MUTIARA ILMU: Juli 2023

Senin, 31 Juli 2023

SHOLAWAT NUR MUHAMMAD DAN SHOLAWAT DIRI


Assalamu'alaikum Warahmatullahi wabarakatuh
Shalallahu'la Muhammad 
Jika ingin sakarotil maut tidak susah, mudah pulang ke rohmatulloh, segala pekerjaan menjadi mudah maka amalkannlah sholawat Nur Muhammad dan Sholawat Diri 100x dalam sehari semalam.

Sholawat ini ada pada bacaan sholat kita yang juga ada sholawat utama atau sholawat IBRAHIMIYYAH

Cara bacanya dijadikan satu :

اَلصَّلَاةُ وَ السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَ رَحْمَةُ لٰلهِّ وَ بَرَكَاتُهُ ٬ اَلسَّلَامُ عَلَيْنَا وَ عَلٰى عِبَادِ لٰلهِّ الصَّالِحِيْنَ. 

AS-SHOLAATU WAS-SALAAMU ‘ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WA RAHMATULLOOHI WA BAROKAATUH, ASSALAMU ‘ALAINAA WA ‘ALAA ‘IBAADILLAAHISH SHOOLIHIIN,100x setiap hari dan kalau mampu 1000x tiap malam JUMA'AT

Kalau kita sudah membaca itu 100x atau 1000x sama halnya kita sudah berkirim salam kepada saudara kita semua kalau istilah jawanya sedulur papat kalima pancer yang suatu saat itu akan menemui kita.

Kalau tidak sanggup membacanya 1000x pada malam JUMA'AT, cukup 100x saja dan 100x pada hari-hari lainnya boleh sekali duduk waktunya bebas, kalau pun 100x sekali duduk tidak sanggup juga maka amalkan 20x sesudah sholat fardu.
Aamiin ya Rabbal-Aalamiin

Senin, 17 Juli 2023

Nasehat untuk orang NU

*Kritikan Untuk Orang-orang NU*

*Oleh: Gus Baha (KH Bahaudin Nur Salim)*

NU itu terlalu banyak pengajian umum. Tradisi ngaji (kitab) mulai hilang. Itu lampu merah. Orang kaya suka ulama. Suka kiai. Tapi maunya ngatur ulama, tidak mau diatur ulama.

Saya ga mau ngaji yang ribet itu. Harus pasang panggung, sound system, yang penting bupati datang. Ribet.

Mereka habis 50 juta, 100 juta tidak masalah. Tapi sesuai mau mereka, yang datang jamaahnya banyak. Coba, kalo nuruti maunya kiai, ulama, ngajinya menganalisa kitab, uangnya buat mencetak naskah, pasti tidak mau.

Saya ingin kebesaran ulama itu kembali, yaitu bisa mengatur orang kaya. Bukan seperti sekarang, diatur orang kaya.

Banyak yang datang minta pengajian umun, bawa alphard, saya jawab kalo mau ngaji datang ke sini saja. Kalo kiai diatur-atur, kan ribet.

Bukan saya anti. Dan itu perlu. Tapi sudah over. Tapi tradisi ngaji yang sebenarnya, yang jadi standar NU, sudah mulai ditinggalkan.

Ditambah, kiai yang kedonyan, cinta dunia. Klop. Yang kaya, tahunya memuliakan kiai dengan uang, kiainya juga senang. Musibah. Terutama di Jawa Timur.

Saya keluar dari kantor PWNU Jawa Timur, langsung dikasih voucher umroh. Saya jawab, tidak, saya kiai Jawa Tengah.

Makanya saat saya diundang di Tebu Ireng, Pondok Syaikhona Kholil, Termas … Saya mau asal, disediakan naskahnya Mbah Hasyim Asy’ari, Mbah Kholil, Syaikh Mahfudz Termas.

