Habib Sholeh, “Du’a’i yasbiqul barq (do’aku mendahului kilat yg menyambar)”.

Dikisahkan, suatu waktu beliau sedang berjalan bersama Habib Ali bin Abdurrahman bin Abdullah Al Habsyi, Kwitang Jakarta, hendak berkunjung ke kediaman Habib Ali di Bungur.
Saat melintasi sebuah lapangan, beliau melihat banyak sekali orang berkumpul untuk melakukan shalat Istisqa lantaran Jakarta saat itu dilanda kemarau panjang.

Habib Sholeh pun berkata, “Serahkan saja kepadaku, biar aku yang akan memohon hujan kepada ALLAH SWT”
Tak berselang lama setelah Habib Sholeh menengadahkan tangan ke langit, awan mendung datang dan hujan pun turun.

Ada orang kaya di Surabaya punya anak gagu (tak bisa bicara) sudah berobat ke Jepang, Singapura, dan lain-lain, tetapi tidak sembuh-sembuh. Namun orang ini dikenal benci kepada golongan habaib.
Karena sudah lelah mengobati anaknya tapi tak ada hasil, tiba-tiba kawannya menyarankan untuk mendatangi Habib Sholeh, mohon doa agar anaknya di berikan kesembuhan oleh ALLAH SWT.

Di kediaman Habib Sholeh, sang bapak segera mengatakan hajatnya.
Kemudian Habib Sholeh berkata kepada anak tersebut, “Ya walad (hai anak laki-laki) tirulah suara ayam berkokok”. Maka sang anak menirukan suara ayam berkokok. Lalu Habib Sholeh berkata lagi, “Ya walad tirulah suara ayam jago berkeruyuk”. Anak itu meniru suara ayam berkeruyuk. Seketika anak itu langsung bisa berbicara layaknya seperti anak kecil lainnya. Betapa gembiranya sang ayah anaknya sembuh dengan Izin ALLAH SWT Berkat wasilah Habib Sholeh. Sejak itu orang kaya yang tadinya benci dengan habaib ini, berubah total menjadi pecinta Habib Sholeh.

Abah Guru Sekumpul pernah mengisahkan, ketika Habib Sholeh beribadah haji, datanglah seorang Arab membawa salah satu keluarganya yang lumpuh. Orang Arab itu minta didoakan oleh Habib Sholeh karena mengetahui keistimewaan Habib Sholeh dari teman-temannya. Maka kemanapun Habib Sholeh berjalan selalu diikuti oleh orang Arab tsb. Sampai-sampai hendak ke toilet pun diikuti dari belakang. Karena yang demikian itu, maka Habib Sholeh mengangkat kedua tangannya mendoakan orang yang lumpuh tersebut. Dengan izin ALLAH orang yang lumpuh tersebut langsung dapat bergerak dan berdiri layaknya orang normal. Orang Arab itu pun bercucuran air matanya lalu memeluk Habib SHOLEH.

Habib Muhammad bin Ahmad Alaydrus, ayah Habib Novel Solo pernah datang ke Tanggul Jember untuk meminta air berkah dari Habib Sholeh. Air itu hendak digunakan untuk mengobati Fatimah, kakak kandung Habib Muhammad yang sakit parah dan sudah berbulan-bulan tidak kunjung sembuh. Ketika sampai di rumah Habib Sholeh, Habib Muhammad bertanya kepada tamu yang ada di sebelahnya.

“Sampean sudah sejak kapan datang kemari?”.

Tamu tersebut menjawab “Sudah sejak tiga hari”. “Wah kalau sampean yang sudah 3 hari saja belum ditemui apalagi saya”, kata Habib Muhammad.

Kemudian karena Habib Muhammad belum pernah bertemu Habib Soleh ia pun bertanya, “Yang manakah Habib Sholeh itu?”

“Itu itu yang baru selesai mengambil air wudhu”, kata si tamu.

sambil menunjuk Habib Sholeh. Lalu habib Muhammad menanyakan maksud kedatangan tamu di sebelahnya itu.

Kata si tamu, “Bulan depan kontrakan rumah saya sudah habis. Saya tak sanggup lagi membayar. Sudah mencari hutangan ke mana-mana tapi tak dapat sepeserpun. Saya cari pekerjaan kesana kemari tapi tak ada hasil. Maka saya ke sini untuk minta doa Habib Soleh supaya dimudahkan segalanya oleh Allah dan dapat membayar kontrakan rumah saya”.

Tiba-tiba Habib Soleh memanggil, “Ya Aidrus ta’al (kemarilah)!”. Habib Muhammad al Aidrus seakan tidak percaya bahwa Habib Sholeh memanggilnya.

Habib Sholeh mengulangi lagi, “Ya Aidrus ta’al !” Maka bangkitlah Habib Muhammad menemui Habib Sholeh.

“Ini berikan kepada kakakmu”, kata Habib Sholeh sambil memberikan sebotol air yang telah dido’akan.

“Insyaallah husnul khotimah” kata Habib Sholeh.

Hati Habib Muhammad langsung bertasbih memuji Allah, darimana Habib Soleh tahu famnya dan tahu maksud kedatangannya.

Dan dari isyarat Habib Sholeh ia tahu rupanya Allah menghendaki perjumpaan dengan Fatimah kakaknya Habib Muhammad pun mengucapkan terima kasih lalu kembali ke tempat duduknya.

Sejenak kemudian datanglah tamu seorang pejabat. Menyerahkan uang dalam jumlah yang banyak dibungkus dalam karung besar. Hadiah untuk Habib Sholeh karena hajat pejabat tadi telah berhasil sebab do’a Habib Sholeh.

Setelah menerima hadiah itu, Habib Sholeh lalu memanggil tamu di sebelah Habib Muhammad yang telah tiga hari belum ditemuinya. “Ini untuk membayar kontrakan rumahmu”. Uang sekarung itu pun beliau berikan seluruhnya kepada si tamu.

Si tamu tercengang. Hatinya bergetar mengingat Allah. Sedikitpun ia belum menceritakan hajatnya tapi semuanya sudah diketahui oleh Habib Soleh. Ia lalu berterima kasih sambil tak kuasa menahan air matanya.

Di lain waktu, dikisahkan sendiri oleh Habib Sholeh, ketika beliau Ibadah haji, di saat beliau berada di Roudhoh Masjid Nabawi, tiba-tiba datang beberapa orang berpakaian askar kepada beliau lalu mengajak beliau ziarah ke makam-makam para sahabat.

Sambil dijelaskan oleh askar tadi, ini makam sahabat ini…ini makam sahabat ini… Esoknya datang kembali para askar itu menemui Habib Sholeh, kembali mengajak beliau ziarah ke makam sahabat-sahabat Nabi yang lain sambil mengatakan nama-nama sahabat tersebut. Tiga hari berturut-turut hal itu terjadi.

Sampai akhirnya beliau pun bertanya kepada para askar itu, “Kalian ini sebenarnya siapa?” Para askar itu menjawab, “Engkau tidak perlu mengetahui siapa kami”. Esoknya ternyata askar itu tidak datang lagi. Kata Habib Sholeh, “Hal ini disebabkan karena rasa keingintahuanku sehingga rijalul ghoib itu tidak datang lagi”.

Kemuliaan Akhlak Al Habib Sholeh :

Beliau adalah orang yang rendah hati dan tidak pernah merasa dirinya sebagai orang yang patut untuk diistimewakan, Makan beliau sederhana, pakaian sederhana, tinggal di rumah sederhana yang terbuat dari bilik bambu. Banyak habib, saudara, orang-orang kaya, datang kepadanya untuk merenovasi rumahnya, tapi beliau menolaknya dengan halus.

Kata beliau, “Jangan diapa-apakan ! Biarkan saja, saya takut Rasulullah SAW
Tidak datang lagi ke tempat ini. Saya setiap hari berjamaah shalat lima waktu dengan Rasulullah SAW di rumah ini. Jangan dibongkar rumah ini.”

Dalam kesehariannya, beliau selalu melapangkan orang susah, membantu orang-orang yang dililit utang, membantu fakir miskin dan anak yatim, mempertemukan orang-orang yang belum mendapatkan jodoh, mendamaikan orang-orang yang berselisih.

Beliau sangat penyayang terhadap fakir miskin, para janda dan yatim piatu. Beliau gemar mengurusi segala kebutuhan mereka.

Beliau memiliki kebiasaan setiap selesai sholat subuh pergi ke stasiun Tanggul lalu masuk gerbong KA untuk memberikan minuman hangat gratis kepada para penumpang. Beliau juga gemar membagi-bagikan uang dan sembako kepada tetangga-tetangganya.

Beliau orang yang sangat dermawan. Tidak pernah menolak seorang pun yang meminta-minta. Seorang ulama mengatakan, seandainya beliau tak memiliki apapun kecuali ruhnya, maka beliau pun akan menyerahkanya kepada yang memintanya.

Beliau sangat tawadhu’. Beliau senantiasa mendahului meminta ma’af kepada orang-orang disekitarnya, bahkan kepada putra-putra dan cucu- cucunya. Beliau melayani dan memuliakan para tamunya. Beliau tidak akan menyentuh hidangan sebelum tamunya mengambilnya terlebih dahulu. Beliau menimba sendiri air dari sumur untuk keperluan mandi dan wudhu para tamunya.

Ijazah Beliau :

Agar semua urusan lancar, Beliau Shahibul Haul Al Imam Al Arif Billah Al Qutb Al Habib Sholeh Bin Muhsin Al Hamid mengijazahkan Sholawat Mansub sebagai berikut :

ุงَู„ู„َّู‡ُู…َّ ุตَู„ِّ ุนَู„َู‰ ุณَูŠِّุฏِู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏٍ ุตَู„ุงَุฉً ุชَุบْูِุฑُ ุจِู‡َุง ุงู„ุฐُّู†ُูˆْุจَ , ูˆَุชُุตْู„ِุญُ ุจِู‡َุง ุงู„ْู‚ُู„ُูˆْุจَ , ูˆَุชَู†ْุทَู„ِู‚ُ ุจِู‡َุง ุงู„ْุนُุตُูˆْุจُ , ูˆَุชَู„ِูŠْู†ُ ุจِู‡َุง ุงู„ุตُّุนُูˆْุจُ , ูˆَุนَู„َู‰ ุขู„ِู‡ِ ูˆَุตَุญْุจِู‡ِ ูˆَู…َู†ْ ุฅِู„َูŠْู‡ِ ู…َู†ْุณُูˆْุจٌ

“Allahumma sholli ala Sayyidina Muhammad. Sholatan taghfiru bihadzunub, wa tuslihu bihal qulub, wa tantholiqu bihal usub wa talinu bihasshu’ub wa ala alihi wa sohbihi wa man ilaihi mansub”. Dibaca 11 kali setiap selesai sholat fardhu.

Siapapun yang istiqomah membacanya, akan diberikan kebahagiaan dunia akhirat, dimudahkan segala urusannya, dilembutkan hatinya, diberkahi anak turunnya, diberikan rizki yang tidak disangka-sangka, diwafatkan dalam keadaan husnul khotimah, dan dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang La khoufun alaihim wala hum yahzanun (tidak ada ketakutan lagi bagi mereka dan tidak pula mereka bersedih hati).

Berkat membaca riwayat WaliAllah Al Habib Sholeh, dan berkat pangkat Habib Sholeh di sisi ALLAH, semoga kita semua mendapat hujanan Rahmat ALLAH, semoga juga ALLAH memberikan kepada kita apa yang di berikan kepada Habib Sholeh, dan Mudah mudahan madad, barokah, asror, nafahat, anwar, dan nadzroh para wali ALLAH selalu mengalir kepada kita.

