MUTIARA ILMU: Maret 2023

Kamis, 30 Maret 2023

SHOLAWAT ARJU KULLI HARFIN

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Mari Bersholawat♥
 
بِسْــــــــــمِـ اللَّـٰهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِـ 
Allâhumma sholli wasallim‘alâ Sayyidinâ Muhammadin wa âlihî bi’adadi jamî’i mâ fîl qur-âni harfan harfan wa bi’adadi kulli harfin alfan alfan wa sholli wa sallim ‘alâ Sayyidinâ Muhammadin bi’adadi kulli alfin dli’fan dli’fan

Allâhumma sholli wasallim ‘alâ Sayyidinâ Muhammadin wa ‘alâ âlihî ‘adada mâ kholaqta

Allâhumma sholli wasallim‘alâ sayyidinâ Muhammadin wa ‘alâ âlihî ‘adada kulli syai-in

Allâhumma sholli wasallim‘alâ Sayyidinâ Muhammadin wa ‘alâ âlihî mil-u kulli syai-in

Allâhumma sholli wasallim ‘alâ Sayyidinâ Muhammadin wa ‘alâ âlihî ‘adada mâ ahshôhu kitâbuka Muhammadun shollâllâhu ‘alaihi wa sallama wa ‘alâ âlihî wa shohbihil muqtafîna atsarohû fîl irsyâdi wal fâ-izîna minhu bi akmalil imdâdi.Subhanaka Robbika Robbil izati Amaa Ya'Syifun Wasallamun Alal Mursalin Walhamdullilahi'Robbil Alamin

Rabu, 22 Maret 2023

Amalan Dimalam Pertama Ranadhan

Malam Pertama Bulan Ramadhan merupakan malam yang sangat istimewa. Di malam ini, Allah ﷺ memberikan pandangan khusus bagi hamba-hamba-Nya terutama yang giat beribadah. Diriwayatkan dari sahabat Jabir bin Abdullah radhiyallahu anhuma bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

أُعْطِيَتْ أُمَّتِيْ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ خمْسًا لَمْ يُعْطَهُنَّ نَبِيٌّ قَبْلِيْ

Pada bulan Ramadhan, umatku dikarunai lima hal yang tidak pernah diberikan kepada seorang nabi pun sebelumku.

Yang pertama di antara lima hal itu adalah:

أَمَّا وَاحِدَةٌ فَإِنَّهُ إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ نَظَرَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَيْهِمْ، وَمَنْ نَظَرَ اللهُ إِلَيْهِ لَمْ يُعَذِّبْهُ أَبَدًا

Adapun yang pertama: Sesungguhnya pada malam pertama Bulan Ramadhan, Allah akan memandang (dengan pandangan khusus) kepada mereka. Siapa yang mendapatkan pandangan Allah, maka Allah tidak akan mengadzabnya untuk selamanya. (HR Baihaqi)

Malam ini juga adalah malam ampunan yang menyeluruh bagi umat Islam, dalam hadits lain, Nabi ﷺ bersabda:

إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ فِي أَوَّلِ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ لِكُلِّ أَهْلِ هَذِهِ الْقِبْلَةِ

Sesungguhnya Allah mengampuni di Malam Pertama Bulan Ramadhan atas semua umat  Islam yang menghadap kiblat ini. (HR Thabrani)

Para ulama menjadikan malam ini sebagai malam untuk beribadah, bersedekah, memperbanyak shalat dan doa, dzikir dan lainnya. begitu utamanya malam ini, sehingga ada sebagian ulama berpendapat bahwa Malam Lailatul Qodar adalah malam pertama Ramadhan.

Berikut ini sebagian dari hal-hal yang perlu diperhatikan pada malam pertama Ramadhan yang dikutip dari kitab Al-Mawaid Ar-Rahmaniyah Fil Fawaid Ar-Ramdhaniyah dan kitab-kitab lainnya:

Pertama: Doa Ketika Melihat Hilal Awal Bulan

Hilal adalah bulan sabit penanda awal Bulan Hijriyah. Ketika melihat hilal di bulan apa saja, termasuk Bulan Ramadhan, sunah untuk berdoa dengan doa berikut:

اَللهُ أَكْبَر، اَللهم أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَان، وَالسّلَامَةِ وَالْإِسْلَام، وَالتَّوْفِيقِ لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى.

رَبُّنَا وَرَبُّكَ اللهُ

اَللهُ أَكْبَر، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِالله. اَللهم إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ هٰذَا الشَّهْر، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ الْقَدَرِ، وَشَرِّ الْمَحْشَر.

Allah Mahabesar ! Ya Allah, nampakanlah hilal ini kepada kami dengan disertai keamanan dan iman, keselamatan dan Islam, petunjuk taufiq kepada apa yang Engkau cintai dan ridai.

Tuhanku dan Tuhanmu (wahai Hilal) adalah Allah.

Allah Mahabesar ! Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah. Ya Allah, sesungguhnya aku  memohon kepada-Mu kebaikan bulan ini, dan aku berlindung kepada-Mu  dari keburukan takdir dan keburukan perkumpulan mahsyar.

Setelah itu, ia membaca dua kali bacaan berikut:

هِلَالُ خَيْرٍ وَرُشْدٍ

Semoga ini menjadi hilal kebaikan dan petunjuk

Lalu membaca tiga kali bacan berikut:

آمَنْتُ بِالَّذِي خَلَقَك

Aku beriman kepada Tuhan yang menciptakanmu (wahai hilal)

Kemudian membaca:

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي ذَهَبَ بِشَهْرِ كَذَا وَجَاءَ بِشَهْرِ كَذَا

Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan bulan ini (Sebutkan bulan yang lewat) dan mendatangkan bulan ini (Sebutkan bulan yang baru).*

*Doa tersebut merupakan gabungan dari doa-doa yang berasal dari hadits-hadits riwayat Imam Abu Dawud, Ad-Darimi dan At-Turmudzi.