Ya, saya ngajinya kitab para pendiri pesantren itu. Bukan ngaji Gus Baha tapi ngaji Mbah Hasyim Asy’ari, dll.

Ini kan musibah. Selama ini dzurriyah, para cucu tidak peduli dengan naskah pendiri. Padahal ada ahli filologi, pengumpul naskah. Naskah masyayikh kita ada di luar negeri, cucunya ga punya.

Saya punya naskahnya Syaikh Mahfudz yang tidak ada di Termas. Saya dikasih Mbah Moen. Akhirnya, para cucu ngaji ke sini.

Coba, Sirojut Tholibin di cetak di mana-mana, termasuk Yaman. Namun, kita tahu nasibnya di Jampes.

Kiai-kiai NU itu sudah alim. Ngerti hukum secara tafsil, kok malah hobi bicara yang mujmal. Ini kan sudah mau pinter, di suruh goblok lagi.

Anda itu ngaji, sampai buka kamus, meneliti tiap kata, harusnya ngajarnya seperti itu. Agar tetap alim.

Ada kiai yang sehari manggung 3 kali. Padahal, pasti dia tidak paham problem dakwah di setiap tempat itu. Dia tidak tahu objeknya, tidak tahu obatnya. Pasti bicaranya standar, itu-itu saja, yang penting lucu dan menarik. Mana ada waktu untuk belajar lebih dalam?

*Akhirnya ada orang ceramah ditambahi musik* macam-macam. Karena dia tidak alim. Tidak terkontrol, yang penting menarik.

*Akhirnya ya goblok beneran.* Pondok NU juga ikut-ikutan tren. Bikin acara, ya pengajian umum. Yang datang banyak.

Masak, pondok NU mengundang Ustad/Kiai yg tidak jelas. Karena ikut tren tadi. Tidak tahu, keduanya itu kategorinya apa, detailnya mereka. Musibah lagi, warga NU membaca tulisan Gus Ulil, Nusron bahkan Abu Janda tapi tidak tahu naskahnya Mbah Hasyim Asy’ari.

*Saya hanya ingin, tradisi ilmiah di NU itu kembali.* Kiai tidak boleh diatur orang kaya. Jika tidak, NU bisa habis (orang alimnya). Saya di NU ditugasi ini, bukan yang lain. Maka, saat saya di Lirboyo, saya bilang ‘Gus Kafa, saya lebih senang disambut 4 santri yang benar-benar niat ngaji, daripada banyak santri yang niatnya tidak jelas’. Kemudian, setiap kali saya ke Lirboyo, anak, mantu, cucu dikumpulkan dulu ngaji sama saya.

Jika, kita 5 tahun saja memulai. NU akan hebat. Jika bukan anak kita yang jadi alim, cucu kita akan jadi ulama. Itulah NU. NU itu harusnya melahirkan kiai – allamah, bukan kiai-mubaligh seperti sekarang. Dan saya melihat sudah lampu merah. Padahal di zaman kakek saya, bahasa Arab itu seperti bahasa Jawa. Saya punya tulisannya Mbah Hasyim Asy’ari yang surat-suratan dengan kakek saya dengan bahasa Arab.

Keilmuan, kealiman ini jangan habis. Dulu para pendiri, kakek kita, allamah, punya naskah. Jika kita terus begini, bisa habis.

,*SUMBER:*
https://www.portal-islam.id/2020/08/viral-gus-baha-kritikan-untuk-orang.html?m=1