ุขู…ِّูŠْู†َ ุขู…ِّูŠْู†َ ุขู…ِّูŠْู†َ ูŠَุง ุฑَุจَّ ุงู„ْุนَุงู„َู…ِูŠْู†

๏บَ๏ปŸ๏ป ๏ปฌُ๏ปขَّ ๏บปَ๏ปžِّ ๏ป‹َ๏ป َ๏ปฐ ๏บณَ๏ปดِّ๏บชِ๏ปงَ๏บŽ ๏ปฃُ๏บคَ๏ปคَّ๏บชٍ ๏ปญَ๏ป‹َ๏ป َ๏ปฐ ๏บ๏ปِ ๏บณَ๏ปดِّ๏บชِ๏ปงَ๏บŽ ๏ปฃُ๏บคَ๏ปคَّ๏บชٍ ๏ทบ

 

SHALAWAT TAGHFIR

"Allaahumma Shalli 'Alaa Sayyidinaa Muhammadin Shalaatan Tagh-firu Bihadz Dzunuub, Wa Tush-lihu Bihal Quluub, Wa Tan-thaliqu Bihal ‘Ushuub, Wa Taliinu Bihash Shu’uub, Wa 'Alaa Aaalihii Wa Shahbihii Wa Man Ilaihi Mansuub"

(Ya Allah, Engkau curahkan kesejahteraan kepada junjungan kami Nabi Muhammad dengan shalawat yang mengampuni segala dosa, yang memperbaiki segala hati, yang menyembuhkan segala penyakit, yang memudahkan segala kesusahan, tercurahkan pula kedpada keluarganya dan para sahabatnya dan orang yang ada bertalian kepada beliau (Nabi Muhammad SAW)

(Al-Habib Sholeh bin Muchsin Al-Hamid – Tanggul)

๐ŸŸข DAWUH ULAMA' NUSANTARA

 

๐ŸŒท PUISI MAULANA HABIB LUTHFI BIN YAHYA  UNTUK BAGINDA NABI SAW.

Kabut hitam menyelimuti dunia yang fana

Terik matahari memanas di padang sahara

Tangan-tangan yang kekar mengucurkan madu

Ternyata tipuan belaka

Suara kendang betalu-talu

Dupa mewangi mengepul yang memabuk kasih

Mawar-mawar yang indah menjadi layu

Putik-putik bunga berserakan merana sambil bertanya apa salahku

Rumah yang suci dipagari batu-batu yang dianggap dewata

Namun Engkau Mahakekal Mahakasih lagi Penyayang

Engkau turunkan perahuMu penuh dengan air Telaga Kautsar

Mengulurkan tangan kasih sayang yang abadi

Beruntunglah atas manusia yang mau meneguknya

Karena secercah air Telaga Kautsar akan menjadi pelita hati yang abadi

(Puisi di atas adalah sebagian saja yang disampaikan oleh Maulana Habib M. Luthfi bin Yahya dalam acara Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad Saw. di PP Ma'hadut Tholabah Babakan, Lebaksiu, Tegal, 30 Januari 2016)

Sumber:
Kumpulan Foto Ulama dan Habaib

#UlamaNusantara
#IhdaKeilaAstaghitsaSantriNUsantara
๐ŸŒท๐Ÿ’š❤️๐Ÿ’๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

MBAH KYAI ABDUL HAMID PASURUAN



Nama KH Abdul Hamid bagi warga Pasuruan sudah tidak asing lagi karena pengasuh Pesantren Salafiyah ini dikenal dengan keistimewaan dan karomahnya. Abdul Hamid begitu nama pria yang dilahirkan pada tahun 1333 H, di Desa Sumber Girang, Lasem, Rembang, Jawa Tengah.

Abdul Hamid dibesarkan di tengah keluarga santri. Ayahnya, Kiai umar, adalah seorang ulama di Lasem, dan ibunya adalah anak Kiai Shiddiq, juga ulama di Lasem. Kiai Shiddiq adalah ayah KH Machfudz Shiddiq, tokoh NU.

Abdul Hamid sejak kecil dipersiapkan untuk menjadi kiai, dia mula-mula belajar Al-Quran dari ayahnya. Tiga tahun kemudian, Abdul Hamid menimba ilmu di pesantren kakeknya, KH Shiddiq, di Talangsari, Jember, Jawa Timur.

Sejak kecil, sudah tampak tanda-tanda bahwa dia bakal menjadi wali dan ulama besar. Konon pada usia enam tahun, dia sudah bertemu dengan Rasulullah. Dalam kepercayaan yang berkembang di kalangan warga NU, khususnya kaum sufi, Rasulullah walau telah wafat sekali waktu menemui orang-orang tertentu, khususnya para wali. Bukan dalam mimpi saja, tapi secara nyata.
Karomah Pertama, Serupa Wujud di Tempat Lain

Salah satu karomah Kiai Abdul Hamid yang dipercaya warga Pasuruan adalah bisa berada di tempat lain dengan wujud serupa. Hal ini terjadi saat Habib Baqir Mauladdawilah bertandang ke pesantrennya.

Sang Habib yang pernah berguru dengan al-Ustadzul Imam Al-Habr al-Quthb al-Habib Abdulqadir bin Ahmad Bilfaqih diberikan ilmu untuk bisa melihat sesuatu yang gaib.

Pada suatu kesempatan datanglah Habib Baqir menemui Kiai Abdul Hamid Pasuruan. Ketika itu di tempat KH Abdul Hamid banyak sekali orang yang datang untuk meminta doa atau keperluannya yang lain.

Setelah bertemu Habib Baqir merasa kaget. Ternyata orang yang terlihat seperti KH Abdul Hamid sejatinya bukanlah sang Kiai . Karena yang ditemuinya adalah sesosok gaib yang menyerupai. Kemudian Habib Baqir mencari di manakah sebetulnya KH Abdul Hamid yang asli berada.

Setelah diselidiki dengan ilmu kanuragan Habib Baqir terkejut karena sang kiai tersebut tengah berada di Tanah Suci Mekkah.

Karomah KH Abdul Hamid juga pernah ditunjukkan terhadap seorang Habib sepuh yang datang kepadanya, karena sang Habib menanyakan kemana sang Kiai pergi ketika digantikan oleh sesosok gaib yang menyerupainya.

KH Hamid tidak menjawab, hanya langsung memegang Habib sepuh tersebut. Seketika itu kagetlah Habib sepuh tadi, melihat suasana di sekitar mereka berubah menjadi bangunan masjid yang sangat megah. Subhanallah, ternyata Habib sepuh tadi dibawa oleh KH Hamid mendatangi Masjidil Haram.

Karomah Kedua, Membantu Saudara Seiman yang Sedang Susah

Salah satu karomah lainnya yaitu ketika Asmawi, salah seorang santrinya harus melunasi utang kepada panitia pembangunan masjid yang sudah jatuh tempo. Besarnya Rp300.000, cukup besar untuk ukuran waktu sekitar tahun 70-an.

Dia tidak tahu dan mana uang sebanyak Itu bisa didapat dalam waktu singkat. Karenanya, dia hanya bisa menangis, malu kalau sampai ditagih. Akhirnya dia mengadukan hal tersebut kepada Kiai Hamid.

Kemudian dengan lembut sang Kiai yang lantas menyuruh Asmawi menggoyang pohon kelengkeng yang tumbuh di halaman depan rumah Pak Kiai. Di sana ada dua pohon kelengkeng. “Kumpulkan daun-daun yang gugur itu dan bawa kemari,” kata Kiai Hamid.

Setelah menerima daun-daun kelengkeng itu, Kial Hamid memasukkannya ke dalam saku baju. Ketika ditarik keluar, di tangannya tergenggam uang kertas. Kemudian dia menyuruh Asmawi melakukan hal sama tapi pada pohon kelengkeng yang lainnya.

Dengan cara yang sama pula, daun kelengkeng itu berubah menjadi uang kertas. Setelah dihitung Asmawi, jumlahnya Rp225.000. Masih kurang Rp75.000. Tiba-tiba datang seorang tamu menyerahkan uang tunai Rp75.000 kepada Kiai Hamid, lalu uang itu diserahkan ke Asmawi.

Karomah Ketiga, Membaca Keinginan Umat

Lain lagi yang dialami Said Ahmad, santri lainnya. Dia justru seolah ingin menguji kewalian Kiai Hamid yang telah kesohor. Said Ahmad ingin tahu, apakah Kiai tahu bahwa dia ingin diberi makan olehnya.

Ketika sampai di pesantren milik sang kiai, kebetulan saat salat lsya sudah masuk. Dia pun ikut salat berjamaah.

Usai salat, dia tidak langsung pulang, melainkan menunggu sampai jamaah pulang semua. Lampu teras rumah Kiai Hamid pun sudah dipadamkan, pertanda pemilik rumah siap-siap beristirahat. Dengan demikian, dia pikir, niatnya berhasil, yaitu bahwa keinginannya untuk ditawari makan oleh Kiai tidak diketahui.

Lalu dia pun melangkahkan kaki meninggalkan masjid. Ternyata dari rumah Kiai Hamid ada yang melambaikan tangan kepadanya. Dengan langkah ragu, dia pun mendekatinya. Ternyata tuan rumah sendiri yang memanggilnya.

“Makan di sini ya,” kata Kiai Hamid sambil senyum. Dia pun diajak masuk ke ruang tengah. Di sana hidangan sudah tersaji.

“Maaf, lauknya seadanya,” kata Kiai santai. “Sampeyan tidak bilang-bilang, sih.” Said tersindir. Dan sejak itu dia percaya, Kiai Hamid adalah wali

Bismillah.. 
Allahuma Shali Alaa Syayyidina Muhammadin Wa Alaa Alihii Wa Shobihi Ajma'in

Semoga kita semua selalu diberikan Rahmat, Kenikmatan Iman, Keajaiban dunia akherat... Aamin Ya Allah

Dua bersaudara Dzuriyyah Lirboyo dan Paculgowang


Beliau berdua adalah KH. Anwar Manshur yang lahir tahun 1938, dan adiknya almaghfurlah KH. Abdul Aziz Manshur yang lahir tahun 1941 dan wafat tahun 2015. Keduanya adalah dzuriyyah pondok pesantren Lirboyo Kediri dan pondok pesantren Tarbiyatunnasyi'in Paculgowang Diwek Jombang. Dari jalur ibu bernama Nyai Salamah putri ketiga KH. Abdul Karim Lirboyo (pendiri ponpes Lirboyo). Sedangkan ayahnya bernama KH. Manshur Anwar putra ke empat KH. Anwar Alwi (pendiri ponpes Paculgowang).

Menginjak usia remaja KH. Anwar Manshur menikah dengan Nyai Ummi Kulsum, putri KH. Mahrus Ali yang tak lain adalah pamannya sendiri. Namun beliau berguru kepada ulama zuhud dari Lirboyo, yaitu KH. Marzuqi Dahlan, yang juga pamannya.
Sedangkan KH. Abdul Aziz Manshur menikah dengan Nyai Hj. Muslichah, putri keempat KH. Marzuqi Dahlan. Tetapi beliau berguru kepada KH. Mahrus ali yang terkenal dengan kharismatiknya.

KH. Abdul Karim (Mbah Manab), KH. Marzuqi Dahlan (Mbah Juqi) & KH. Mahrus Ali (Mbah Rusdi) merupakan 3 tokoh utama Lirboyo.

Setelah dewasa KH. Abdul Aziz Manshur meminta izin kepada pamannya yang juga gurunya, KH. Mahrus Ali, untuk kembali ke Jombang melanjutkan estafet kepemimpinan pondok pesantren Paculgowang milik ayahnya.

Dawuh KH. Mahrus Ali kepada keponakannya itu:
"iyo lee, awakmu tak izini mulih nek Jombang, ngopeni pondoke abahmu". (Iya nak, kamu saya izin kan pulang ke Jombang mengasuh pondoknya abahmu).

Sedangakan KH. Anwar Manshur telah dipersiapkan oleh KH. Mahrus Ali untuk menjadi generasi penerus pengasuh pondok pesantren Lirboyo bersama dengan KH. Ahmad Idris Marzuqi, KH. Imam Yahya Mahrus, KH. Abdulloh Maksum Jauhari (Gus Maksum), KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus, dan KH. Ahmad Habibulloh Zaini.