Termasuk doa yang dianjurkan untuk dibaca ketika melihat hilal, sebagaimana disebutkan dalam riwayat lainnya:

اَللّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَهْرِنَا هٰذَا الدَّاخِل، اَللّهُمَّ اجْعَلْ شَهْرَنَا الْمَاضِيَ، خَيْرَ شَهْرٍ وَخَيْرَ عَاقِبَة، وَأَرْسِلْ عَلَيْنَا شَهْرَنَا هٰذَا بِالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ، وَالْأَمْنِ وَالْإِيْمَانِ، وَالْمُعَافَاةِ وَالرِّزْقِ الْحُسْنِ

Ya Allah, berkahilah kami di bulan kami yang baru masuk ini. Ya Allah jadikan bulan kami yang telah berlalu sebagai bulan yang terbaik dan memiliki akibat yang baik. Utuslah bulan kami ini kepada kami dengan membawa keselamatan dan Islam, keamanan dan Iman, afiyah dan rizki yang baik.*

*Doa ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab Tarikhnya, serta Ibnu Mundah dan Ibnu ‘Asakir

Khusus ketika melihat Hilal Bulan Ramadhan, terdapat doa tambahan:

اَللّهُمَّ سَلِّمْ رَمَضَانَ لَنَا سَلِّمْنَا لَهُ، اَللّٰهُمَّ وَفِّقْنَا فِيهِ لِعَمَلٍ صَالِحٍ تَرْضَى بِهِ عَنَّا، يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ

Ya Allah, selamatkanlah Ramadhan bagi kami, dan selamatkanlah kami untuk menjalani Ramadhan. Ya Allah, berilah kami taufiq di dalam Bulan Ramadhan untuk beramal saleh yang dapat membuat-Mu rida kepada kami. Wahai Pemilik semesta alam.

Diriwayatkan dari Sayidina Ali radhiyallahu anhu wa karramAllahu wajhahu, bahwa apabila telah tiba hilal Bulan Ramadhan, Rasulullah ﷺ menghadapkan wajahnya ke kiblat dan berdoa:

اَللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ، وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ، وَالْإِسْلَامِ، ‌وَالْعَافِيَةِ ‌الْمُجَلِّلَةِ، وَدَفْعِ الْأَسْقَامِ، وَالْعَوْنِ عَلَى الصلاة والصِّيَامِ وَالقيام وَتِلَاوَةِ الْقُرْآنِ

اللَّهُمَّ سَلِّمْنَا لِرَمَضَانَ، وَسَلِّمْهُ لَنَا، وَتَسَلَّمْهُ مِنَّا حَتَّى يَخْرُجَ رَمَضَانُ وَقَدْ غَفَرْتَ لَنَا، وَرَحِمْتَنَا، وَعَفَوْتَ عَنَّا

Ya Allah, nampakkanlah hilal ini kepada kami dengan disertai keamanan, iman, keselamatan, Islam, dan afiyah yang meliputi, tersingkirkannya segala penyakit, pertolongan untuk melakukan shalat, puasa, berdiri (Tarawih), dan membaca Al-Quran.

Ya Allah, selamatkanlah kami untuk dapat menjalani Ramadhan, dan selamatkanlah Ramadhan bagi kami, terimalah amalan Ramadhan dari kami sehingga Ramadhan keluar dalam keadaan Engkau telah mengampuni kami, merahmati kami, dan memaafkan kami.*

*Hadits ini diriwayatkan oleh Ad-Dailami dalam Kanzul Ummal

Diriwayatkan pula bahwa Sayidina Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu wa karramAllahu wajhahu, berdoa ketika melihat hilal Ramadhan:

اَللّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالسَّلَامَةِ مِنَ الْأَسْقَامِ، ‌وَالْفَرَاغِ ‌مِنَ ‌الْأَشْغَالِ وَرَضِّنَا فِيهِ بِالْيَسِيرِ مِنَ النَّوْمِ

Ya Allah, nampakanlah hilal ini atas kami dengan disertai keselamatan dari berbagai penyakit, kosong dari berbagai kesibukan, serta buatlah kami rela di dalamnya dengan sedikit tidur.*

*Disebutkan dalam Fathul Allam jilid 4 dan Fawaid Syathiriyah.

Keterangan: Doa ini semua dibaca dalam keadaan menghadap kiblat. Ini adalah doa bagi yang melihat hilal (bulan sabit di awal bulan). Sebagian ulama mengatakan melihat hilal bisa pula diartikan mengetahui munculnya hilal. Maka, doa ini dianjurkan pula bagi orang buta yang menerima kabar adanya hilal, atau yang bisa melihat namun terhalang dari melihat hilal.

Kedua: Membaca Surat Al-Mulk

Setelah itu, dianjurkan untuk membaca Surat Al-Mulk sebagaimana disebutkan dalam sebagian atsar. Imam As-Subki menjelaskan, hikmah dianjutkannya pembacaan Al-Mulk karena jumlah ayatnya adalah 30, sesuai dengan jumlah hari dalam sebulan. Selain itu, sakinah/ketenangan akan turun ketika surat ini dibaca, dan Nabi ﷺ selalu membacanya sebelum tidur.

Disunahkan ketika membaca surat ini, apabila telah sampai pada bacaan:

قَلِيلًا ‌مَا ‌تَشْكُرُونَ

Sunah untuk membaca:

اَلْحَمْدُ لِلهِ عَلَى السَّلَامَةِ

Segala puji bagi Allah atas keselamatan

Setelah selesai membaca Al-Mulk, dianjurkan untuk membaca doa berikut:

اَللّهُمَّ يَا اَللهُ، يَا سُبْحاَن، يَا دَيَّان، بِهٰذِهِ أَسْمَائِكَ الْعِظَام، أَنْ تَغْفِرَ لِي ذَنْبِي، وَتَقْضِيَ لِي حَاجَتِي، بِحُرْمَةِ سُورَةِ الْمُلْكِ الْكَرِيم.