#monggoshare

Kamis, 13 Juli 2023

ASHHABUL FATIH SELAMAT DARI SIKSA KUBUR

Rutinan mlm jumat 

Sayyidi As Syekh Qutb Al Aqthob Ahmad bin Muhammad Attijany rodliyallah 'anhu berkata:
Ketahuilah bahwa dosa-dosa di zaman ini tidak ada seorangpun yang bisa terlepas darinya karena dosa dosa tersebut menimpa manusia seperti hujan lebat, akan tetapi perbanyaklah melakukan sesuatu yang bisa menebus dan melebur dosa dan yang paling dikuatkan adalah SHOLAWAT FATIH.
Karena SHOLAWAT FATIH TIDAK AKAN MENINGGALKAN DOSA SEDIKITPUN.
Sayyidi Assyekh Ahmad Assukairij juga menceritakan dari Sayyid 'alal al jabiri bahwa beliau (sayyid 'alal) bermimpi melihat dirinya telah mati kemudian orang orang memandikan, mengkafankan dan menguburkannya.
Tatkala beliau berada di dalam kubur, tiba-tiba dua malaikat penanya masuk dan duduk disisinya kemudian salah satu dari kedua malaikat tersebut bertanya padanya tentang siapa tuhannya, Nabinya dll.
ketika beliau (sayyid 'alal) bersiap siap untuk menjawab, tiba tiba salah satu malaikat yang lain menciumnya lalu malaikat itu menoleh ke temannya seraya berkata: "mari kita pergi menuju jalan kita".
"Bagaimana kamu akan menanyainya sedangkan ia adalah ASHHABUL FATIH (orang orang yg suka membaca sholawat fatih)."
Sayyid 'alal berkata :
kemudian kedua malaikat itu berdiri dan pergi dan beliaupun lalu bangun dr tidurnya.
(KASYFUL HIJAB oleh SAYYIDI ASSYEKH AHMAD SUKAIRIJ ATTIJANI RODLIYALLAH 'ANHU)
۞ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ۞
۞ ﺍﻟﻔَﺎﺗِﺢِ ﻟِﻤَﺎ ﺃُﻏْﻠِﻖَ ۞
۞ ﻭَﺍﻟﺨَﺎﺗِﻢِ ﻟِﻤَﺎ ﺳَﺒَﻖَ ۞
۞ ﻧَﺎﺻِﺮِ ﺍﻟﺤَﻖِّ ﺑِﺎﻟﺤَﻖِّ ۞
۞ ﻭَﺍﻟﻬَﺎﺩِﻱ ﺇِﻟَﻰ ﺻِﺮَﺍﻃِﻚَ ﺍﻟﻤُﺴْﺘَﻘِﻴﻢِ ۞
۞ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻟِﻪِ ﺣَﻖَّ ﻗَﺪْﺭِﻩِ ﻭَﻣِﻘْﺪَﺍﺭِﻩِ ﺍﻟﻌَﻈِﻴﻢِ
Kami ijazahkan sholawat fatih kepada kalian.
Ikrar sy ridho mengamalkan sholawat fatih tiap bada sholat 11x
Dan sehari semalam 300x

Senin, 10 Juli 2023

𝗚𝗨𝗦 𝗗𝗨𝗥 & 𝗠𝗨𝗧𝗜𝗔𝗥𝗔 𝗦𝗛𝗢𝗟𝗔𝗧


Seorang Wali Allah (kekasih Allah), KH.Abdurrahman Wahid atau Gus Dur pernah memberikan nasihat mengenai bagaimana sebenarnya kita sholat.

***

Bila engkau anggap sholat itu hanya penggugur kewajiban, maka kau akan terburu-buru mengerjakannya.

Bila kau anggap sholat hanya sebuah kewajiban, maka kau tak akan menikmati hadirnya Allah saat kau mengerjakannya.

Anggaplah sholat itu pertemuan yang kau nanti dengan Tuhanmu.

Anggaplah sholat itu sebagai cara terbaik kau bercerita dengan Allah SWT.

Anggaplah sholat itu sebagai kondisi terbaik untuk kau berkeluh kesah dengan Allah SWT.

Anggaplah sholat itu sebagai seriusnya kamu dalam bermimpi.

Bayangkan ketika "adzan berkumandang", tangan Allah melambai ke depanmu untuk mengajak kau lebih dekat dengan-Nya.