ุงَู„ู„ّู‡ُู…َّ ุตَู„ِّ ูˆَุณَู„ِّู…ْ ุนَู„ู‰ ุณَูŠِّุฏِู†َุงู…ُุญَู…َّุฏٍ ุตَุงุญِุจِ ุงู„ْุจُุดْุฑู‰ ุตَู„َุงุฉً ุชُุจَุดِّุฑُู†َุงุจِู‡َุง ูˆَุงَู‡ْู„َู†َุง ูˆَุงَูˆْู„َุงุฏَู†َุง ูˆุฌَู…ِูŠْุนَ ู…َุดَุงูŠِุฎِู†َุง ูˆَู…ُุนَู„ِّู…ِู†َุง ูˆَุทَู„َุจَุชَู†َุง ูˆَุทَุงู„ِุจَุงุชِู†َุงู…ِู†ْ ูŠَูˆْู…ِู†َุงู‡ุฐَุงุงِู„ู‰ ูŠَูˆْู…ِ ุงู„ْุฃَุฎِุฑَุฉِ 

 Semoga kita mendapat madad sir asror, nafahat, barokah masyaikh NU umumnya ulama salaf aamiin

Khususon untuk muassis, masyayikh dan semua dzuriyyah Lirboyo dan Paculgowang, lahumul fatihah ๐Ÿคฒ๐Ÿคฒ

KH. HASYIM ASY'ARI MENGGENDONG NABI KHIDIR

#repost @ijazahkyai
__
------------------------
Kala itu, Kabupaten Bangkalan diguyur hujan yang sangat deras, khususnya di Demangan, pondok pesantren asuhan Syaikhuna Kholil al-Bangkalani. Meski hujan mengguyur dengan derasnya, tetapi ada saja orang yang bertamu kepada beliau.

Terlihat di antara rerintik hujan yang semakin deras, seorang tua lumpuh dengan susah payah hendak berkunjung menemui Syaikhuna Kholil. Syaikhuna segera tanggap, beliau lalu memerintahkan santrinya untuk menyusul. “Adakah di antara kalian yang mau menggendong dan membawa tamuku di luar sana itu?” “Biar saya saja, Yai,” jawab seorang santri muda mendahului teman-temannya.

Santri muda itu bergegas meloncat menembus rerintik hujan yang semakin deras, menghampiri orang tua itu. Tanpa pikir panjang, ia menggendongnya untuk menemui Syaikhuna Kholil.

Dengan sangat akrab, Syaikhuna Kholil menyambut tamunya, dan di antara keduanya terjadi dialog empat mata. Tidak beberapa lama, rupanya percakapan mereka telah usai. Syaikhuna Kholil mendatangi santri-santrinya untuk meminta bantuan lagi, “Siapakah di antara kalian yang mau membantu orang tua ini untuk kembali pulang?” “Biar saya Yai,” sahut santri yang tadi menggendong orang tua tersebut. lalu santri muda itu dengan penuh rasa takzim menggendongnya keluar pondok pesantren dengan hati-hati sesuai perintah Syaikhuna Kholil.

Setelah santri dan tamu tua itu keluar dari kawasan pesantren, Syaikhuna Kholil berkata kepada santri-santrinya yang lain, “Santri-santriku, saksikanlah bahwa ilmuku telah dibawa santri itu.” Dan ternyata yang digendong oleh santri tersebut adalah Nabiyullah Khidir ‘alahis salam yang bersilaturahmi kepada Syaikhona Kholil dan santri yang menggendongnya adalah Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy’ari muda (Pediri Nahdlatul Ulama), yang kemudian mewarisi keilmuan Syaikhuna Kholil al-Bangkalani.

diterbitkan oleh "TeTES Publishing", Balongjeruk, Kunjang, Kediri, Jawa Timur

#mbahkholilbangkalan

Minggu, 22 Agustus 2021

Biografi Maulana Habib Luthfi Bin Yahya

(BIOGRAFI Lengkap)

MAULANA HABIB MUHAMMAD LUTHFI BIN ALI BIN HASYIM BIN YAHYA, PEKALONGAN. 

KELAHIRAN
Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya, atau yang populer disapa Habib Luthfi, dilahirkan di Pekalongan, tepatnya pada tanggal 10 November 1946 atau pada tanggal 27 Rajab tahun 1367 H.

NASAB JALUR IBU :
Habib Muhammad Luthfi 
bin 
Syarifah Nur 
binti
Sayid Muhsin 
bin 
Sayid Salim 
bin 
Sayid al Imam Shalih 
bin 
Sayid Muhsin 
bin 
Sayid Hasan 
bin 
Sayid Imam ‘Alawi 
bin 
Sayid al Imam Muhammad 
bin 
al Imam ‘Alawi 
bin 
Imam al Kabir Sayid Abdullah 
bin 
Imam Salim 
bin 
Imam Muhammad 
bin 
Sayid Sahal 
bin 
Imam Abd Rahman Maula Dawileh 
bin 
Imam ‘Ali bin Imam ‘Alawi 
bin 
Sayidina Imam al Faqih al Muqadam 
bin 
‘Ali Bรข Alawi.

NASAB JALUR AYAH :
Nabi Muhammad SAW
Sayidatina Fathimah az-Zahra + Ali bin Abi Thalib
Imam Husein ash-Sibth
Imam Ali Zainal Abiddin
Imam Muhammad al-Baqir
Imam Ja’far Shadiq
Imam Ali al-Uraidhi
Imam Muhammad an-Naqib
Imam Isa an-Naqib ar-Rumi
Imam Ahmad Al-Muhajir
Imam Ubaidullah
Imam Alwy Ba’Alawy
Imam Muhammad
Imam Alwy
Imam Ali Khali Qasam
Imam Muhammad Shahib Marbath
Imam Ali
Imam Al-Faqih al-Muqaddam Muhammd Ba’Alawy
Imam Alwy al-Ghuyyur
Imam Ali Maula Darrak
Imam Muhammad Maulad Dawileh
Imam Alwy an-Nasiq
Al-Habib Ali
Al-Habib Alwy
Al-Habib Hasan
Al-Imam Yahya Ba’Alawy
Al-Habib Ahmad
Al-Habib Syekh
Al-Habib Muhammad
Al-Habib Thoha
Al-Habib Muhammad al-Qodhi
Al-Habib Thoha
Al-Habib Hasan
Al-Habib Thoha
Al-Habib Umar
Al-Habib Hasyim
Al-Habib Ali
Al-Habib Muhammad Luthfi

Catatan ; Jadi bertemunya nasab dari pihak Ibu dengan pihak Ayah pada Imam Al-Faqih Al-Muqoddam bin Ali Ba'Alawy.

PENDIDIKAN.
Setelah memperoleh didikan langsung dari kedua orangtua beliau, pada usia 12 tahun Luthfi kecil mulai mengembara mencari ilmu.

Pada usia itu beliau ikut pamannya (Pakde), yaitu Habib Muhammad di Indramayu Jabar. Sejak saat itulah, kemudian beliau keluar masuk di beberapa pesantren. Tak lama nyantri di Bondokerep Cirebon, Yik Luthfi mendapatkan beasiswa belajar ke Hadramaut, negeri Yaman. Tiga tahun di sana, ia kembali ke tanah air, nyantri lagi ke sejumlah pesantren, yaitu Ponpes Kliwet Indramayu, Tegal (Kiai Said), Purwokerto (Kiai Muhammad Abdul Malik Bin Muhammad Ilyas Bin Ali).

Beliau juga pernah berguru kepada seorang ulama besar asal Lasem Rembang, yaitu Kyai / Mbah Ma’shum. Selanjutnya, pada usia remaja beliau dinikahkan dengan seorang gadis yang masih tergolong kerabat (satu Fam), yaitu Syarifah Salma binti Hasyim bin Yahya. Dari pernikahan itu lahir dua orang anak laki - laki dan tiga perempuan, yaitu Syarif Muhammad Bahauddin, Syarifah Zaenab, Syarifah Fathimah, Syarifah Ummi Hanik dan Syarif Husain.

Pendidikan pertama Maulana Habib Luthfi diterima dari ayah al Habib al Hafidz ‘Ali al Ghalib. Selanjutnya beliau belajar di Madrasah Salafiyah. Guru - guru beliau di Madrasah itu di antaranya:

- Al-'Alim al ‘Alamah Sayid Ahmad bin ‘Ali bin Al Alamah al Qutb As Sayid Ahmad bin Abdullah bin Thalib al Athas
- Sayid al Habib al ‘Alim Husain bin Sayid Hasyim bin Sayid Umar bin Sayid Thaha bin Yahya (pamannya sendiri). 
- Sayid al ‘Alim Abu Bakar bin Abdullah bin ‘Alawi bin Abdullah bin Muhammad al ‘Athas Bรข ‘Alawi
- Sayid ‘Al Alim Muhammad bin Husain bin Ahmad bin Abdullah bin Thalib al ‘Athas Bรข ‘Alawi.

Dari guru - guru tersebut, beliau mendapat ijazah Khas (khusus), dan juga ‘Am (umum) dalam Da’wah dan Nasyru syari’ah (menyebarkan syari’ah), thoriqoh, tashawuf, kitab - kitab hadits, tafsir, sanad, riwayat, dirayah, nahwu, kitab - kitab tauhid, tashwuf, bacaan - bacaan aurad, hizib - hizib, kitab - kitab shalawat, kitab thoriqoh, sanad - sanadnya, nasab, bahkan kitab - kitab kedokteran. Dan beliau juga mendapat ijazah untuk membai’at (sebagai seorang Mursyid).

SILSILAH THORIQOH DAN BAI'AT.
Al Habib Muhammad Luthfi Bin Ali Yahya mengambil thariqah dan hirqah Muhammadiah dari para tokoh ulama. Dari guru - gurunya beliau mendapat ijazah untuk membaiat dan menjadi Mursyid. Di antara guru - gurunya itu adalah ; 

Thoriqoh Naqsyabandiah Khalidiyah dan Syadziliah al ‘Aliah, sanad dari : Al Hafidz al Muhadits al Mufasir al Musnid al Alim al Alamah Ghauts az Zaman Sayidi Syekh Muhammad Ash’ad Abd Malik bin Qutb al Kabir al Imam al Alamah Sayidi Syekh Muhammad Ilyas bin Ali bin Hamid.

Sanad Naqsyabandiayah al-Khalidiyah
Sayidi Syekh Ash’ad Abd Malik dari bapaknya Sayidi Syekh Muhammad Ilyas bin Ali bi Hamid dari Quth al Kabir Sayid Salaman Zuhdi dari Qutb al Arif Sulaiman al Quraimi dari Qutb al Arif Sayid Abdullah Afandi dari Qutb al Ghauts al Jami’ al Mujadid Maulana Muhammad Khalid sampai pada Qutb al Ghauts al Jami’ Sayidi Syah Muhammad Baha’udin an Naqsyabandi al Hasni.

THORIQOH SYADZILIYAH :
Dari Sayidi Syekh Muhammad Ash’Ad Abd Malik dari al Alim al al Alamah Ahmad an Nahrawi al Maki dari Mufti Mekah-Madinah al Kabir Sayid Shalih al Hanafi ra. 

Thoriqoh al ‘Alawiya al ‘Idrusyiah al ‘Atha’iyah al Hadadiah dan Yahyawiyah :
al Alim al Alamah Qutb al Kabir al Habib ‘Ali bin Husain al ‘Athas.
Afrad Zamanihi Akabir Aulia al Alamah al habib Hasan bin Qutb al Ghauts Mufti al kabir al habib al Iamam ‘Utsman bin Abdullah bin ‘Aqil bin Yahya Bรข ‘Alawi.
Al Ustadz al kabir al Muhadits al Musnid Sayidi al Al Alamah al Habib Abdullah bin Abd Qadir bin Ahmad Bilfaqih Bรข ‘Alawi.
Al Alim al Alamah al Arif billah al Habib Ali bin Sayid Al Qutb Al Al Alamah Ahmad bin Abdullah bin Thalib al ‘Athas Bรข ‘Alawi.
Al Alim al Arif billah al Habib Hasan bin Salim al ‘Athas Singapura.
Al Alim al Alamah al Arif billah al Habib Umar bin Hafidz bin Syekh Abu Bakar bin Salim Bรข ‘Alawi.