Ya Allah, Ya Allah, Wahai Yang Mahasuci, Wahai Yang Maha Membalas. Dengan Nama-Nama-Mu yang agung ini, aku memohon agar Engkau mengampuni dosaku, dan memenuhi hajatku, dengan kemuliaan Surat Al-Mulk yang mulia.*

*Sumber: Suqul Arbah karya Habib Umar bin Hamid Alathas hal 69, A’mal Yaum Wal Lailah, Kanzun Najah, Fawaid Ilahiyah hal 11

Ketiga: Niat Malam Pertama

Jumhur ulama fiqih berpendapat bahwa niat Puasa Ramadhan harus dilakukan di malam hari sebelum Shubuh. Ini berdasarkan hadits Nabi ﷺ :

مَنْ لَمْ يُبَيِّتْ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ

Siapa yang tidak menginapkan (niat) puasa sebelum fajar maka tidak ada puasa baginya. (HR Nasai)

Akan tetapi ada perbedaan pendapat di kalangan ulama, apakah niat harus dilakukan setiap malam, atau cukup di malam pertama saja?

Dalam Madzhab Syafii niat harus dilakukan setiap malam. Setiap hari dianggap sebagai ibadah tersendiri yang memiliki niat sendiri-sendiri. Jika suatu malam ia lupa niat, maka puasanya tidak sah, tapi ia tetap wajib berlaku seperti orang puasa dengan tidak makan dan minum di siang hari, dan wajib pula mengqodhonya.

Dalam Madzhab Maliki dibolehkan niat puasa di malam pertama Ramadhan untuk sebulan penuh. Sedangkan niat tiap malam adalah sunah dalam Madzhab Maliki. Jadi, apabila ia sudah niat puasa untuk sebulan penuh, kemudian di suatu malam ia lupa niat, maka puasanya sudah sah karena diikutkan niat di malam pertama.

Melihat ini, maka para ulama Madzhab Syafii menganjurkan agar di malam pertama kita melakukan dua kali niat. Pertama niat seperti biasa sesuai dengan madzhab Imam Syafii ra, yaitu:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِهَذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى

Saya niat puasa esok hari untuk menunaikan kewajiban Bulan Ramadhan tahun ini, dilakukan secara ikhlas karena Allah ta’ala

Satu kali lagi niat dengan bertaklid kepada Imam Malik ra untuk mengantisipasi jika suatu saat ia lupa niat di malam hari, yaitu dengan niat:

نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيع شَهْرِ رَمَضَانَ لِهَذِهِ السَّنَةِ تقليدا للإمام مالك لِلهِ تَعَالَى

Saya niat puasa untuk seluruh Bulan Ramadhan tahun ini dengan bertaklid kepada Imam Malik Lillahi Taala

Keterangan:

  • Niat letaknya di hati, sedangkan mengucapkannya adalah sunah untuk membantu hati dalam niat. Jadi, jika hatinya kosong tapi lisannya niat, maka niatnya tidak sah.
  • Niat tidak harus dalam Bahasa Arab, ia boleh berniat dengan Bahasa Indonesia atau lainnya.
  • Walaupun sudah bertaklid kepada Imam Malik, apabila suatu saat ia lupa niat di malam hari, tetap dianjurkan mengqodhoinya sebagai bentuk kehati-hatian.
  • Dalam Madzhab Malik niat untuk sebulan itu cukup untuk seluruh bulan selama puasanya tidak terputus. Jika suatu hari puasannya terputus karena sakit, atau lainnya maka ia harus melakukan niat baru untuk sisa Bulan Ramadhan.

Keempat: Membaca Surat Al-Fath Dalam Shalat Sunah.  

Di antara amalan yang dianjurkan oleh para ulama di malam pertama Ramadhan adalah membaca surat Al-Fath dalam shalat sunah. Al-Habib Ahmad bin Hasan Alatas dalam Tadzkirun Nas berkata:

“Di awal Ramadhan, hendaknya ia melakukan Shalat Sunah dua atau empat rakaat, dan membaca surat Al-Fath dalam shalatnya itu. Jika dilakukan, maka ia akan menjalani tahun itu dalam kemakmuran, dan penjagaan, insya Allah.”

Hal senada disampaikan oleh Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam kitab Al-Ghunyah.

Mengenai tata cara melakukannya, jika ia melakukan shalat sunah 4 rakaat maka:

  • Pada rakaat pertama setelah Al-Fatihah ia membaca Surat Al-Fath ayat: 1-10
  • Pada rakaat kedua setelah Al-Fatihah ia membaca Surat Al-Fath ayat: 11-16
  • Pada rakaat ketiga setelah Al-Fatihah ia membaca Surat Al-Fath ayat: 17-25
  • Pada rakaat keempat setelah Al-Fatihah ia membaca Surat Al-Fath ayat: 26-29

Jika ia melakukan shalat sunah dua rakaat, maka :

  • Pada rakaat pertama setelah Al-Fatihah ia membaca Surat Al-Fath ayat: 1-16
  • Pada rakaat kedua setelah Al-Fatihah ia membaca Surat Al-Fath ayat: 17-29

Keterangan:

  • Bagi yang tidak hafal  Surat Al-Fath bisa membaca dengan melihat mushaf
  • Jika ia membaca dengan melihat mushaf saku maka jangan sampai melakukan tiga gerakan beturut-turut ketika membuka dan menutup Al-Quran, sebab itu dapat membatalkan shalat
  • Ketika rukuk atau sujud letakan mushaf di saku atau di tempat terhormat, jangan letakan di lantai atau tempat yang tidak terhormat.

Kelima: Meniatkan Kebaikan Sepanjang Ramadhan

Nabi ﷺ bersabda:

‌نِيَّةُ ‌الْمُؤْمِنِ خَيْرٌ مِنْ عَمَلِهِ

Niat seorang mukmin lebih baik dari amalnya. (HR Thabrani dan Baihaqi)

Dalam hadits lain disebutkan:

مَنْ هَمَّ ‌بِحَسَنَةٍ ‌فَلَمْ ‌يَعْمَلْهَا كُتِبَتْ لَهُ حَسَنَةً، وَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَعَمِلَهَا كُتِبَتْ لَهُ عَشْرًا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ

Siapa yang memiliki tekad untuk melakukan satu kebaikan, namun ia tidak dapat mengamalkannya maka telah tercatat baginya satu kebaikan. Dan siapa yang memiliki tekad melakukan satu kebaikan, kemudian ia dapat melakukannya maka dicatat baginya sepuluh sampai tujuh ratus kali kebaikan. (HR Bukhari-Muslim)