Bayangkan ketika kau "takbir", Allah melihatmu, Allah senyum untukmu dan Allah bangga terhadapmu.

Bayangkanlah ketika "rukuk", Allah menopang badanmu hingga kau tak terjatuh, hingga kau rasakan damai dalam sentuhan-Nya.

Bayangkan ketika "sujud", Allah mengelus kepalamu. Lalu Dia berbisik lembut di kedua telingamu: "Aku Mencintaimu hamba-Ku".

Bayangkan ketika kau "duduk di antara dua sujud", Allah berdiri gagah di depanmu, lalu mengatakan: "Aku tak akan diam apabila ada yang mengusikmu".

Bayangkan ketika kau memberi "salam", Allah menjawabnya, lalu kau seperti manusia berhati bersih setelah itu.

Sabtu, 08 Juli 2023

DO'A PENDEK TAPI SANGAT BERMANFAAT

"
Banyak yang beranggapan doa ini pendek, namun perhatikan kandungannya

‏أَلًْلّٰهُمَّ إِنِّي أَسأَلُكَ الۡعَافِيَۃَ

Allahumma Inni As Aluka Al-'Aafiyah.

Al-Abbas (R.A.) paman Nabi (ﷺ) datang kepada Nabi (ﷺ) dan berkata : "Ya Rasulullah (ﷺ) ajarkanlah aku do'a," katanya.

Nabi (ﷺ) lalu berkata : "Wahai paman ku, bacalah :

‏أَلًْلّٰهُمَّ إِنِّي أَسأَلُكَ الۡعَافِيَۃَ

Allahumma Inni As Aluka Al-'Aafiyah.
(Ya Allah, aku memohon kepada MU 'aafiyah).

Sekarang apa yang 'Aafiyah ???

" Aafiyah bermaksud :
Untuk menyelamatkan diri daripada semua kesusahan yang menimpa".

Untuk menjadi sehat, kita perlu berada di dalam 'Aafiyah.

Untuk mempunyai uang yg cukup, kita haruslah berada di dalam 'Aafiyah.

Untuk terus hidup sejahtera, kita seharusnya berada di dalam 'Aafiyah.

Untuk mau anak2 kita di lindungi, kita perlu berada di dalam 'Aafiyah.

Dan jika kita sudah diampuni dan tidak dihukum, kita berada dalam 'Aafiyah.

Jadi, pada asasnya 'Aafiyah itu bermaksud :
"Ya Allah, lindungilah aku daripada apa-apa kesakitan, kesusahan dan segala penderitaan".
Ini termasuk untuk di Dunia dan di Akhirat.

Al-Abbas (R.A.) berfikir tentang ini untuk seketika, dan kemudian dia datang kembali kepada Nabi (ﷺ) selepas beberapa hari lalu dia berkata:-

"Ya Rasulullah (ﷺ), do'a ini seolah-olah sedikit pendek. Saya minta sesuatu yang lebih besar."

Nabi (ﷺ) lalu berkata : "Wahai pamanku yang dikasihi, mohonlah kepada Allah untuk 'Aafiyah, maka anda tidak boleh diberi apa-apa yg lebih baik daripada 'Aafiyah. Ia adalah satu do'a yang mudah namun terbaik."

Yang Benar adalah setiap yang bermakna dari apa yang anda katakan (mohon) ketika berdo'a.

"Ya Allah, aku memohon kepadaMU agar aku selamat daripada semua kesusahan, kesulitan, kesedihan, bahaya (musibah) dan janganlah ENGKAU menguji aku dan lain-lain yang berat."

Semua ini termasuk di dalam *Allahumma Inni As Aluka Al-'Aafiyah
~ (Riyadh As Shaliheen, imam At-Tirmidzi).

Nabi Muhammad (ﷺ) berkata : " Sampaikanlah daripada aku, walaupun ia adalah satu ayat."

Semoga bermanfaat.
@semua orang