Dari guru - guru tersebut beliau mendapat ijazah menjadi Mursyid, hirqah dan ijazah untuk bai'at, talqin dzikir Khos dan ‘Am.

Thoriqoh Al Qadiriyah an Naqsyabandiyah :
Dari Al-Alim Al-Alamah tabahur dalam Ilmu syaria’at, thariqah, hakikat dan tashawuf Sayidi al Imam ‘Ali bin Umar bin Idrus bin Zain bin Qutb al Ghauts al Habib ‘Alawi Bรขfaqih Bรข ‘Alawi, Negara Bali. 
Sayid Ali bin Umar dari Al Alim al Alamah Auhad Akabir Ulama Sayidi Syekh Ahmad Kholil bin Abd Lathif Bangkalan, ra.

Juga dari kedua guru beliau tersebut, Al-Habib Muhammad Luthfi mendapat ijazah menjadi mursyid, hirqah, talqin dzikir dan ijazah untuk bai’at talqin. 

Jami’ut-thuruq (semua thariqat) dengan sanad dan silsilahnya: 
Al-Imam Al-Alim Al-Alamah Al-Muhadits al Musnid al Mufasir Qutb al Haramain Syekh Muhammad al Maliki bin Imam Sayid Mufti al Haramain ‘Alawi bin Abas al Maliki al Hasni al Husaini Mekah. Darinya, Maulana Habib Luthfi mendapat ijazah mursyid, hirqah, talqin dzikir, bai’at Khas, dan ‘Am, kitab - kitab karangan syekh Maliki, wirid - wirid, hizib - hizib, kitab - kitab hadits dan berikut sanadnya.

THORIQOH TIJANIAH :
Al Alim al Alamah Akabir Aulia al Kiram ra’su al Muhibin Ahli bait Sayidi Sa’id bin Armiya, Giren Tegal. 
Kyai Sa’id menerima dari dua gurunya; pertama, Syekh ’Ali bin Abu Bakar Bรขsalamah. Syekh Ali bin Abu Bakar Bรขsalamah menerima dari Sayid ‘Alawi al Maliki. Kedua, Syekh Sa’id menerima langsung dari Sayid ‘Alawi al Maliki.

Dari Syekh Sa’id bin Armiya itu Maulana Habib Luthfi mendapat ijazah, talqin dzikir, dan menjadi mursyid dan ijazah bai’at untuk Khas dan ‘Am.

GURU - GURU BELIAU.
Habib Ali bin Hasyim bin Umar Bin Yahya (ayah),
Habib Ahmad bin Ali bin Ahmad bin Abdullah bin Thalib Alattas (Pekalongan),
Habib Husein bin Hasyim bin Umar Bin Yahya (Pekalongan),
Habib Abubakar bin Abdullah Alattas (Pekalongan),
Habib Hamid al-Habsyi,
Syaikh Ahmad bin Mahfudz,
Habib Muhammad bin Husein bin Ahmad bin Abdullah bin Thalib Alattas (Pekalongan),
Syaikh Muhammad Kaukab bin Muslim (Benda Kerep Cirebon),
Syaikh Muhtadi bin Muslim (Benda Kerep Cirebon),
Syaikh Arsyad bin Muhammad Amin (Benda Kerep Cirebon)
Syaikh Muhammad Bajuri (Sudimampir Balongan Indramayu)
Syaikh Masyhadi bin Muslim bin Utsman (Karangampel Indramayu),
Habib Sholeh bin Abdullah al-Hinduan (Karangampel Indramayu),
Habib Abubakar bin Abdullah Ba’abud (Indramayu),
Habib Alwi bin Yusuf bin Ahmad Bin Yahya (Indramayu),
Habib Muhammad bin Thoha bin Umar Bin Yahya (Indramayu),
Habib Muhammad bin Hasyim bin Umar Bin Yahya (Kliwed Kertasemaya Indramayu),
Habib Syaikh bin Abubakar bin Syaikhan Bin Yahya (Jagasatru Cirebon),
Habib Muhammad bin Umar bin Abubakar Bin Yahya (Pegagan Palimanan Cirebon)
Habib Ahmad bin Ismail Bin Yahya (Jenun Arjawinangun Cirebon),
Habib Umar bin Ismail Bin Yahya (Panguragan Cirebon),
Habib Ibrahim bin Ismail Bin Yahya (Gegesik Cirebon),
Habib Idrus bin Muhammad bin Idrus al-Habsyi (Cirebon),
Habib Ali bin Husein Alattas (Cikini Jakarta),
Habib Umar bin Hud Alattas (Jakarta),
Habib Ali bin Ahmad bin Abdullah bin Thalib Alattas (Pekalongan),
Habib Yahya bin Hasyim bin Umar Bin Yahya (Pekalongan),
Habib Abdullah bin Salim Maulachelah (Pekalongan),
Habib Zain bin Ali al-Jufri (Semarang),
Habib Idrus bin Muhammad Assegaf (Semarang),
Habib Anis bin Alwi bin Ali al-Habsyi (Solo),
Habib Abdul Qadir bin Abdurrahman Assegaf (Solo),
Habib Umar bin Abdul Qadir Alaydrus (Solo),
Habib Ahmad bin Ali Bafaqih (Tempel Sleman Jogjakarta),
Habib Umar bin Thoha Bin Yahya (Surabaya),
Habib Muhammad bin Idrus al-Habsyi (Surabaya),
Habib Sholeh bin Muhsin al-Hamid (Tanggul Jember),
Habib Muhsin bin Hadi al-Hamid (Beran),
Habib Abdullah bin Abdul Qadir Bilfaqih (Malang),
Habib Hasan bin Utsman Bin Yahya,
Habib Utsman bin Alwi bin Utsman Bin Yahya (Jakarta),
Habib Muhammad bin Aqil Bin Yahya (Jakarta),
Habib Ahmad bin Muhammad al-Haddad (Jakarta),
Habib Abdul Qadir bin Ahmad Assegaf (Mekkah),
Habib Ahmad Masyhur al-Haddad (Tarim Yaman),
Syekh Sa’duddin al-Halabi ad-Dimasyqi (Mekkah),
Habib Muhammad bin Alwi al-Maliki (Mekkah),
Habib Umar bin Muhammad bin Hafidz Bin Syaikh Abubakar bin Salim (Tarim Yaman),
Habib Zain bin Ibrahim bin Smith (Madinah),
Habib Muhammad bin Alwi al-Habsyi (Tarim Yaman),
Habib Hasan bin Salim Alattas (Singapura),
Syaikh Abdullah al-Faqih bin Umar al-Khathib (Singapura),
Habib Ali bin Umar Bafaqih (Negara, Bali),
Habib Muhammad al-Qadhi al-Kaf (Tegal),
Habib Hasan bin Husein bin Muhammad al-Haddad (Tegal),
Habib Muhammad bin Ali bin Thoha al-Haddad (Tegal),
Habib Aqil bin Abdullah Bin Yahya (Kadipaten Majalengka),
Syaikh Muhammad bin Abdullah Haujah (Semarang),
Habib Idrus bin Abubakar al-Habsyi (Surabaya),
Syarifah Zahra binti Abubakar bin Umar Bin Yahya (Surabaya),
Syarifah Khadijah binti Hasyim Bin Yahya (Pekalongan),
Syarifah Syaikhun binti Syaikh bin Alwi Bin Yahya (Jakarta),
Syaikh Abdullah bin Nuh (Bogor),
Syaikh Mahfudz bin Anwar (Blado Pekalongan),
Syaikh Ali Bamahramah,
Habib Hamid bin Muhammad al-Hanafi bin Salim Bin Yahya (Mekkah),
Habib Muhammad bin Aqil Bin Yahya (Sokaraja Purwokerto),
Sayyid Syaikh Muhammad Abdul Malik bin Ilyas (Kedung Paruk Purwokerto),
Syaikh Muzni (Karangcengis Ajibarang Banyumas),
Syaikh Ali bin Abubakar Basalamah (Jatibarang Brebes),
Syaikh Manshur bin Nawawi (Kalimati Tegal),
Syaikh Suhrawardi bin Nawawi (Tegal),
Syaikh Said bin Armia (Giren Tegal),
Syaikh Abdul Jamil (Pemalang),
Syaikh Muhammad Dimyathi bin Nashir (Comal Pemalang),
Syaikh Muhammad Nur (Walangsanga Moga Pemalang),
Syaikh Muhammad Sholeh Madyani (Kebagusan Comal Pemalang),
Syaikh Abdul Fattah bin Thohir (Kradenan Bangkalan),
Syaikh Irfan (Kertijayan Pekalongan),
Syaikh Ahmad Mudzakir bin Fadholi (Pekalongan),
Syaikh Ru’yah (Kaliwungu Kendal),
Syaikh Muhammad Ma’shum (Lasem Rembang),
Syaikh Abdullah Salam (Kajen Pati),
Syaikh Abdullah Hadziq bin Hasbullah (Jepara),
Habib Ali bin Muhammad bin Syihab,
Habib Salim bin Abdullah asy-Syathiri (Tarim Yaman),
Habib Ali bin Muhammad bin Abdul Qadir Assegaf (Tuban),
Sayyid Afifuddin al-Jilani,
Sayyid Syaikh Muhammad Nadzim Adil al-Haqqani (Siprus),
Syaikh Muhammad bin Abdul Bari Tegal,
Syaikh Zuhdi (Cikura Tegal),
Syaikh Rais bin Armia (Cikura Tegal),
Syaikh Utsman Abid al-Bamawi asy-Syadzili,
Habib Aqil bin Muhammad Ba’abud (Purworejo), dan
Habib Abu Bakar al-‘Adni bin Ali al-Masyhur (Tarim Yaman).

Keseharian Kegiatan dan Aktifitas Habib Luthfi bin Yahya diantaranya :

Pengajian Thoriqoh tiap Jum’at Kliwon (Acara Kliwonan di Kanzus Sholawat)
pagi (Jami’ul Usul Thariq al-Aulia).
Pengajian Ihya 'Ulumidin tiap Selasa malam.
Pengajian Fath al-Qarib tiap Rabu pagi (Khusus untuk ibu-ibu).
Pengajian Ahad pagi, pengajian thoriqoh (Khusus ibu-ibu).
Pengajian tiap bulan Ramadhan (Untuk santri tingkat Aliyah).
Da’wah ilallah berupa umum di berbagai daerah di Nusantara.
Rangakain Maulid Kanzus (lebih dari 60 tempat) di kota Pekalongan dan daerah sekitarnya. 
Dan kegiatan lainnya.

PERANAN DI JAM'IYYAH NAHDLATUL ULAMA.
Habib Luthfi Bin Yahya ini selain sebagai seorang Ulama, beliau juga aktif dalam organisasi Nahdlatul Ulama sebagai salah satu anggota Syuriyah PBNU. Beliau juga merupakan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia di Jawa Tengah. Selain itu, beliau juga adalah Ra’is ‘Am Jam’iyah Ahlu Thariqah al Mu’tabarah an Nahdiyah - JATMAN.

PENDIRI THARIQAH MATAN.
Mahasiswa Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyyah (MATAN) adalah organisasi Thariqah untuk kalangan mahasiswa yang diprakarsai oleh Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Yahya Pekalongan

Ro'is 'am JATMAN (Jamiyyah Ahlith Thariqah Al Mu'tabarah An Nahdliyyah) yang berafiliasi kepada organisasi Islam Nahdlatul Ulama. 

KARIER.
1. Rais Am Jam’iyyah Ahlith ath-Thariqah al-Mu’tabaroh an-Nahdliyyah (JATMAN), 2005 - 2010 (periode kedua).

2. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Jawa Tengah (2005 - 2010)

3. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Kota Pekalongan (2005 - 2010)

4. Paguyuban Antar Umat Beriman (Panutan) Kota Pekalongan.

5. Ketua Sufi seluruh Dunia.

KISAH TELADAN.
Meski secara nasab beliau keturunan Nabi Muhammad SAW, tak pernah sedikit pun ada rasa sombong, meremehkan orang lain, termasuk non Arab (‘Ajam). Selain didikan keluarga, sejumlah kyai yang pernah menjadi gurunya turut andil besar dalam mencetak kepribadiannya.