Maka di permulaan bulan Ramadhan ini niatkanlah semua kebaikan. Niatkan untuk menjalani puasa secara sempurna, tarawih dan witir, shalat sunah rawatib, membaca al-Quran dengan sekian kali khatam, dan lainnya. Dengan tekad kuat maka kita akan mendapatkan pahalanya walau mungkin terhalang dari melakukannya, dan jika ditakdir untuk melakukannya maka kita akan mendapatkan pahala berlipat ganda. Para ulama menyusun niat-niat untuk menyambut Ramadhan, di antaranya niat yang diajarkan oleh Al-Habib Abubakar Adni bin Ali Al-Masyhur, yaitu:

نَوَيْنَا مَانَوَاهُ النَّبِيُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالسَلَفُ الصَّالِحُ مِنْ آلِ البَيْتِ الكِرَامِ وَالصَّحَابَة الأَعْلَام

Kami berniat sebagaimana yang diniatkan oleh Nabi  dan para salaf yang saleh dari ahlul bait yang mulia serta para sahabat  yang agung.

وَنَوَيْنَا القِيَامَ بِحَقِّ الصِيَامِ عَلَى الوَجْهِ الَّذِيْ يُرْضِي المَلِكُ العَلاَّم

Kami berniat untuk menunaikan hak ibadah puasa sesuai dengan tata cara yang diridai oleh Allah Yang Maharaja lagi Maha Mengetahui

وَنَوَيْنَا المُحَافَظَةَ عَلَى القِيَامِ وَحِفْظِ الجَوَارِحِ عَنِ المَعَاصِي وَالآثَامِ

Kami berniat untuk menjaga Shalat Tarawih dan menjaga anggota tubuh dari maksiat dan dosa.

وَنَوَيْنَا تِلَاوَةَ القُرْآنِ وَكَثْرَة الذِكْرِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى سَيِّدِ الأَنَامِ وَنَوَيْنَا تَجَنُّبَ الغِيْبَةِ وَالنَمِيْمَةِ وَالكَذِبِ وَأَسْبَابِ الحَرَامِ

Kami berniat untuk membaca Al-Quran, banyak berdzikir dan bershalawat dan salam kepada Nabi Muhammad  pemimpin manusia. Dan kami berniat menghindari ghibah, namimah, dusta dan pekerjaan-pekerjaan haram.

وَنَوَيْنَا كَثْرَةَ الصَّدَقَاتِ وَمُوَاسَاةِ الأَرَامِلِ وَالفُقَرَاءِ وَالأَيْتَامِ

Kami meniatkan banyak bersedekah dan membantu memenuhi keperluan para janda, fakir miskin, dan anak yatim

وَنَوَيْنَا كَمَالَ الإِلْتِزَامِ بِآدَابِ الإِسْلَامِ وَالصَّلاةِ فِي الجَمَاعَةِ فِي أَوْقَاتِهَا بِانْتِظَامِ

Kami meniatkan untuk melazimi dengan sempurna adab-adab Islam dan  shalat berjamaah di waktunya secara teratur

وَنَوَيْنَا كُلَّ نِيَّةِ صَالِحَةٍ نَوَاهَا عِبَادُ اللهِ الصَّالِحُوْنَ فِي العَشْرِ الأَوَائِلِ وَالأَوَاسِطِ وَالأَوَاخِرِ وَلَيْلَةِ القَدْرِ فِي سَائِرِ اللَيَالِي وَالأَيَّامِ

Kami meniatkan segala niat yang baik yang diniatkan oleh para hamba Allah yang saleh, baik di sepuluh hari pertama, sepuluh hari kedua, di sepuluh hari terakhir, malam Lailatul Qadar, dan seluruh malam dan siang Ramadhan lainnya.

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّم بِسِرِّ الْفَاتِحَة

Dan shalawat serta salam semoga terlimpahkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad ﷺ, beserta para keluarga dan sahabat Beliau. Dengan rahasia Surat Al-Fatihah. (Lalu membaca surat Al-Fatihah)

Keenam: Mengucapkan Selamat

Menurut pendapat yang muktamad, ucapan selamat/tah’niah atas masuknya hari-hari yang berbahagia seperti awal tahun hijriyah, awal bulan, hari raya dan lainnya adalah sunah. Tentunya ucapan ini tidak ditujukan kepada lawan jenis yang bukan mahram atau orang-orang yang dapat menyebabkan fitnah. Demikian pula sunah untuk bermushafahah (bersalaman) ketika memberi selamat, dengan wajah berseri-seri dan mendoakan kebaikan dan keberkahan.

Demikian hal-hal yang perlu diperhatikan di Malam Pertama Ramadhan. Semoga kita semua mendapatkan keberkahan Ramadhan, dan diberikan kesehatan dan hidayah untuk menjalani Bulan Suci Ramadhan secara sempurna. Aamiin ya Rabbal alamiin..RA(*)

*Kaji ulang Bab Puasa, tidak lama lagi Ramadhan:*

Mengingat-ngingat kembali fiqih puasa, menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.



*Syarat Wajib Puasa* :-

1. Islam
2. Baligh
3. Berakal
4. Sehat
5. Bermukim (Tidak Musafir)
6. Suci (Dari Haid Dan Nifas)


*Syarat Sah Puasa* :-

1. Islam
2. Berakal & Mumayyiz
3. Suci (Dari Haid Dan Nifas)
4. Nyata masuknya bulan Ramadhan


*Rukun-Rukun Puasa*:-

1. Orang Yang Puasa
2. Berniat
3. Menahan Diri Daripada Perkara Yang Membatalkan Puasa


*Perkara Yang Membatalkan Puasa* :-

1. Makan Dan Minum Dengan Sengaja
2. Memasukkan Dengan Sengaja Benda Ke Dalam Rongga Yang Terbuka. *Seperti* (lubang 👃hidung, 👂?telinga ?👄 mulut dan lubang kemaluan) 
3. Muntah Dengan Sengaja. 
4. Keluar Haid & Nifas
5. Gila
6. Murtad
7. Keluar Mani Dengan Sengaja
8. Bersetubuh Di Siang Hari