“Abahnya, Habib Ali juga pernah nyantri pada Mbah Sholeh Darat (Semarang).

Jadi dalam keluarga beliau tak ada lagi istilah Arab - non Arab.

Dari sini tak mengherankan jika dalam kehidupan sehari - hari, Abah Habib Luthfi selalu menggunakan bahasa Jawa, bukan Indonesia apalagi Arab. Baik kepada santri maupun tamu yang dikenalnya. “Abah itu sudah njawani (cenderung Jawa), bukan habib yang eksklusif. Semua orang dan kalangan merasa dekat dengan beliau, karena Abah tak suka penghormatan yang berlebihan. Berapa pun jumlah orang yang ingin bersalaman, dilayani. Beliau malah tidak suka pengawalan khusus. Beliau sangat egaliter, merakyat,” timpal salah seorang dekatnya.

Tamu Abah Habib memang datang dari berbagai kalangan ; mulai dari pejabat pemerintah, anggota dewan, pengusaha, seniman, artis hingga rakyat jelata. Namun begitu beliau tak pernah membeda - bedakan. Dengan tekun Habib mendengarkan satu persatu permasalahannya untuk kemudian memberikan solusinya, sehingga mereka pun pulang dengan perasaan puas. Habib Luthfi memang seorang yang dikenal ‘gampangan’, tidak suka ruwet, apalagi neko - neko. Rumah beliau 24 jam siap menerima tamu, siapapun adanya. 

Untuk itu yang mengherankan sekaligus membanggakan adalah kondisi fisik Abah Habib Luthfi yang selalu fit meski sebagian besar waktunya terpakai untuk pergi keluar kota, demi dakwah Islam, khususnya thoriqoh. 
“Abah fisiknya luar biasa, jarang sakit meski aktivitasnya cukup tinggi, padahal makan saja tidak teratur,” Komentar Ketua PCNU Kota Pekalongan H. Abul Mafachir suatu ketika, sembari menjelaskan kekagumannya, “Abah Habib itu betah duduk berjam - jam hanya untuk sekadar ngobrol dengan para tamunya. Malahan kadang, tamunya itu tidak beliau kenal,” tambahnya.

PENGHARGAAN.
Berdasarkan "The Moslem 500" yang diselenggarakan oleh The Royal Islamic Strategic Studies Centre Amman, Yordania, Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Yahya Pekalongan merupakan salah satu tokoh muslim paling berpengaruh di dunia. 
Peringkat beliau, diantaranya ; tahun 2021 menduduki peringkat ke-32 seluruh dunia.

(Source... Laduni.id)

Semoga bermanfaat.
Semoga kita semuanya kelak di akhirat dikumpulkan bersama orang yang kita cintai sewaktu di dunia ini.
Aaamiin.

ุงู„ู„ู‡ู… ุตู„ ุนู„ู‰ ุณูŠุฏู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุงู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุจุฑูƒ ูˆุณู„ู… ุฏุงุกู…ุงูƒุซูŠุฑุง ูˆุงูƒุซุฑ

Ismail Zen (Si Mbah Ku )

Pak H. Ismail Zen ( Si Mbah ) adalah putra ke 4 dari H. Zaenudin Dawuhan. 
Seseorang yang rajin silaturahmi kepada kerabat-kerabat dan menyambung dulur-dulur yang jauh. 
Inisiator reuni keluarga dan sekaligus mengkodifikasikan silsilah keturunan. 
Setelah beliau pensiun dari PNS beliau sangat rajin silatul arham baik kepada yang lebih muda dan lebih tua. 
Yang ada difoto adalah buah karya dari KH. Ismail Zen semasa hidupnya. Mulai mencari foto, mengurutkan bahkan menghantarkan sampai ketujuan, hal ini dilakukan semata-mata nyambung seduluran.
Beliau juga menulis nama-nama anggota yang telah dimakamkan dimakam keluarga.
Semoga amal ibadah beliau diterima oleh Allah dan dosa-dosanya diampuni oleh Allah. Amin....
Selamat jalan pak Mail....
Jasa-jasa panjenengan akan kami kenang sepanjang masa...
ุงู„ู„ู‡ู…  ุงุบูุฑ ู„ู‡ ูˆุนุงูู‡ ูˆุงุนู ุนู†ู‡..... ุฃู…ูŠู†

Rabu, 18 Agustus 2021

*Sang Nabi Yang Waskita Dan 10 Syura*



Hasan dan Husain, nama tersebut telah dipersiapkan Baginda Nabi kepada dua cucu tercintanya. Sebagai ekspresi kepada sang maha pencipta. Begitu keduanya lahir, kecintaan Nabi kepadanya makin nyata. Tak ada waktu senggang yang terlewat oleh Nabi untuk menggendongnya, bermain bersama keduanya dalam larung kebahagiaan yang seolah tumpah.

Dalam gejolak kegembiraan itu, Nabi seringkali mencium pipi dua cucunya dalam senyum, namun juga tak jarang diiringi bisikan iba tangis, : "Musibah besar telah menunggumu, cucuku...".

Dalam sebuah riwayat ada satu cerita masyhur tentang waskita Nabi. Ketika itu Nabi bermain bersama kedua cucunya, sembari mengambil beberapa kerikil dari hamparan pasir. Abu Bakar yang mengamati betul ekspresi Nabi bertanya : "Untuk apa kerikil-kerikil itu, Yaa Rasulullah?," dengan suara terserak Nabi menjawab dengan rautan wajah penuh haru, "Sejatinya aku tengah memunguti darah cucuku yang tercecer." 

Abu Bakar seketika tertunduk, Nabi tertahan untuk berdiri. Langit seakan mendung, dan angin berhenti berhembus. Setelah itu, Abu Bakar tak sampai hati untuk membincang hal itu lagi. Dia yakin, semua ucapan Nabi adalah kebenaran. Ilustrasi peristiwa yang akan datang itu seolah terbaca di pelupuk mata.

Waktu berjalan, masa berganti, sejarahpun mengafirmasi, bahwa nubuat itu benar-benar terbukti. Tepat setengah abad setelah wafatnya sang Nabi, darah cucu terkasih itu benar-benar tumpah di padang Karbala. 10 Muharram 61 H.

Dan...
Selain rasa takjub, satu hal yang tak henti membuat kita terpesona kepada Nabi ialah : kebesaran hatinya meridloi segala duka. 

Pojok Aula Diponegoro
10 Syuro 1443 H

[๐Ÿƒ`CINTAILAH DZURRIYYAH NABI ‎๏ทบ, ‏JANGAN DIBENCI


-
Suatu ketika Nabi ๏ทบ tengah berada di rumah Sayyidina 'Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu. Cucunya Beliau, Sayyidina Husain, mendekat dan berkata sambil mengulurkan gelas: "Kakek, aku haus, berilah aku minum."

Rasulullah ๏ทบ segera bergegas menuju halaman belakang dan memerah susu unta mereka di belakang rumah.

Lalu masuk lagi ke rumah yang segera disambut oleh Sayyidina Hasan, kakak Sayyidina Husain: "Aku mau susu itu, Kek."

"Di manakah adikmu Sayyidina Husain? Biarkan ia minum lebih dahulu, dan minumlah engkau sesudahnya!"

Sayyidah Fatimah az-Zahra radhiyallahu 'anha yang mendengar itu bertanya: "Adakah Sayyidina Husain lebih kaucintai daripada Sayyidina Hasan, wahai Rasul?"

Nabi menjawab: "Tidak, Fatimah. Keduanya sama-sama aku cinta. Hanya saja Sayyidina Husainlah yang meminta susu ini lebih dulu."

Nabi ๏ทบ lantas bersabda: "Aku dan kedua lelaki kecil ini yaitu Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husain, ibu keduanya (Sayyidah Fatimah) serta lelaki yang tengah berbaring itu (sambil menunjuk ke arah Sayyidina 'Ali bin Abi Thalib) akan berada di tempat yang sama di akhirat nanti."

Sayyidina 'Ali bin Abi Thalib karramallahu wajhah mengangkat kepalanya dan bertanya: "Dan para pencinta kita, wahai Rasulullah?"

Nabi Muhammad ๏ทบ menjawab sambil tersenyum kepadanya: "Ya betul, wahai Sayyidina 'Ali bin Abi Thalib, bersama para pecinta kita."

Kisah ini disarikan dari sebagian dawuh Al-Habib 'Umar bin Hafizh hafizhahullah.

Rasulullah SAW bersabda :

… ูˆู‡ู… ุนِุชْุฑَุชِูŠ , ุฎُู„ِู‚ُูˆุง ู…ِู†ْ ุทِูŠْู†َุชِูŠ , ูَูˆَูŠْู„ٌ ู„ِู„ْู…ُูƒَุฐِّุจِูŠْู†َ ุจِูَุถْู„ِู‡ِู…ْ , ู…ู† ุงุญุจู‡ู… ุงุญุจู‡ ุงู„ู„ู‡, ูˆู…ู† ุฃุจุบุถู‡ู… ุฃุจุบุถู‡ ุงู„ู„ู‡

“Mereka adalah keturunanku dan diciptakan dari tanahku. Celakalah dari ummatku yang mendustakan keutamaan mereka. Siapa yang mencintai mereka maka Allah akan mencintainya, siapa yang membenci mereka maka Allah akan membencinya”.

Rasulullah SAW bersabda :

ู…ู† ุฃุจุบุถู†ุง ุฃู‡ู„ ุงู„ุจูŠุช ูู‡ูˆ ู…ู†ุงูู‚

Siapa orang yang membenci kami ahlu bait adalah termasuk golongan munafik.

Rasulullah SAW bersabda :

ุฃู„ุง ูˆู…ู† ู…ุงุช ุนู„ู‰ ุจุบุถ ุขู„ ู…ุญู…ุฏ ู…ุงุช ูƒุงูุฑุง , ุฃู„ุง ูˆู…ู† ู…ุงุช ุนู„ู‰ ุจุบุถ ุขู„ ู…ุญู…ุฏ, ู„ู… ูŠุดู…ّ ุฑุงุฆุญุฉ ุงู„ุฌู†ّุฉ

Sungguh siapa yang mati dalam keadaan membenci keluarga Muhammad SAW, maka ia mati dalam keadaan kafir. Sungguh siapa yang mati dalam keadaan membenci keluarga Muhammad SAW, maka ia tidak akan mencium harumnya surga.

ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู…ُ ุจุงู„ู€ุตู€ูˆุงุจ

Silahkan share
Semoga Bermanfaat
ุขู…ูŠู†.. ุขู…ูŠู†.. ุขู…ูŠู† ูŠَุขุฑَุจْ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

ุงู„ู„ู‡ู… ุตู„ ุนู„ูŠ ุณูŠุฏู†ุง ู…ุญู…ุฏู† ุงู„ู†ุจูŠ ุงู…ูŠ ูˆุนู„ูŠ ุฃู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุณู„ู…

๐ŸŒนTRAGEDI PADANG KARBALA, AHLULBAIT TIDAK DENDAM๐ŸŒน



Assalamu'alaikum wr wb
Tatkala 71 orang terjatuh satu persatu. Tinggallah 1 orang di buat bulan - bulanan. Namun hati nya tetap saja beristighfar, memintakan ampun penyiksanya, tiap kali 1 panah menembusnya dan 1 sabetan pedang mengenainya, beliau hanya berucap : " Ampuni orang ini ya Allah ... ampunilah orang ini ..... dan riwayat menyebutkan tidak lebih dari 31 anak panah dan 34 sabetan pedang mengenainya, disitulah dia jatuh berlutut, semakin khusyuk beristighfar, hingga seorang bernama syimr bin dzin jausyan mengayun kan pedang nya dari belakang ke lehernya. Berakhirlah istighfarnya, dan beliau meninggalkan dunia ini, bersih, tak pernah membawa kebencian, dan mencaci maki para penyiksanya.  lalu kepalanya dipancung bahkan dikisahkan kepala yang selalu diciumi oleh Baginda Nabi Muhammad itu dijadikan bola tendang dan ditusukkan ke tombak

Beberapa waktu setelah tragedi Karbala, Yazid bin Muawiyah memerintahkan eksekusi terhadap beberapa orang jenderal sebab suatu masalah. Salah satunya adalah lelaki yang juga terlibat dalam pembantaian di Karbala.