*Perkara Sunat Ketika Puasa* :-

1. Segera Berbuka Puasa
2. Berbuka Dengan Kurma/Juadah Manis
3. Baca Doa
4. Melambatkan Bersahur
5. Banyakkan Baca Al-Quran, Berzikir, Berselawat Dan Membuat Amal Kebajikan
6. Sentiasa Bersedekah
7. Jauhkan Diri Daripada Bercakap Perkara Yang Sia-Sia Dan Perbuatan Yang Tidak Membawa Manfaat
8. Mandi Junub Lebih awal Sebelum Masuk Waktu Subuh

*Makruh Ketika Puasa* :- 

1. Suntik
2. Berbekam
3. Berkumur-Kumur
4. Memasukkan Air Ke Dalam Rongga Hidung Secara Berlebihan
5. Mandi Yang Berlebihan
6. Rasa Makanan Di Hujung Lidah

*5 HAL YG MENGHILANGKAN PAHALA PUASA*

1. Berdusta
2. Ghibah
3. Ado Domba
4. Sumpah palsu
5. Memandang seseorang dgn nafsu sahwat
6. mengeluarkan kata kata keji, cacian maki

*Golongan Yang Wajib Qada' Puasa* :-

1. Orang Sakit Yang Ada Harapan Untuk Sembuh
2. Orang Yang Musafir (Bukan Kerana Maksiat)
3. Orang Yang Kedatangan Haid Dan Nifas
4. Orang Yang Meninggalkan Niat Puasa
5. Orang Yang Sengaja Melakukan Perkara² Yang Membatalkan Puasa
6. Orang Yang Pitam/Mabuk 
7. Orang Yang Sangat Lapar Dan Dahaga


*Mereka Yang Di Kenakan Membayar Fidyah Puasa*:-

1. Mereka Yang Tidak Dapat Mngqada'kan Puasa Sehingga Masuk Ramadhan Kali Kedua - (Fidyahnya : 1½ Liter Beras Untuk Setiap Hari Yang Di Tinggalkan Di Samping Mengqada' Puasa) Bagi Setahun Tertinggal..
Kalau Tidak Di Qada' Sehingga Melampaui 2 Tahun Maka Di Kenakan 3 Liter Tetapi Puasa Tetap Juga 1 Hari (Tiada Tambahan)

2. Orang Sakit Yang Tidak Ada Harapan Untuk Sembuh

3. Orang Yang Terlalu Tua Dan Tidak Berdaya Untuk Berpuasa

4. Orang Yang Ada Qada' Puasa Tetapi Meninggal Dunia Sebelum Sempat Berbuat Demikian (Fidyahnya : Di Buat Oleh Kerabat Si Mati/Di Ambil Daripada Harta Pusakanya)

5. Perempuan Yang Mengandung/Yang Menyusukan Anaknya Perlu Mengqada' Puasa Dan Membayar Fidyah 1½ Liter Beras Bagi Setiap Hari Yang Di Tinggalkan Sekiranya Dia Meninggalkan Puasa Kerana Bimbangkan Anaknya Tetapi Sekiranya Dia Takut Memudaratkan Pada Dirinya Dia Hanya Wajib Mengqada' Puasanya


*Kifarat Bersetubuh Di Bulan Ramadhan* :-

Orang Yang Bersetubuh Pada Siang Hari Bulan Ramadhan, Maka Kedua2 Suami Isteri Tersebut Perlu Mengqada' Puasa Berkenaan Dan Suami Wajib Membayar Kifarat (Denda) Seperti :-

1. Memerdekakan Seorang Hamba Mukmin L/P
(Sekiranya Tidak Mampu)

2. Berpuasa 2 Bulan Berturut-Turut Tanpa Terputus (Kalau Tidak Berdaya)

3. Memberi Makan Kepada 60 Orang Fakir Miskin
Walau Bagaimana Pun, Jika Persetubuhan Itu Di Lakukan Kerana Terlupa, Jahil Tentang Haramnya/Di Paksa Ke Atasnya Tidaklah Wajib Kifarat


*Tingkatan Puasa*:-

1. Puasa Umum - Sekadar Menahan Makan, Minum Dan Keinginan Berjimak

2. Puasa Khusus - Memelihara Mata, Telinga, Lidah, Tangan Dan Kaki Daripada Melakukan Dosa Selain Menahan Diri Daripada Perkara Di Atas

3. Puasa Khusus Al-Khusus - Merangkumi puasa Di Atas Dan Di Sempurnakan Pula Dengan Puasa Hati Daripada Semua Keinginan Zahir Dan Batin


*Mereka Yang Di Benarkan Meninggalkan Puasa* :-

1. Orang Yang Hilang Daya Upaya Seperti Sakit Yang Apabila Berpuasa Akan Menambahkan Keuzuran

2. Orang Musafir

3. Org Yang Terlalu Tua Dan Amat Lemah

4. Orang Yang Tersangat Lapar Dan Dahaga

5. Perempuan Hamil/Menyusukan Anaknya Yang Apabila Berpuasa Boleh Memudaratkan Diri/Anak Yang Di Susui Itu


*Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Kepada Umat Islam Mukminin Dan Mukminat*

Semoga kita mampu menjalankan Puasa di Tahun Ini dengan lancar dan dimudahkan, dapat memperbanyak amalan2 yang baik dan diterima serta diridhoi Allah SWT...
🤲🤲🤲
والله اعلم...

Minggu, 19 Maret 2023

*Kaji ulang Bab Puasa, tidak lama lagi Ramadhan:*

Mengingat-ngingat kembali fiqih puasa, menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.



*Syarat Wajib Puasa* :-

1. Islam
2. Baligh
3. Berakal
4. Sehat
5. Bermukim (Tidak Musafir)
6. Suci (Dari Haid Dan Nifas)


*Syarat Sah Puasa* :-

1. Islam
2. Berakal & Mumayyiz
3. Suci (Dari Haid Dan Nifas)
4. Nyata masuknya bulan Ramadhan


*Rukun-Rukun Puasa*:-

1. Orang Yang Puasa
2. Berniat
3. Menahan Diri Daripada Perkara Yang Membatalkan Puasa


*Perkara Yang Membatalkan Puasa* :-

1. Makan Dan Minum Dengan Sengaja
2. Memasukkan Dengan Sengaja Benda Ke Dalam Rongga Yang Terbuka. *Seperti* (lubang 👃hidung, 👂?telinga ?👄 mulut dan lubang kemaluan) 
3. Muntah Dengan Sengaja. 
4. Keluar Haid & Nifas
5. Gila
6. Murtad
7. Keluar Mani Dengan Sengaja
8. Bersetubuh Di Siang Hari

*Perkara Sunat Ketika Puasa* :-

1. Segera Berbuka Puasa
2. Berbuka Dengan Kurma/Juadah Manis
3. Baca Doa
4. Melambatkan Bersahur
5. Banyakkan Baca Al-Quran, Berzikir, Berselawat Dan Membuat Amal Kebajikan
6. Sentiasa Bersedekah
7. Jauhkan Diri Daripada Bercakap Perkara Yang Sia-Sia Dan Perbuatan Yang Tidak Membawa Manfaat
8. Mandi Junub Lebih awal Sebelum Masuk Waktu Subuh

*Makruh Ketika Puasa* :- 

1. Suntik
2. Berbekam
3. Berkumur-Kumur
4. Memasukkan Air Ke Dalam Rongga Hidung Secara Berlebihan
5. Mandi Yang Berlebihan
6. Rasa Makanan Di Hujung Lidah

*5 HAL YG MENGHILANGKAN PAHALA PUASA*

1. Berdusta
2. Ghibah
3. Ado Domba
4. Sumpah palsu
5. Memandang seseorang dgn nafsu sahwat
6. mengeluarkan kata kata keji, cacian maki

*Golongan Yang Wajib Qada' Puasa* :-

1. Orang Sakit Yang Ada Harapan Untuk Sembuh
2. Orang Yang Musafir (Bukan Kerana Maksiat)
3. Orang Yang Kedatangan Haid Dan Nifas
4. Orang Yang Meninggalkan Niat Puasa
5. Orang Yang Sengaja Melakukan Perkara² Yang Membatalkan Puasa
6. Orang Yang Pitam/Mabuk 
7. Orang Yang Sangat Lapar Dan Dahaga


*Mereka Yang Di Kenakan Membayar Fidyah Puasa*:-

1. Mereka Yang Tidak Dapat Mngqada'kan Puasa Sehingga Masuk Ramadhan Kali Kedua - (Fidyahnya : 1½ Liter Beras Untuk Setiap Hari Yang Di Tinggalkan Di Samping Mengqada' Puasa) Bagi Setahun Tertinggal..
Kalau Tidak Di Qada' Sehingga Melampaui 2 Tahun Maka Di Kenakan 3 Liter Tetapi Puasa Tetap Juga 1 Hari (Tiada Tambahan)

2. Orang Sakit Yang Tidak Ada Harapan Untuk Sembuh

3. Orang Yang Terlalu Tua Dan Tidak Berdaya Untuk Berpuasa

4. Orang Yang Ada Qada' Puasa Tetapi Meninggal Dunia Sebelum Sempat Berbuat Demikian (Fidyahnya : Di Buat Oleh Kerabat Si Mati/Di Ambil Daripada Harta Pusakanya)

5. Perempuan Yang Mengandung/Yang Menyusukan Anaknya Perlu Mengqada' Puasa Dan Membayar Fidyah 1½ Liter Beras Bagi Setiap Hari Yang Di Tinggalkan Sekiranya Dia Meninggalkan Puasa Kerana Bimbangkan Anaknya Tetapi Sekiranya Dia Takut Memudaratkan Pada Dirinya Dia Hanya Wajib Mengqada' Puasanya


*Kifarat Bersetubuh Di Bulan Ramadhan* :-

Orang Yang Bersetubuh Pada Siang Hari Bulan Ramadhan, Maka Kedua2 Suami Isteri Tersebut Perlu Mengqada' Puasa Berkenaan Dan Suami Wajib Membayar Kifarat (Denda) Seperti :-

1. Memerdekakan Seorang Hamba Mukmin L/P
(Sekiranya Tidak Mampu)

2. Berpuasa 2 Bulan Berturut-Turut Tanpa Terputus (Kalau Tidak Berdaya)

3. Memberi Makan Kepada 60 Orang Fakir Miskin
Walau Bagaimana Pun, Jika Persetubuhan Itu Di Lakukan Kerana Terlupa, Jahil Tentang Haramnya/Di Paksa Ke Atasnya Tidaklah Wajib Kifarat


*Tingkatan Puasa*:-

1. Puasa Umum - Sekadar Menahan Makan, Minum Dan Keinginan Berjimak

2. Puasa Khusus - Memelihara Mata, Telinga, Lidah, Tangan Dan Kaki Daripada Melakukan Dosa Selain Menahan Diri Daripada Perkara Di Atas

3. Puasa Khusus Al-Khusus - Merangkumi puasa Di Atas Dan Di Sempurnakan Pula Dengan Puasa Hati Daripada Semua Keinginan Zahir Dan Batin


*Mereka Yang Di Benarkan Meninggalkan Puasa* :-

1. Orang Yang Hilang Daya Upaya Seperti Sakit Yang Apabila Berpuasa Akan Menambahkan Keuzuran

2. Orang Musafir

3. Org Yang Terlalu Tua Dan Amat Lemah

4. Orang Yang Tersangat Lapar Dan Dahaga

5. Perempuan Hamil/Menyusukan Anaknya Yang Apabila Berpuasa Boleh Memudaratkan Diri/Anak Yang Di Susui Itu


*Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Kepada Umat Islam Mukminin Dan Mukminat*

Semoga kita mampu menjalankan Puasa di Tahun Ini dengan lancar dan dimudahkan, dapat memperbanyak amalan2 yang baik dan diterima serta diridhoi Allah SWT...
🤲🤲🤲
والله اعلم...