Karena merasa terancam, lelaki itu melarikan diri ke Madinah. Di sana, ia menyembunyikan identitasnya dan tinggal di kediaman Imam Ali Zainal Abidin bin Husein, cicit Rasulullah yang selamat dari pembantaian Karbala. Di rumah sosok yang dikenal sebagai 'as-Sajjad' (orang yang banyak bersujud) ini, lelaki itu betul-betul dijamu dengan baik.

Ia disambut dengan sangat ramah,  disuguhi jamuan yang layak . Setelah tiga hari, lelaki pembantai dalam tragedi Karbala itu pamit pergi. 
Lelaki itu sudah duduk di atas pelana kudanya, namun ia tak kuasa beranjak. Ia termenung atas kebaikan sikap As-Sajjad. Ia merasa terenyuh karena sang tuan rumah tak mengenali siapa dia sebenarnya.

Kenapa engkau tak beranjak?" tegur As-Sajjad. Lelaki itu diam sejenak, lalu ia menyahut, "Apakah engkau tidak mengenaliku, Tuan?" Giliran As-Sajjad yang diam sejenak, kemudian ia berkata, "Aku mengenalimu sejak kejadian di Karbala." Lelaki itu tercengang. 
"Kalau memang engkau sudah mengenaliku, mengapa kau menjamuku

As-Sajjad menjawab, "Itu (pembantaian di Karbala) adalah akhlakmu. Sedangkan ini (keramahan) adalah akhlak kami. Itulah kalian, dan inilah akhlak kami".


๐ŸŒปKISAH ABUL FADHL ABBAS DALAM PERISTIWA KARBALA๐ŸŒป


 
๐Ÿ•ธ
Assalamu'alaikum wr wb..
Dalam sejarah Tragedi Karbala, sosok yg sangat menonjol dalam barisan pasukan Imam Husain Ra adalah Abu Fadhl Abbas, yg merupakan adik dr Imam Husain Ra lain ibu.

Abul Fadhl Abbas adalah pemuda Bani Hasyim yg paling unggul. Dialah pemegang panji2 pasukan Imam Husain Ra, Dialah lambang kesetiaan dan namanya akan senantiasa dikenang, dihargai dan dihormati untuk selamanya. Ibu Abbas adalah Ummul Banin, berasal dari suku yg terkenal kegigihan dan keberaniannya.

Ummul Banin menikah dengan Imam Ali Ra, dan dikarunia empat orang putra. Putra pertamanya adalah Abbas. Pada hari Asyura, putra2 Ummul Banin mempertaruhkan hidup mereka dengan cara terhormat dan mulia sehingga sampai detik hari ini pun darah mereka yang tertumpah di padang Karbala memunculkan generasi2 pejuang islam. Nama mereka terukir indah di sepanjang sejarah Islam.

Abbas dalam bahasa arab berarti singa. Dialah singa yg membuat siapa pun terpesona. Sesuai dengan namanya, segala perilaku Abbas mengagumkan. Roman muka Abbas sangat rupawan. Tubuhnya tinggi semampai. Abbas juga memiliki kekuatan yg tak tertandingi dan spiritualitas yang tinggi. Dibandingkan pemuda Bani Hasyim lainnya, Abbas paling menonjol dan unggul. Dia tak tertandingi kecuali oleh Imam Husain Ra, sang kakak.

Imam Ja’far Ash-Shadiq  berkata, "Pamanku, Abbas, adalah lelaki yg berhati bersih dan memiliki keimanan kuat. Dia berjihad di jalan Allah bersama Abu Abdillah (Imam Husain Ra) dan melewati ujian Ilahi dengan keberhasilan yang utuh."

Imam Ali Zainal Abidin berkata, "Semoga Allah melimpahkan rahmatNya kepada pamanku, Abbas, yg telah mengorbankan hidupnya demi saudaranya dengan kedua tangannya yg tertebas. Allah yang Maha Kuasa menganugerahkan kepadanya sepasang sayap yg memudahkannya terbang menuju surga bersama para malaikat sebagaimana Allah telah menganugerahkan hal yg sama kepada Ja’far bin Abi Thalib."

Abbas mendapatkan kehormatan karena dididik, dirawat dan dilatih oleh tiga orang Imam suci, yaitu ayahnya yang mulia, Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib , kedua saudaranya yang mulia, Imam Hasan as dan Imam Husain, Rona wajah Abbas bercahaya bak bulan purnama dan keelokannya tiada tara. Karena segala kebaikan dan keelokan yang dimilikinya itulah Abbas diberi gelar Rembulan Hasyimi.

Ada 3 peristiwa yg sangat mengharukan mengenai Abul Fadhl Abbas...

#Peristiwa_mengharukan_yg_pertama adalah pada saat usia Abu Fadhl Abbas masih kanak2 (usia Imam Husain as dengan adiknya Abu Fadhl Abbas berjarak 22 tahun).

Abu Fadhl Abbas kecil sedang membawa air minum dalam satu wadah air yg ukurannya agak besar bagi usia anak2, dan air tersebut tumpah menimpa bajunya.

Imam Ali Ra, yg menyaksikan ini, lalu berkata kepada Abbas, "Anakku Abbas, air minum yg engkau bawa itu untuk siapa?"

Abbas menjawab, "Air minum ini akan aku serahkan kepada Maulaku Husain ayah, mungkin dia haus."

Mendengar jawaban Abbas kecil ini, Imam Ali Ra terharu sedih dan berkata, "Anakku Abbas kelak engkau juga akan membawakan air minum untuk Husain yg sedang menderita kehausan yg sangat mencekik leher di Karbala."

#Peristiwa_mengharukan_yg_kedua, pada suatu waktu sedang berkumpul keluarga besar Imam Ali as dan kemudian tiba2 Imam Ali Ra berkata, "Semua yg bukan keturunan Fatimah Ra harap keluar!"

Lalu semua keluar, namun ada pemandangan yang mengharukan hati..

Abul Fadhl Abbas juga berdiri untuk keluar dan Imam Ali Ra pun berteriak, "Anakku Abbas, mau kemana?"

Abbas berkata, "Aku bukan anak bunda Fatimah ayah."

Imam Ali as pun berkata, "Anakku Abbas, engkau adalah penghibur Zahra ."

Abul Fadhl Abbas membuktikan kesetiaannya dan kewilayahannya kepada Imam Husain as, hingga beliau menjemput kesyahidan berada dipangkuan Maulanya sekaligus kakaknya Imam Husain , dan makam beliau di Karbala berdampingan dengan kakaknya Imam Husain .

#Peristiwa_memilukan_yg_ke_3 adalah bahwa Abu Fadhl Abbas, adik Imam Hasan as dan Imam Husain as lain ibu dr kecilnya selalu memanggil kedua Imam Ahlulbait  itu dengan panggilan Maula (Pemimpin), namun pada akhir hayat menjelang kesyahidan beliau, Abu Fadhl Abbas memanggil Imam Husain  dengan panggilan Kakak atas permintaan terakhir dr Imam Husain.

Di hari Asyura, Imam Husain  memeluk Abu Fadhl Abbas bin Ali bin Abi Thalib yang telah terbaring. 

Pemandangan yang menyedihkan. Tangannya sudah terpisah. Panah menusuk mata kanannya dan darah menghalangi pandangan mata kirinya. 

Abbas merasakan kehadiran Imam Husain melalui suara langkahnya dan berkata; 

"Maulaku, mengapa engkau ambil resiko untuk datang ke sini? Kembalilah ke tenda dan temui Sukainah."

Imam Husain  berkata, "Saudaraku, seluruh hidupmu kau persembahkan untukku dan anak-anakku. Adakah sesuatu yang bisa aku lakukan di akhir hidupmu?"

Abbas menjawab, "Maulaku, aku punya beberapa keinginan. Ketika aku lahir, yang pertama aku lihat adalah wajahmu dan sudah menjadi keinginanku ketika aku wafat pandanganku juga tertuju padamu. Mataku yang satu ditembus oleh panah, dan yang satunya dipenuhi darah. Jika engkau berkenan untuk membersihkan mataku agar aku dapat melihatmu dan terpenuhilah keinginanku.

Keinginanku yang kedua, janganlah bawa tubuhku ini ke kemah. Aku telah berjanji membawa air kepada Sukainah dan karena aku gagal memenuhi keinginannya, aku tidak sanggup memandang wajahnya walaupun aku sudah wafat. Lagipula aku tahu, serangan yang engkau terima sejak pagi hari telah melelahkanmu dan membawa tubuhku ke kemah akan lebih melelahkan bagimu.

Keinginanku yang ketiga, jangan sampai Sukainah datang ke sini dan melihat kondisiku. Aku mengetahui cinta dan kasih sayang yang dia berikan untukku. Pemandangan tubuhku di sini akan membunuhnya."

Imam pun membersihkan darah, Abbas memperbaiki pandangannya pada Imam. Imam Husain  memeluk Abbas dan mencium keningnya.

Imam Husain berkata, "Abbasku, aku pun juga memiliki satu permintaan darimu. Sejak kecil engkau selalu memanggilku ‘Maula’ (Pemimpin). Untuk terakhir ini, panggillah aku ‘kakak’ dengan suara beratmu."

Abbas, dengan suara terbata-bata kemudian berkata, "Kakakku… Kakakku…"


๐Ÿฆ„ KISAH DZULJANAH KUDA KESAYANGAN AL-HUSEIN, PERINGATAN HARI 10 MUHARRAM๐Ÿฆ„



๐Ÿ•ธ
Assalamu'alaikum wr wb.. 
Dzuljannah adalah nama kuda Imam Husain  yang diberikan Rasulullah saw untuk menemani Al Husain di Karbala 

๐Ÿ’Œ Diriwayatkan :

Ketika Husain masih kecil, ia pernah pergi ke kandang Dzuljannah dan memperhatikannya. Dzuljannah adalah kuda stallion putih yang gagah dan kuat, yang dimiliki oleh seorang Arab, bernama Haris. Nama asli Dzuljannah adalah Murtajiz dan Maimun, dinamakan Dzuljannah karena suara ringkikannya merdu, nyaring dan melengking, sehingga membedakannya dari kuda yang lain.

Melihat cucunya memperhatikan dengan seksama kuda itu dan seakan sedang terjadi percakapan yang misterius, Nabi saw kemudian bertanya: 

"Husain-ku sayang, inginkah kamu menaiki kuda itu?"

Husein Menjawab : 

"Ya Kakek, aku mau."

Nabi saw lantas meminta agar kuda itu diberi pelana. Ketika Husain mendekat, tiba-tiba kuda itu merunduk seakan duduk diatas tanah agar memudahkan anak itu menungganginya. Nabi saw kemudian membeli kuda itu dari Haris untuk cucunya.

Para sahabat yang hadir melihat kejadian tersebut merasa senang melihat cucu Nabi saw menunggangi kuda itu, dan kuda itupun sangat memperhatikan penunggangnya. 

Ketika Nabi saw melihat kejadian ini, air mata beliau pun mulai mengalir di pipinya. Seketika pertemuan berubah menjadi kesedihan dan para sahabat mulai mencucurkan air mata.

Salah satu dari mereka bertanya kepada Nabi SAW : 

"Hari ini adalah suasana gembira melihat cucumu berada diatas punggung kuda, tapi mengapa engkau menangis?"

Nabi saw menjawab: 

"Kalian tidak akan membayangkan apa yang telah kulihat. Adegan itu sangat jelas di depan mataku, karena Murtajiz yang anggun ini telah memanggul cucu tersayangku di punggungnya dengan hati-hati dengan menekuk keempat kakinya. 

Kelak, akan datang saatnya ketika cucuku tidak akan mampu menjaga dirinya di atas pelana karena kondisinya yang terluka parah dan kuda yang sangat anggun ini, Murtajiz, akan menurunkan cucuku di atas pasir gurun yang membakar padang Karbala dengan perhatian yang sama, menekuk keempat kakinya dan duduk di tanah, seperti yang baru dilakukannya."

Mendengar kisah sedih ini, pecahlah tangisan para sahabat.

๐Ÿ’Œ Saat peristiwa Karbala...

Pada hari ini Iman Husein cucu kesayangan Nabi dan keluarganya sekitar 70 orang di cincang rame rame oleh sekitar 300 orang utusan  Yazid bin Muawiyah.

Seluruh keluarga Cucu kesayangan Nabi di tumpas KELOR termasuk perempuan anak anak bahkan bayi.
Tinggalah Sang Iman Husein  sendiri. Iman Husein yang sangat disayang Nabi menjadi bulan bulanan ratusan tentara 

 Betapa kejinya mereka, betapa biadabnya mereka. Demi kekuasaan dunia buta mata dan  hatinya sampai bangga berbuat begitu sadis terhadap cucu kesayangan Nabi.
Iman Husein dicincang bak binatan buruan. Kepalanya langsung dipenggal dan sangat dihinakan dengan bangganya.
Mayat mayat keluarga Iman Husein yang sudah tak berbentuk berserakan ditinggal begitu saja. Hanya Kepala Cucu kesayangan Nabi yang dicincang 

Kuda(kuda Arab berwarna putih berambut pirang) yang di tunggangi IMAM HUSEIN BIN ALI THALIB adalah bernama DZULJANAH , merupakan kuda ROSULLULAH SAW yang di berikan kepada HUSEIN ketika masih kecil .

Ketika IMAM HUSEIN tersungkur dan jatuh pada pertempuran karbala(680 M).
DZULJANAH jalan mengitarinya , melindungi junjungannya dari serangan musuh yang datang.ia mengusap kepala IMAM HUSEIN yang bersimbah darah dengan kepalanya.puluhan orang merangsek mendekati DZULJANAH .tapi ia dengan tegas mengibaskan kaki dan ekornya , bergeliat begitu perkasa ,sehingga beberapa orang dan kuda kuda lainnya jatuh binasa ,merasa aman DZULJANAH kembali kepada IMAM HUSEIN mengusap dan menghirup darah yang mengalir dari kepala IMAM HUSEIN ,ketika melihat IMAM sudah tidak bernyawa ,lalu ia melengking dengan keras ,jeritan , teriakan , kesedihan atas perpisahan nya.kemudian dengan cepat ia lari ke tenda perempuan dan anak-anak ,setelah itu DZULJANAH tidak pernah terlihat lagi ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

Semoga Allah SWT merahmati cucu Baginda Rasulullah Saw.....IMAM HASAN DAN HUSEIN ... Dan Semoga kelak kita mendapatkan syafaat Rosulullah SAW.. 
Aamiin ๐Ÿ˜“๐Ÿ˜“

Kisah berikutnya di.. 
https://www.facebook.com/groups/674568932989207/?ref=share

Senin, 16 Agustus 2021

๐Ÿ‚ 6 Manfaat keutamaan sholawat :



1. Sholawat pembuka pintu ilmu 

Allahumma sholli wasallim 'alaa sayyidinaa Muhammadin sholaatan tukhrijunii bihaa min zhulumaatil wahmi, watukrimunii binuuril fahmi, watuwadhdhihu lii maa isykila hattaa yufhama innaka ta'lamu walaa a'lamu waanta 'allaamul ghuyuubi".

Artinya :

Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW., yang dengan sholawat tsb. Engkau keluarkan aku dari kegelapan ragu-ragu dan berikanlah aku dengan sinar kefahaman dan karuniakan kejelasan kepadaku segala apa-apa yang aku merasa sukar/sulit, sehingga dapat dimengerti/difahami. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui, sedang aku tidak mengetahui, dan Engkau mengetahui sesuatu yang gaib.

Fadhilah dan manfaatnya Sholawat ini :

Barang siapa yang memperbanyak membaca Sholawat tersebut terutama sekali bagi siswa siswi atau mahasiswa ataupun siapa saja yang sedang menuntut ilmu, maka insya Allah akan dibuka pintu kecerdasan , kefahaman sehingga mudah mengerti terhadap ilmu yang dipelajari.

2. Sholawat Al In 'am ( pintu segala anugrah )

Shalawat Al-In’am

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุตَู„ِّ ูˆَุณَู„ِّู…ْ ูˆَุจَุงุฑِูƒْ ุนَู„ู‰َ ุณَูŠِّุฏِู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏٍ ูˆَุนَู„ู‰َ ุขู„ِู‡ِ ุนَุฏَุฏَ ุฅِู†ْุนَุงู…ِ ุงู„ู„ู‡ِ ูˆَุฅِูْุถَุงู„ِู‡ِ

 

“Ya Allah berikanlah shalawat, salam dan berkah kepada pemimpin kami Nabi Muhammad dan kepada keluarganya, sejumlah kenikmatan Allah dan karunia-Nya.”

Syekh al-Quthb Ahmad Dardir al-Khalwatiy Radhiyallahu Anhu menyebutkan redaksi shalawat al-In'am dalam kitab kumpulan shalawat beliau, As-Shalawat ad-Dardiriyyah. Syekh Ahmad Bin Muhammad as-Shawiy al-Malikiy al-Khalwatiy Radhiyallahu Anhu menyebutkan: "Shalawat al-In'am merupakan  bagian dari penyebab terbukanya pintu-pintu keni'matan dunia dan akhirat bagi orang yang mendapatkannya. Pahala membacanya sangat besar tak terhigga. Dapat kamu ketahui bahwa pahala itu ditentukan sesuai dengan besarnya tuntutan dari shalawat tersebut.

 

Pernyataan Kalimat " sejumlah kenikmatan Allah" artinya: kekuasaan Allah itu memiliki taalluq (hubungan) dengan segala ni'mat dunia maupun akhirat. Sedangkan kalimat " sejumlah karunia-Nya" artinya: kekuasaan Allah bertaalluq (hubungan) dengan seluruh anugrah dunia dan akhirat. Kesimpulan makna kedua kalimat tersebut adalah permohonan Shalawat kepada Allah untuk dilimpahkan kepada Nabi Muhammad dengan jumlah shalawat yang tak terhingga.

 

Tidak ada satu ni'mat maupun anugrah yang ada di alam ini melainkan terjadi dengan kehendak Allah. Ni'mat serta anugrah Allah tidak terhingga jumlahnya. Jangankan menghitung, mensyukurinya pun manusia sulit. Kalkulator, computer serta alat canggih mana yang bisa dijadikan alat untuk menghitung ni'mat Allah.

3. Sholawat penolak bala 

Allahumma shalli wa sallim ‘alaa say­yidina Muhammad shalatan tusallimunaa bihaa wa tusallimu ahlanaa wa awlaadanaa wa aqribaa-anaa wa ahbabana wa mu'allimiina wa muta'allimiina wa ashdiqaa-ana wa jira­a-anaa wa tusallimu buyutanaa wa masaajidanaa wa ma’aahidanaa wa madaarisanaa wa ma­zaari’anaa wa makaatibanaa wa jamii’a ma­hallatinaa wa amwaalinaa wa min syarri zal­zalatil-ardhi wa harakaatihaa wa min syarril ­amthaari war- riyaahi wash-shawaa’iqi wa ghairihaa wa min syarris-sayyaarati wath­-thaa-irati wal-bawakhiri wa jami’il-mar­kuubati wa anwaa’iha wa min syarril-wabaa’i wal aafรกati wal-‘aahaati wa asybahiha wa min syarril-jinni wal-insi wal-wuhuusyi wath-­thaghuuti wasy-syayaathini wa makaayidihaa wa minat-taradi wal-hadmi wal-gharqi wa jami’il mashaa-ibi wa mukhtalifatihaa wa min kulli balaa-in fiddiini wad-dunyaa wal-aakhirati bijaahil- mushthafa wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallama tasliimaa.

 

"Ya Allah, limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami, Nabi Mu­hammad SAW, shalawat yang memberi­kan keselamatan kepada kami, keluarga kami, anak-anak kami, kerabat kami, orang-orang yang kami cintai, guru-guru kami, anak didik kami, teman-teman kami, dan tetangga-tetangga kami, de­ngan shalawat yang menyelamatkan ru­mah-rumah, masjid-masjid, pondok-pon­dok pesantren, sekolah-sekolah, ladang-­ladang pertanian, kantor-kantor, dan se­mua tempat kami, serta harta benda kami, dan yang menyelamatkan dari gun­cangan bumi, hempasannya, dari hujan yang menghancurkan, dari angin (puyuh, topan, puting beliung), dari petir, dan lain-­lainnya, yang menyelamatkan dari baha­ya kendaraan, pesawat, kapal laut, dan segala macam angkutan, dan lain-lain­nya, shalawat yang menjaga kami dari kejahatan jin, manusia, binatang buas, thaghut, dan setan dengan tipu dayanya, jatuh dari jurang, kehancuran, tengge­lam, serta dari segala musibah dan ma­cam-macamnya, dan segala marabaha­ya di dalam agama, dunia, dan akhirat. Semoga, berkat Nabi Muhammad SAW, keluarga, serta sahabat-sahabatnya, kita mendapatkan keselamatan."

 

Kemudian membaca:

La hawla wa la quwwata illa billah (33 x).

"Tiada daya dan upaya kecuali de­ngan izin Allah."

 

La ilaha illallah Muhammadur-rasulullah fi kulli lamhatiw-wa nafasin ‘adada ma wasi’ahu ‘ilmullah (3x).

"Tiada Tuhan selain Allah, Nabi Muhammad adalah utusan Allah, dalam setiap kedipan mata dan embusan napas sebanyak bilangan yang tercakup dalam ilmu Allah."

4. Shalawat Anti Galau Dunia Akhirat
 

ุงَู„ู„ู‡ُู…َّ ุตَู„ِّ ุนَู„َู‰ ุณَูŠِّุฏِู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏٍ . ุงَู„ู„ู‡ُู…َّ ุตَู„ِّ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„ِّู…ْ . ูˆَุฃَุฐْู‡ِุจْ ุญُุฒْู†َ ู‚َู„ْุจِูŠ ูِูŠ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ูˆَุงู„ْุฃَุฎِุฑَุฉِ .

Allahumma shalli 'alaa sayyidina Muhammadin Allahumma shalli 'alayhi wa sallam wa 'adzhib huzna qalbii fii dunyaa wal akhirat

Artinya: "Ya Allah, berikanlah shalawat kepada Pemimpin kami Nabi Muhammad. Ya Allah, berikan kepadanya shalawat daln Salam. Hilangkan kesedihan hatiku di dunia dan akhirat."

 

Penjelasan:

Shalawat ini dinisbahkan kepada seorang wali besar yang merupakan keturunan Rasulullah shallallahu Alaihi wa sallam, al-Habib Ali Bin Hasan al-Atthas Radhiyallahu Anhu. Beliau berkata: "Salah satu penyebab datangnya futuh (terbukanya rahasia  dari Allah) kepada kami adalah dengan membaca doa ini. Shalawat ini termasuk doa yang sangat besar manfaatnya bila dibaca. Aku berharap manfaatnya merata kepada kaum muslimin sebagai doa yang mustajab."

Hendaknya shalawat ini dibaca pada malam Jum'at atau di hari Jum'at sebanyak 1000 kali.

5. Shalawat Ghayatul Muna (Shalawat Penggapai Puncak Cita-cita)

ijazah dari ulama maroko Sayyid Abdul Karim Baqqasy al-Idrisiy al-Hasaniy Hafizhahullah satu sholawat yang redaksinya:

 

ุงู„ู„ู‡ู… ุตู„ ุนู„ู‰ ุณูŠุฏู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ููŠ ูƒู„ ูˆู‚ุช ูˆุฃูˆุงู†، ูˆุฃู†ู„ู†ุง ุจุจุฑูƒุชู‡ ุบุงูŠุฉ ุงู„ู…ู†ู‰ ูˆุงู„ุณู„ูˆุงู† .

 

Allahumma sholli ala sayyidina muhammadin wa ala alihi Fikulli waktin wa awan. Wa anilna bibarokatihi ghayatal muna was sulwan

 

Artinya; Ya Allah, berikanlah shalawat kepada pemimpin kami Nabi Muhammad dan keluarga beliau setiap waktu dan kesempatan. Dan berikanlah kami anugrah dengan keberkahan beliau untuk mencapai puncak cita-cita dan harapan.

 

Shalawat ini pada asalnya terdapat dalam kitab "Nafhuz Zahril Arij Fi Nazham Maulidiyyah Ibni Samij" karya Sayyid Abdul Karim Baqqasy al-Idrisiy al-Hasaniy Hafizhahullah dengan redaksi nazham:

 

ุตู„ู‰ ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุฅู„ู‡ ููŠ ูƒู„ ูˆู‚ุช ูˆุฃูˆุงู† ** ูˆุฃู†ุงู„ู†ุง ุจุจุฑูƒุชู‡ ุบุงูŠุฉ ุงู„ู…ู†ู‰ ูˆุงู„ุณู„ูˆุงู†

 

Alhamdulillah kitab "Nafhuz Zahril Arij Fi Nazham Maulidiyyah Al-Allamah Ibni Samij" sudah alfaqir cetak dan tersimpan di perpustakaan Yayasan al-Muafah dari awal tahun 2011.

 

Semoga keberkahan shalawat tersebut menjadi Sababan Lahiqon (penyebab yang mengiringi) Busyra 'Aiilah (kabar gembira yang disegerakan) segala cita-cita al-Faqir dan bagi siapa saja yang mengamalkannya."

6. Shalawat untuk Melanggengkan Kebahagiaan Dunia dan Akhirat

ุงَู„ู„َّู‡ُู…َّ ุตَู„ِّ ุนَู„َู‰ٰ ู…ُุญَู…َّุฏٍ ูˆَุขู„ِ ู…ُุญَู…َّุฏٍ ูِู‰ ูฑู„ْุฃَูˆَّู„ِูŠْู†َ، ูˆุตَู„ِّ ุนَู„َู‰ٰ ู…ُุญَู…َّุฏٍ ูˆَุขู„ِ ู…ُุญَู…َّุฏٍ ูِู‰ ูฑู„ْุฃَุฎِุฑِูŠْู†َ، ูˆَุตَู„ِّ ุนَู„َู‰ٰ ู…ُุญَู…َّุฏٍ ูˆَุขู„ِ ู…ُุญَู…َّุฏٍ ูِู‰ ูฑู„ْู…َู„َุฅِ ูฑู„ْู„ุฃَ ุนْู„َู‰ٰ ، ูˆَุตَู„ِّ ุนَู„َู‰ٰ ู…ُุญَู…َّุฏٍ ูˆَุขู„ِ ู…ُุญَู…َّุฏٍ ูِู‰ ูฑู„ْู…ُุฑْุณَู„ِูŠْู†َ. ุงَู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฃَุนْุทِ ู…ُุญَู…َّุฏًุง ุงَู„ْูˆَุณِูŠْู„َุฉَ ูˆَูฑู„ุดَّุฑَูَ ูˆَูฑู„ْูَุถِูŠْู„َุฉَ ูˆَูฑู„ุฏَّุฑَุฌَุฉَ ูฑู„ْูƒَุจِูŠْุฑَุฉَ، ุงَู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฅِู†ِّู‰ ุขู…َู†ْุชُ ุจِู…ُุญَู…َّุฏٍ ูˆَุขู„ِู‡ِ ูˆَู„َู…ْ ุฃَุฑَู‡ُ ، ูَู„ุงَ ุชَุญْุฑِู…ْู†ِู‰ ูŠَูˆْู…َ ูฑู„ْู‚ِูŠَุงู…َุฉِ ุฑُุคْูŠَุชَู‡ُ، ูˆَุงุฑْุฒُู‚ْู†ِู‰ ุตُุญْุจَุชَู‡ُ، ูˆَุชَูˆَูَّู†ِู‰ ุนَู„َู‰ ู…ِู„َّุชِู‡ِ، ูˆَุงุณْู‚ِู†ِู‰ ู…ِู†ْ ุญَูˆْุถِู‡ِ ู…َุดْุฑَุจًุง ุฑَูˆِูŠًّุง ุณَุงุฆِุบًุง ู‡َู†ِูŠْุฆًุง ู„ุงَุฃَุธْู…َุฃُ ุจَุนْุฏَู‡ُ ุฃَุจَุฏً ุง ، ุฅِู†َّูƒَ ุนَู„َู‰ٰ ูƒُู„ِّ ุดَูŠْุฆٍ ู‚َุฏِูŠْุฑٌ. ุงَู„ู„َّู‡ُู…َّ ูƒَู…َุง ุขู…َู†ْุชُ ุจِู…ُุญَู…َّุฏٍ ุตَู„َّู‰ ูฑู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุขู„ِู‡ِ ูˆَู„َู…ْ ุฃَุฑَู‡ُ، ูَุฃَุฑِู†ِู‰ ูِู‰ ูฑู„ْุฌِู†َุงู†ِ ูˆَุฌْู‡َู‡ُ، ุงَู„ู„َّู‡ُู…َّ ุจَู„ِّุบْ ุฑُูˆْุญَ ู…ُุญَู…َّุฏٍ ุนَู†ِّู‰ ุชَุญِูŠَّุฉً ูƒَุซِูŠْุฑَุฉً ูˆَุณَู„ุงَู…ًุง.

“Ya Allah curahkanlah rahmat-Mu kepada Muhammad dan keluarga Muhammad (sebagai makhluk/cahaya) yang pertama (Kau ciptakan), Ya Allah curahkanlah rahmat-Mu kepada Muhammad dan keluarga Muhammad (sebagai Rasul) yang terakhir, Ya Allah curahkanlah rahmat-Mu kepada Muhammad dan keluarga Muhammad (sebagaimana Kau tempatkan) ketempat yang paling mulia, Ya Allah curahkanlah rahmat-Mu kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagai utusan. Ya Allah anugerahkanlah untuk (nabi) Muhammad Al-Wasiila (surga yang paling mulia), kemuliaan, keutamaan, dan tingkat yang agung, Ya Allah sesungguhnya daku beriman kepada Muhammad dan keluarga Muhammad waaupun belum melihatnya, maka janganlah Kau haramkan daku pada hari kiamat untuk melihatnya, karuniakanlah daku agar menjadi sahabatnya dan mati dalam mengikuti ajarannya, berilah daku minuman dari telaganya yang karenanya daku tidak akan haus selamanya, sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu. Ya Allah sebagimana daku beriman kepada (nabi) Muhammad SAW.walau daku belum melihatnya, maka tampakkanlah wajahnya di surga nanti, Ya Allah sampaikanlah salam penghormatan yang banyak kepada ruh (nabi) Muhammad SAW.”

Cara mengamalkan: dibaca 3 kali pada saat pagi dan sore

Diriwayatkan dari berbagai kitab yang masyhur:

“Barang siapa membaca Sholawat di bawah ini 3 kali di waktu pagi dan 3 kali di waktu sore maka Allah SWT akan: 
Meleburkan dosanya 
Mengampuni kesalahannya 
Mengabulkan do’anya 
Menunaikan cita-citanya 
Meluaskan rizkinya 
Menolongnya dari musuh 
Mempersiapkan untuknya semua jenis kebaikan 
Dan dia termasuk teman-teman Nabi nanti di surga

Sumber :

(Kitab Al Baqiyatussholihaat, hal. 47)

SHOLAWAT JIBRIL : Ijazah dari Kiai Kholil dan Kiai Ihya

۞ุงู„ุณَّู„ุงَู…ُ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ูˆَุฑَุญْู…َุฉُ ุงู„ู„ู‡ِ ูˆَุจَุฑَูƒَุงุชُู‡ُ۞


 Bismillaahir rohmaanir rohiim. Sholawat Jibril adalah salah satu sholawat yang sangat dikenal. Lafadz sholawat yang diijazahkan banyak ulama ini sangat pendek. Bahkan - paling pendek di antara yang lainnya. Tetapi namanya dahsyat, Sholawat Jibril. Lafadznya :

ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนَู„َู‰ ู…ُุญَู…َّุฏْ

“Shollallooh ‘ala Muhammad”.

 Kiai Kholil Bisri dalam buku kumpulan Ijazah sholawat beliau [1] mengatakan, “(Sholawat ini) biasa dipakai sebagai wiridan rutin sebanyak 1000 (seribu) kali oleh para Kiai kuno. Untuk membuka jalan memperoleh berkah dalam segala upaya. Bisa dibaca sekaligus 1000 kali dan bisa dicicil sehabis sholat maktubah (sholat 5 waktu) 200 kali.

 Untuk mempercepat ijabah bagi hajat mendesak, dibaca 1000 x dalam 1 majelis (1 kali duduk, tidak boleh berhenti). Dilakukan setelah sholat hajat 2 roka'at, yang sebaiknya, didirikan tengah malam.

 Setelah selesai membaca 1000 X lalu membaca do’a tawassul :

ุฃَู„ู„ّٰู‡ُู…َّ ุฅِู†ِّูŠْ ุฃَุณْุฆَู„ُูƒَ ูˆَุฃَุชَูˆَุฌَّู‡ٗ ุฅِู„َูŠْูƒَ ุจِู†َุจِูŠِّูƒَ ู…ُุญَู…َّุฏْ, ู†َุจِูŠِّ ุงู„ุฑَّุญْู…َุฉْ. ูŠَุง ุณَูŠِّุฏِูŠْ ูŠَุง ู…ُุญَู…َّุฏْ ุฅِู†ِّูŠْ ุฃَุชَูˆَุณَّู„ُ ุจِูƒَ ุฅู„ٰู‰ ุฑَุจِّูŠْ ูَุดَูِّุนْู‡ُ ูِูŠَّ ู„ِู‚َุถَุงุกِ ุญَุงุฌَุงุชِูŠْ, ูˆَู‡ِูŠَ

 ๐ŸŒฟAlloohumma innii as-aluka, wa-atawajjahu ilayka, bihabiibika Muhammad, Nabiyyir rohmah. Yaa Sayyidii yaa Muhammad, inii atawassalu bika ilaa robbii, fasyaffi’hu fiy liqadhoo-i haajatii. Wahiya…. (disebutkan hajatnya)

 Jika hajat anda –dirasakan- sulit dijangkau menurut ukuran kemampuan anda maka sholawat tersebut dibaca sebanyak 15.000 kali, dengan tata cara seperti di atas Setelah selesai, baca pula do’a tawassul”.

 Demikian ijazah Kiai Kholil Bisri yang telah diijazahkan secara umum ini.

 Mengapa sholawat ini diberi nama Sholawat Jibril. Kembali dalam Buku Sholawat Gembolan, Kiai Kholil Bisri menceritakan bahwa, ketika Alloh menciptakan Siti Hawa, Alloh memberi rasa ketertarikan kepada Nabi Adam terhadap Ibu Hawa

 Namun, ketika Nabi Adam ‘Alaihis salam hendak mendekati atau dalam bahasa lain “mengulurkan tangan mungkin maksudnya menyentuh” Ibu Hawa, Alloh melarang beliau. Allah melarang beliau menyentuh ibu Hawa sebelum memberi mahar kepadanya.

 Ternyata mahar itu berupa bacaan sholawat Malaikat Jibril ‘Alaihis Salam diperintah oleh Alloh ta’ala untuk mentalqin bacaan sholawat itu kepada Nabi Adam ‘Alaihis Salam. Karena itulah ijazah sholawat yang agung ini dinamakan Sholawat Jibril. Sholawat dari Yang Maha Mulia, ditalkinkan oleh Malaikat yang mulia, dan diterima oleh Manusia mulia.

Salam 4,2,4,4,3