Rabu, 08 Maret 2023

۩-SHOLAWAT JĀMI'AH / NŪR-۩

✯بِسْــــــمِـ اللّٰهِ الرّٰحْمَنِ الرَّحِيْمِـ✯
✯السَّــلَامُـ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُاللّٰهِ وَبَرِكَاتُهْ✯
۞اَللّٰهُمَّ صَلِ عَلَی سَيْدِنَا مُحَمَّد وَعَلَی اَلِ سَيْدِنَا مُحَمَّدٍﷺ۞


Didalam sholawat yang indah ini, Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi (Pengarang Maulid Simthudduror) mengajarkan pada kita untuk memohon pada Allah agar jasad, hati, ruh, sir (rahasia), ilmu, amaliyah, akhlaq, niat, khusu'nya hati dan tujuan kita menyambung dan mendapatkan berkah dari kanjeng Nabi Muhammad ﷺ dan semoga berkahnya shalawat ini kembali pada kita, anak², keluarga, teman², murid² kita dan umat zaman ini. Berikut sholawatnya:

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ، بِاللِّسَانِ الْجَامِعَة في الْـحَضْرَةِ الْوَاسِعَة، صَلَاةً تُمِدُّ بِهَا جِسْمِيْ مِنْ جِسْمِه ، وَقَلْبِي مِنْ قَلْبِه، وَرُوحِي مِنْ رُوحِه، وَسِرِّي مِنْ سِرِّه، وَعِلْمِي مِنْ عِلْمِه، وعَمَلِي من عَمَلِه، وخُلُقِي من خُلُقِه، ونِيَّتِي من نِيَّتِه، ووِجْهَتِي من وِجْهَتِه، وقَصْدِي من قَصْدِه، وتَعُودُ بَرَكاتُها عليَّ وعلى أَوْلادِي، وَعَلَى أَهْلِي، وَعَلَى أَصْحَابي، وعلى أَهْلِ عَصْرِي، يا نُور يا نُور يانور، اجْعَلْني نُوراً بِحقِّ النُّور

Artinya: Ya Allah limpahkanlah rahmat dan salam kepada baginda nabi Muhammad ﷺ dengan lidah yang berkumpul dipangkuannya yang begitu luas di mana jasadku terlimpahi kemuliaan dari jasadnya, hatiku dari hatinya, ruhku dari ruhnya, rahasiaku dari rahasianya, ilmuku dari ilmunya, amalku dari amalnya, akhlakku dari akhlaknya, niatku dari niatnya, khusyu'nya hatiku dari khusyu'nya hatinya, tujuanku dari tujuannya, dan kembalinya keberkahan atas mereka pada diriku, keturunanku, keluargaku, sahabatku serta ummat zaman ini, (Ya Nur 3x) jadikanlah aku secercah cahaya dengan lantaran haqnya dzat yang mempunyai nur.

Faidah:
1- Barangsiapa yang istiqomah membaca sholawat ini tiap hari 3 kali, maka akan murah rizqinya, tinggi derajatnya dan berhasil cita-citanya 

2- Barangsiapa yang ingin di percaya ucapannya oleh orang banyak, maka istiqomahlah membaca sholawat ini 1 kali tiap lepas sholat, insya Allah ucapannya akan di percaya banyak orang 

3- Barangsiapa yang ingin mimpi bertemu Rosulullah saw, maka kerjakan sholat hajat 2 roka'at di tengah malam, setelah salam membaca sholawat ini 1999 kali. Setelah selesai membaca sholawat di atas, kemudian tidurlah dalam keadaan suci dan di tempat yang suci, serta memakai wewangian insya Allah mimpi bertemu Rosulullah ﷺ.

Selasa, 07 Maret 2023

DO’A MOHON DIBERI KEKUATAN BERIBADAH DI BULAN RAMADHAN


﷽ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

Berikut ini adalah amalan (do’a) agar kita dapat menjalankan ibadah sesuai harapan khususnya di Bulan Ramadhan serta dapat menggapai malam yang sangat mulia yang nilainya melebihi malam seribu bulan yaitu “LAILATUL QODAR”.

Do’a berikut dibaca 1x atau 3x atau 7x pada Bulan Sya'ban dan Ramadhan setiap setelah melaksanakan Shalat Tahajjud atau Shalat Witir.

Alloohumma innaa nas-aluKal quwwata wal istiqoomata wal istithoo'ata washshihhata wal kifaayata wal barokata wan ni'mata wal maghfirota wal hidaayata fith-thoo'ati wal 'ibaadati khushuushon fii Romadhoon, wa na'uudzu biKa min kulli mushiibatiw wa syiddatiy yaa Arhamarroohimiin.
 
Artinya:
Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kekuatan, istiqomah, kemampuan, kesehatan, kecukupan, keberkahan, kenikmatan, ampunan dan hidayah dalam taat beribadah khususnya di Bulan Ramadhan, dan kami berlindung kepada-Mu dari setiap musibah dan kesulitan Wahai Dzat Yang Maha Pengasih di antara para pengasih".

Sebelum membaca do’a tersebut, dianjurkan membaca Shalawat atas Nabi Muhammad SAW berikut ini sebanyak 3x:

اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ۞ صَلاَةً تَغْفِرُ بِهَا الذُّنُوْبَ،
وَتُصْلِحُ بِهَا الْقُلُوْبَ ۞ وَتَنْطَلِقُ بِهَا الْعُصُوْبُ ۞ وَتَلِيْنُ بِهَا الصُّعُوْبُ ۞ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ إِلَيْهِ مَنْسُوْبٌ ۞

"Alloohumma sholli ‘alaa Sayyidinaa Muhammad, sholaatan taghfiru bihadzunuub, wa tushlihu bihal quluub, wa tantholiqu bihal ‘usuub, wa taliinu bihasshu'uub wa ‘alaa aalihii wa sohbihii wa man ilaihil mansuub".

Artinya:
"Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, yang dengannya Engkau ampuni kami, Engkau perbaiki hati kami, menjadi lancar urat-urat kami, menjadi mudah segala kesulitan, juga kepada keluarganya dan para sahabatnya beserta orang-orang dimansubkan (dinisbatkan) kepada beliau".

{ Diijazahkan oleh: Habib Sholeh bin Muhsin al-Hamid, Tanggul }

Dengan mengamalkan do’a tersebut maka إِنْ شَاءَ ٱلله kita akan diberikan kekuatan, istiqomah, kemampuan, kesehatan, kecukupan, keberkahan, kenikmatan, ampunan dan hidayah dalam beribadah khususnya di Bulan Ramadhan serta dilindungi oleh Allah SWT dari berbagai macam musibah maupun kesulitan di Bulan Mulia tersebut serta dimudahkan dalam beribadah di Malam Paling Mulia yaitu LAILATUL QODAR. Jangan lupa untuk bersedekah semampunya di setiap malam di Bulan Ramadhan terutama di 10 malam terakhir! Juga baca dzikir YAA HAYYU YAA QOYYUUM sebanyak 100x setiap hari dan perbanyak do'a ALLOOHUMMA INNAKA 'AFUWWUN TUHIBBUL 'AFWA FA'FU'ANNAA.

Semoga kita diberikan kemudahan dalam taat kepada Allah SWT serta digolongkan sebagai Ahli Surga. Semoga Allah ﷻ mengampuni kita dan mengabulkan semua do'a dan hajat kita segera. Aamiin.

ﻭَٱللّٰهُ أَﻋْﻠَﻢُ بِٱﻟﺼَّﻮَٱﺏِ
صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ عَدَدَ نِعَمِ اللهِ
صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ عَدَدَ رَحْمَةِ اللهِ

* * * * *

Adab Mempersiapkan Malam Nisfu Sya'ban

‏‏آداب الاستعداد لليلة نصف الشعبان



١- التوبة

 1. Bertaubat 

٢- العفو عمن بينك وبينه خصومه 

2. Memaafkan orang-orang yang berselisih denganmu 

٣- المسارعة لبر الوالدين وصلة الرحم وإكرام الجار

3. Menyegarakan untuk berbakti kepada orang tua, silaturahim dan memuliakan tetangga

‏٤ - التوبة من حب أهل المعاصى من المسلمين والكفار ومن البدع والضلالات ومن موالاة غير المؤمنين ليقف بين يدى الله طاهرا مقبولا

4. Dianjurkan untuk segera bertaubat bagi orang-orang yang suka bermaksiat, suka melakukan kekufuran dan melewati batas, agar bisa khusyu' bermunajat kepada Allah dalam keadaan bersih dan dapat diterima

٥ - أن يوسع على أهله وأولاده فيها 

5. Membuat acara keluarga, berbagi rezeki dengan sanak saudara dan anak-anaknya secukupnya

‏٦- أن يكثر من الدعاء بقوله (يا غفور يا رحيم يا تواب يا كريم يا الله)

6. Memperbanyak doa (Yaa Ghofur, Yaa Rohiim, Yaa Tawwab, Yaa Kariim, Ya Allah)

للإمام المجدد السيد محمد ماضي أبو العزائم

📚 مشارق البيان في فضائل شعبان

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

۞يالله بالتوفيق حتى نفيق ونلحق الفريق⁣ 
۞ٱللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Mudah-mudahan kita mendapat taufiq sehingga kita bisa di golongkan dengan orang-orang sholeh. Aamiin

Senin, 06 Maret 2023

Amalan Nisfu Sya'ban

Niat menyambut bulan Romadhon



نِيَّةُ رَمَضَان لِسَيِّدِيْ الحَبِيْب أَبِيْ بَكْرِ العَدْنِيْ ابْنِ عَلِيْ المَشْهُوْر

Niat menyambut bulan Ramadhan oleh AlHabib Abubakar AlAdeni AlMasyhur

نَوَيْنَا مَانَوَاهُ النَّبِيُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالسَلَفُ الصَّالِحُ مِنْ آلِ البَيْتِ الكِرَامِ وَالصَّحَابَه الأَعْلَام

Kami niat sebagaimana niat Nabi SAW dan para salafuna shalih dari para ahlulbait nabi yang mulia dan para sahabat yang agung

وَنَوَيْنَا القِيَامَ بِحَقِّ الصِيَامِ عَلَى الوَجْهِ الَّذِيْ يُرْضِي المَلِكُ العَلاَّم

Kami niat melaksanakan puasa dengan sesempurna mungkin yang membuat ridho raja semesta alam Allah SWT

وَنَوَيْنَا المُحَافَظَةَ عَلَى القِيَامِ وَحِفْظِ الجَوَارِحِ عَنِ المَعَاصِي وَالآثَام
ِ
Kami niat menjaga sholat tarawih dan menjaga angota badan dari segala maksiat dan dosa

وَنَوَيْنَا تِلَاوَةَ القُرْآنِ وَكَثْرَة الذِكْرِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى سَيِّدِ الأَنَامِ وَنَوَيْنَا تَجَنُّبَ الغِيْبَةِ وَالنَمِيْمَةِ وَالكَذِبِ وَأَسْبَابِ الحَرَام
ِ
Kami niat rutin membaca alqur'an dan banyak berdzikir serta sholawat pada nabi muhammad pemimpin manusia dan menjauhi ghibah, adu domba , berdusta dan segala hal yang menyebabkan perkara yang haram dan dosa

وَنَوَيْنَا كَثْرَةَ الصَّدَقَاتِ وَمُوَاسَاةِ الأَرَامِلِ وَالفُقَرَاءِ وَالأَيْتَامِ

Kami niat banyak bersodaqoh dan menyantuni para janda janda ,orang-orang fakir juga anak anak yatim

وَنَوَيْنَا كَمَالَ الإِلْتِزَامِ بِآدَابِ الإِسْلَامِ وَالصَّلاةِ فِي الجَمَاعَةِ فِي أَوْقَاتِهَا بِانْتِظَام
ِ
Kami niat menjaga dengan sebaik baiknya akhlak-akhlak yang di ajarkan dalam agama islam serta menjaga sholat jama'ah tepat pada waktunya dengan sempurna

وَنَوَيْنَا كُلَّ نِيَّةِ صَالِحَةٍ نَوَاهَا عِبَادُ اللهِ الصَّالِحُوْنَ فِي العَشْرِ الأَوَائِلِ وَالأَوَاسِطِ وَالأَوَاخِرِ وَلَيْلَةِ القَدْرِ فِي سَائِرِ اللَيَالِي وَالأَيَّامِ

kami niat dengan semua niat niat baik yang telah di niatkan para sholihin di 10 pertama , 10 kedua serta 10 terakhir dan malam lailatul qodar juga di setiap malam dan harinya

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلّم