MUTIARA ILMU: Februari 2022

Kamis, 24 Februari 2022

KHASIAT BISMILLAH LIMA


بسم الله الرحمن الرحيم
1.Bismillahir Rahmanir Rahiim

بسم الله الشافي
2. Bismillahish Shaafii

بسم الله الكافي
3. Bismillahil Kaafii

بسم الله المعافي
4. Bismillahil Mu’aafii

بسم الله الذي لا يضر مع اسمه شىء في الارض ولا في السماء وهو السميع العليم
5. Bismillahil ladzhi laa ya dhurru ma’as mihi syai un fil ardhi wala fis samaa-e wa huwas samii’un ‘alim

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
Dengan nama Allah Yang Menyembuhkan
Dengan nama Allah Yang Mencukupkan
Dengan nama Allah Yang Memberikan kesihatan yang baik
Dengan nama Allah yang tidak memberi kemudaratan dengan namanya akan sesuatu pun di dunia dan di langit dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui
ANTARA FUNGSI BISMILLAH 5

Penawar bisa diri
Penawar kepada penyakit bisa-bisa tulang
Penawar bisa-bisa badan
Penawar bisa batu merian
Boleh digunakan untuk mengubati sakit yang tidak diketahui puncanya
Cara menggunakan Bismillah 5

Letakkan tangan di tempat yang sakit, tarik nafas, baca Bismillah 5 tujuh kali dan tiup di tempat yang sakit.
Kalau anak menangis di tengah malam, baca Bismillah 5 ini dan hembus pada ubun-ubun bayi.
Kalau anak demam, baca dan hembus pada air 19x, kemudian lap badan anak dengan air tersebut sekerap mungkin sambil berselawat.
Kesan Sampingan

Dengan mengamalkan Bismillah Lima akan menyebabkan segala jenis racun menjadi tawar serta tidak mendatangkan mudharat jika terminum. Gelas yang dipegang oleh pengamal Bismillah Lima akan pecah pecah dengan sendirinya jika kandungannya mengandungi racun.

Wallahu a’lamu bissawab
Semoga bermanfaat

Kamis, 17 Februari 2022

AMALAN KHUSUS JUM’AT TERAKHIR BULAN RAJAB

Assalamualaikum..

*السَّلَامُ عَلَيْڪُمُ وَرَحْمَةُ اللَّٰهِہ وَبَرَڪَاتُهُہ*
*اَللَّٰہُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَیٰ سَیِّدِنَا مُحَمَّدِِ عَبْدِڪَ وَرَسُوْلِڪَ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وعَلَی آلِــهِہ وَصَحْبِـهِہ وَسَلِّمْ تَسْلِيـمََا ڪَثِيْـرََا*

"*AMALAN HARI JUM'AT..*

1.AMALAN KHUSUS JUM’AT TERAKHIR BULAN RAJAB

اَحْمَدُ رَسُوْلُ اللّٰهِ ، مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللّٰهِ

Dibaca saat khotib membaca doa untuk mukminin dan mukminat 
di khutbah kedua sebanyak 35 Kali

Diriwayatkan oleh sebagian ulama salaf yaitu Al imam Al Ajhuri : 
Barang siapa yang membacanya, maka insya’Allah dompetnya tidak akan pernah kosong dari uang di tahun itu

2. AMALAN SETIAP HARI JUM’AT

UNTUK MELANCARKAN RIZKI DAN BISA SEGERA MELUNASI HUTANG: 

Membaca :
يَاغَنِىُّ يَامُغْنِى
Sebanyak 40 kali 
Disetiap membaca 10 kali ditambahi membaca kalimat : 
 اَغْنِنِيْ 

[Dibaca saat khotib membaca doa untuk mukminin dan mukminat di khutbah kedua]

CATATAN : BAGI SEORANG KHOTIB MENIATKAN BACA DZIKIR INI SEANDAINYA DIA TIDAK BERTUGAS MENJADI KHOTIB 
AGAR TETAP MENDAPATKAN FADILAHNYA, DAN UNTUK PEREMPUAN BACALAH DZIKIR INI DIRUMAH

Semoga AllAH selalu melancarkan Rezeki yang halal dan berkah untuk kita semua

Aamiin  Allahuma Aamiin

IJAZAH SHOLAWAT PENDEK SANGAT DAHSYAT KEUTAMAANNYA

اَعُوْذُبِاللَّــــهِِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْـــــــمِ
ﺑِﺴْـــــــــــــــــﻢِ ﺍﻟﻠّﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴْﻢ
اَلسَلامُ عَلَيْكُم وَرَحْمَةُ اَللهِ وَبَرَكاتُهُ‎
اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد وَاَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّم

جزء الله عنا سيدنا محمداً صل الله عليه وسلم بما هو اهله

1. Jazallahu annaa Sayyidana Muhammadan Maa Huwa Ahluh. (100 kali pagi & sore) 

2. Assalaamu Alaika Ayyuhann Nabiyyu Wa Rohmatullahi Wa Barokaatuh (100 kali pagi & sore) 

3. Allahumma sholli alaa sayyidina Muhammad Wa anzilhul maq'adal muqorroba indaka Yaumal qiyaamah (100 kali pagi & sore) 

4. Allahumma Sholli Alaa Sayyidina Muhammad Wa aalihi wasallim (400 malam hari)

 5. sholllahu alaa Muhammad (minimal bada sholat 100x/1000 . hitungan banyak 10rb) sholawat jibril

sholawatulfatih /11x 100x bada sholat fardu.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ۞ الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ ۞ وَالخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ ۞ نَاصِرِ الحَقِّ بِالحَقِّ ۞ وَالهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ المُسْتَقِيمِ ۞ وَعَلَى آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيمِ ۩.

Kabar gembira bagi yg mendawamkan sholawat.

Al-Khidhir alaihis salam berkata; Aku pernah bertanya kepada Auliya (para Wali) mengenai amalan yang dapat menghapus nama seseorang dari catatan celaka menjadi orang bahagia. Maka tidak ada di antara para Auliya yang memberikan jawaban. Hingga aku mendatangi Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam dan menggulirkan pertanyaan tersebut kemudian beliau menjawab: Amalan yang dapat menyelamatkan sesrorang dari deretan nama orang sial menjadi orang bahagia adalah dengan memperbanyak shalawat kepadaku.

Dikutip ulang dari kitab ittihaful amajid bi nafaisil fawaid karya Abu Mun'yah as-Sakunjiy at-Tijaniy jilid 2 halaman 258.

النبي ﷺ سكن المدينة فزال عنها المرض وصارت محروسة بالملائكة، فكيف إذا سكن قلبك! 
Nabi ﷺ menghuni kota Madinah, lalu hilanglah segala penyakit dari sana, dan kota itu pun dijaga oleh malaikat. Maka bagaimana jika Beliau  (Nur Rasullullah) menghuni hatimu....?
...
Ketika seorang hamba bersholawat pada Rosulullah saw, maka bersambung ruhnya dengan ruh Rosulullah saw. Dan akan terus bersambung dan tidak terputus kecuali jika ia berhenti bersholawat

Ijazah Surat Al-Fatihah dari Gus Miek

.
membaca Surat Al-Fatihah 100x yg diijazahkan oleh Gus Miek. Gus Miek mengambil amalan tersebut dari resep Al Imam Al Ghozali (Shahibul Ihya')

Ijazah dari Gus Miek ini bersifat umum jadi bisa diamalkan oleh siapa saja

bacaan Al-Fatihah bisa dibaca sekaligus / bisa dicicil pokoknya dalam 1 hari harus 100x

Surat Al-Fatihah merupakan Ummul Qur'an / Induk dari Al Qur'an. Dan Surat ini merupakan surat yg sangat di cintai Allah SWT, jika semisal Surat Al-Fatihah ini tidak dibaca pada shalat fardhu, maka shalatnya tidak sah. Surat Al-Fatihah juga mempunyai kandungan yg mendalam / sirr jika kita mampu untuk menghayatinya.

Sebelum kita membaca amalan tersebut hadiahkan tawasul Fatihah kpd :
1. Nabi Muhammad SAW
2. Al Imamil Al Ghozali RA 
3. Sayyidi Syaikh Hamim Tohari Djazuli RA

Fadhilah : untuk segala hajat, bahagia dunia-akhirat, bakal mendapat keajaiban yang tidak terduga.

Semoga bermanfaat.

Untuk beliau Al Fatihah...
#cintasejati24

Rabu, 16 Februari 2022

IJAZAH SHOLAWAT PENDEK SANGAT DAHSYAT KEUTAMAANNYA

اَعُوْذُبِاللَّــــهِِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْـــــــمِ
ﺑِﺴْـــــــــــــــــﻢِ ﺍﻟﻠّﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴْﻢ
اَلسَلامُ عَلَيْكُم وَرَحْمَةُ اَللهِ وَبَرَكاتُهُ‎
اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد وَاَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّم

جزء الله عنا سيدنا محمداً صل الله عليه وسلم بما هو اهله

1. Jazallahu annaa Sayyidana Muhammadan Maa Huwa Ahluh. (100 kali pagi & sore) 

2. Assalaamu Alaika Ayyuhann Nabiyyu Wa Rohmatullahi Wa Barokaatuh (100 kali pagi & sore) 

3. Allahumma sholli alaa sayyidina Muhammad Wa anzilhul maq'adal muqorroba indaka Yaumal qiyaamah (100 kali pagi & sore) 

4. Allahumma Sholli Alaa Sayyidina Muhammad Wa aalihi wasallim (400 malam hari)

 5. sholllahu alaa Muhammad (minimal bada sholat 100x/1000 . hitungan banyak 10rb) sholawat jibril

sholawatulfatih /11x 100x bada sholat fardu.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ۞ الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ ۞ وَالخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ ۞ نَاصِرِ الحَقِّ بِالحَقِّ ۞ وَالهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ المُسْتَقِيمِ ۞ وَعَلَى آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيمِ ۩.

Kabar gembira bagi yg mendawamkan sholawat.

Al-Khidhir alaihis salam berkata; Aku pernah bertanya kepada Auliya (para Wali) mengenai amalan yang dapat menghapus nama seseorang dari catatan celaka menjadi orang bahagia. Maka tidak ada di antara para Auliya yang memberikan jawaban. Hingga aku mendatangi Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam dan menggulirkan pertanyaan tersebut kemudian beliau menjawab: Amalan yang dapat menyelamatkan sesrorang dari deretan nama orang sial menjadi orang bahagia adalah dengan memperbanyak shalawat kepadaku.

Dikutip ulang dari kitab ittihaful amajid bi nafaisil fawaid karya Abu Mun'yah as-Sakunjiy at-Tijaniy jilid 2 halaman 258.

النبي ﷺ سكن المدينة فزال عنها المرض وصارت محروسة بالملائكة، فكيف إذا سكن قلبك! 
Nabi ﷺ menghuni kota Madinah, lalu hilanglah segala penyakit dari sana, dan kota itu pun dijaga oleh malaikat. Maka bagaimana jika Beliau  (Nur Rasullullah) menghuni hatimu....?
...
Ketika seorang hamba bersholawat pada Rosulullah saw, maka bersambung ruhnya dengan ruh Rosulullah saw. Dan akan terus bersambung dan tidak terputus kecuali jika ia berhenti bersholawat

Inilah Kiai-kiai yang Mendirikan NU



Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari, KH Wahab Hasbullah, KH Bishri Sansoeri merupakan tiga kiai, di antara kiai-kiai lain, yang hadir saat mendirikan

Gerakan para kiai Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) mendirikan organisasi merupakan lanjutan dari gerakan-gerakan para kiai sebelumnya. Kelanjutan dari gerakan Wali Songo dan ulama penyebar Islam lainnya. Selama ratusan tahun, sambung-menyambung, para ulama bergerak mempertahankan Islam di Nusantara. 

Karena keadaan terus berubah, tantangannya pun berbeda, cara para kiai Aswaja bergerak dalam mempertahankan dan menyebarkan Islam pun berubah juga. Jika sebelumnya hanya melalui pesantren dan tidak bergerak sendiri-sendiri, para kiai mencoba dengan mendirikan organisasi. Ini hanyalah persoalan cara, tapi intinya adalah mempertahankan Islam itu sendiri. Buktinya, pesantren dipertahankan, organisasi dijalankan. 

Tantangan baru itu adalah penjajahan bangsa Eropa. Mereka tidak hanya mengeruk kekayaan alam di Nusantara, tetapi menyebarkan agama dan budaya mereka dengan begitu masif karena terorganisir dengan baik. Dengan demikian, motif mendirikan organisasi adalah untuk menahan persebaran agama yang dibawa penjajah. Pada saat yang sama, berusaha lepas dari belenggu penjajahan (nasionalisme).

Motif mempertahankan agama, adalah Islam Ahlussunah wal Jamaah dengan mazhab empat. Sebab pada saat itu, di Timur Tengah muncul paham baru yang menggagas pembaruan dalam Islam dengan slogan kembali pada Al-Qur’an dan hadits dan antitaqlid kepada mazhab empat. Di Arab Saudi muncul pula paham Wahabi. 

Paham tersebut semakin kuat dan masif ketika disokong kekuasaan. Sejak Ibnu Saud, Raja Najed menaklukkan Hijaz (Mekkah dan Madinah) tahun 1924-1925, aliran Wahabi sangat dominan di tanah Haram. Kelompok Islam lain dilarang mengajarkan mazhabnya, bahkan tidak sedikit para ulama yang dibunuh.  

Paham tersebut juga mendapat pengikut kuat di Nusantara yang mengampanyekan antibidah dimana-mana. Taqlid adalah penyebab kemunduran, melarang tahlilan, dan tradisi-tradisi keagamaan lain yang jelas-jelas memiliki dasar dari ajaran Islam sendiri, yang selama ini dilakukan paham Ahlussunah wal Jamaah.  

Para ulama Ahlussunah wal Jamaah di Nusantara, risau dengan kebijakan Arab Saudi tersebut. Mereka kemudian merencanakan untuk mengirimkan utusan ke Tanah Suci Makkah, menemui penguasa saat itu untuk meminta menghentikan kebijakan itu. Rencana untuk mengirim utusan dilaksanakan di kediaman KH Wahab Hasbullah di Kertopaten, Surabaya pada 16 Rajab 1344 H bertepatan dengan 31 Januari 1926, untuk membentuk Komite Hijaz.

Pada pertemuan itu, mereka memikirkan utusan yang akan dikirimkan itu atas nama apa. Karena belum ada wadah kelompok tersebut, mereka sepakat membentuk organisasi bernama Nahdlatul Ulama, kebangkitan ulama berdasarkan usulan KH Mas Alwi Abdul Aziz. 

Setelah menyepakati mendirikan organisasi, mereka kemudian menyepakati mengirimkan utusan ke Tanah Suci Mekkah untuk menyampaikan lima permohonan. Pertama, memohon diberlakukan kemerdekaan bermazhab di negeri Hijaz. Kedua, memohon untuk tetap diramaikan tempat-tempat  bersejarah . Ketiga, memohon agar disebarluaskan ke seluruh dunia, setiap tahun sebelum datangnya musim haji mengenai tarif yang harus diserahkan jamaah haji. Keempat, memohon agar semua hukum yang berlaku di negeri Hijaz, ditulis dalam bentuk undang-undang agar tidak terjadi pelanggaran terhadap undang-undang tersebut. Kelima, memohon  balasan surat kepada  kedua delegasi tersebut.  

Berdasarkan buku Pertumbuhan dan Perkembangan NU karya Choirul Anam, para kiai yang hadir dalam pertemuan Kertopaten, Surabaya itu adalah KH Hasyim Asy’ari Tebuireng (Jombang, Jawa Timur), KH Abdul Wahab Chasbullah (Tambakberas, Jombang, Jawa Timur), KH Bishri Syansuri (Jombang, Jawa Timur), KH Asnawi (Kudus, Jawa Tengah) KH Nawawi (Pasuruan, Jawa Timur) KH Ridwan (Semarang, Jawa Tengah) KH Maksum (Lasem, Jawa Tengah) KH Nahrawi (Malang, Jawa Tengah) H. Ndoro Munthaha (Menantu KH Khalil) (Bangkalan, Madura), KH Abdul Hamid Faqih (Sedayu, Gresik, Jawa Timur) KH Abdul Halim Leuwimunding (Cirebon, Jawa Barat) KH Ridwan Abdullah (Jawa Timur), KH Mas Alwi (Jawa Timur), dan KH Abdullah Ubaid dari (Surabaya, Jawa Timur) Syekh Ahmad Ghana’im Al Misri (Mesir), dan beberapa ulama lainnya yang tak sempat tercatat namanya. (Abdullah Alawi)

Selasa, 15 Februari 2022

DI ANTARA TANDA AHLUS SUNNAH WAL JAMAAH


-
وروى التيمي عن زين العابدين علي بن الحسين بن علي ابن أبي طالب رضوان الله عليهم أنه قال : من علامة اهل السنة والجماعة كثرة الصلاة على رسول الله صلى الله عليه وسلم
-
Imam At Taimi meriwayatkan dari Imam Zainal Abidin bin Husain bin Ali bin Abi Thalib ra, bahwasannya beliau berkata : “ termasuk tanda golongan Ahlus Sunnah Wal Jamaah adalah banyak membaca Shalawat kepada Nabi Muhammad saw.
-
(Manahijul Imdad Jilid 2 hlm. 125)
-
📷 : (Kunjungan Al- Habib Soleh mauladdawileh dari Yaman di kediaman Gus Baha' beberapa Bulan yang lalu )

Minggu, 13 Februari 2022

Mbah Kyai Hasyim Asy'ari & Gus Baha'

" "

Hari ini 14 February adalah hari lahirnya Kyai yang sangat istimewa,
Yah ,,,,
Nusantara telah melahirkan seorang ulama kelas dunia, yg sangat berjasa dalam hal berbangsa dan beragama. 
Beliau adalah Hadrorotusaikheh KH Mohammad Hasyim Asy'ari,
Lahir pada tanggal 14 February 1817 M 
(Selasa Kliwon 24 Dhulhijjah 1287 H)
PENDIRI NAHDLATUL ULAMA 31 JANUARI 1926,

Atas kecerdasan juga kamakrifatan Beliau bersama para Kyai Kyai lainnya mendirikan NU,
Padahal sudah ada organisasi keagamaan yg besar sebelumnya. 

Semakin hari NU di kagumi oleh tokoh internasional dengan washatiyah / moderasi beragama dll dsbnya. 
Juga NU nampak berkahnya, terlihat hampir disetiap negara ada PCINU (Pengurus Cabang Istimewa NU). 

Beliau Hadrorotusaikheh KH Hasyim Asy'ari akan selalu hidup , dikenang sepanjang masa,
Karena jasa Beliau mewariskan organisasi NU kepada bangsa dan umat Islam Indonesia,
NU telah mengajarkan kita bagaimana cara beribadah dan bernegara yang benar,
الجاهلون موتى قيل موتهم
        والعالمون وان ماتوافاحياء
"Orang orang bodoh itu sudah mati sebelum datang kematian mereka,
Orang orang alim / cerdas dalam beragama walaupun sudah meninggal mereka akan tetap hidup,,"

Alhamdulilah... 
Hari ini kita bangsa Indonesia di berkahi Allah dengan adanya Gus Baha'. Kyai asal Kragan Rembang yang sederhana, yang menyejukkan, menyenangkan dan kealiman Beliau sangat di kagumi semua lapisan umat. 

KagemHadrorotusaikheh  Mbah KH Hasyim Asy'ari, Mbah KH Ahmad Dahlan dan para Kyai- Kyai NU,
Alfatihah,,,

Foto Mbah KH Hasyim Asy'ari & Gus Baha'. 
Rois Syuriyah PBNU. 
Semoga selalu sehat & panjang umur.

Mbah Kyai Hasyim Asy'ari & Gus Baha'

" "

Hari ini 14 February adalah hari lahirnya Kyai yang sangat istimewa,
Yah ,,,,
Nusantara telah melahirkan seorang ulama kelas dunia, yg sangat berjasa dalam hal berbangsa dan beragama. 
Beliau adalah Hadrorotusaikheh KH Mohammad Hasyim Asy'ari,
Lahir pada tanggal 14 February 1817 M 
(Selasa Kliwon 24 Dhulhijjah 1287 H)
PENDIRI NAHDLATUL ULAMA 31 JANUARI 1926,

Atas kecerdasan juga kamakrifatan Beliau bersama para Kyai Kyai lainnya mendirikan NU,
Padahal sudah ada organisasi keagamaan yg besar sebelumnya. 

Semakin hari NU di kagumi oleh tokoh internasional dengan washatiyah / moderasi beragama dll dsbnya. 
Juga NU nampak berkahnya, terlihat hampir disetiap negara ada PCINU (Pengurus Cabang Istimewa NU). 

Beliau Hadrorotusaikheh KH Hasyim Asy'ari akan selalu hidup , dikenang sepanjang masa,
Karena jasa Beliau mewariskan organisasi NU kepada bangsa dan umat Islam Indonesia,
NU telah mengajarkan kita bagaimana cara beribadah dan bernegara yang benar,
الجاهلون موتى قيل موتهم
        والعالمون وان ماتوافاحياء
"Orang orang bodoh itu sudah mati sebelum datang kematian mereka,
Orang orang alim / cerdas dalam beragama walaupun sudah meninggal mereka akan tetap hidup,,"

Alhamdulilah... 
Hari ini kita bangsa Indonesia di berkahi Allah dengan adanya Gus Baha'. Kyai asal Kragan Rembang yang sederhana, yang menyejukkan, menyenangkan dan kealiman Beliau sangat di kagumi semua lapisan umat. 

KagemHadrorotusaikheh  Mbah KH Hasyim Asy'ari, Mbah KH Ahmad Dahlan dan para Kyai- Kyai NU,
Alfatihah,,,

Foto Mbah KH Hasyim Asy'ari & Gus Baha'. 
Rois Syuriyah PBNU. 
Semoga selalu sehat & panjang umur.

"PESAN BELIAU PARA ULAMA' & KYAI SEPUH NU"


– KH. Idris Marzuki Lirboyo

“Siapapun ya ng memusuhi NU,  kalau dia orang wali, akan luntur kewaliannya. Kalau dia tokoh berpengaruh, akan kehilangan pengaruhnya. Sebab NU didirikan oleh para ulama dan direstui oleh para auliya”

– KH. As'ad Syamsul Arifin Sukorejo

“Santri Sukorejo yang keluar dari NU, jangan berharap berkumpul dengan saya di akhirat”

– KH. Hasyim Asy’ari Tebuireng

“Jangan jadikan perbedaan pendapat sebagai sebab perpecahan dan permusuhan, karena yang demikian itu merupakan kejahatan besar yang bisa meruntuhkan bangunan masyarakat, dan menutup pintu kebaikan di penjuru mana saja”  

– KH. Ridwan Abdullah Surabaya

“Jangan takut tidak makan kalau berjuang mengurus NU. Yakinlah! Kalau sampai tidak makan,  komplain aku jika aku masih hidup. Tapi kalau aku sudah mati, maka tagihlah ke batu nisanku”

– KH. Hasyim Asy’ari Tebuireng

“Agama dan Nasionalisme adalah dua kutub yang tidak berseberangan. Nasionalisme adalah bagian dari agama dan keduanya saling menguatkan” 

– KH. Muhammad Hasan Genggong

“Barang siapa menolong Nahdlatul Ulama, maka selamat di dunia dan akhirat”

– KH. As'ad Syamsul Arifin Sukorejo

“Seandainya Pancasila dirusak, NU harus bertanggungjawab! Umat Islam wajib membela Pancasila! Ini sudah mujma' 'alaih, konsensus ulama'!”

– KH. Abdurrahman Wahid Jombang

“Jika perbedaan adalah rahmat, kenapa manusia di negeri ini berebut untuk membencinya”

– Habib Ahmad Edrus al-Habsyi

“Pesan dari para masyaikh sudah jelas. Wasiat para kibar habaib seperti Habib Ali Kwitang dan Habib Salim bin Jindan juga sudah terang benderang; bahwa Nahdlatul Ulama adalah wasilah yang muttashil (bersambung) dengan dakwah Habibina Muhammad Saw”

– KH. Abdul Wahid Khudzaifah Sampang Madura

”Jangan pernah berpisah dengan NU, karena NU adalah tempatnya para ulama yang diridoi  para wali”

Jumat, 11 Februari 2022

Rambut Wanita Haid



Oleh: Muhammad Syihabuddin Dimyathi

Telah lumrah beredar sebuah keyakinan di masyarakat kita bahwa rambut dan kuku wanita saat haid tidak boleh ada yang lepas, atau kalau ada yang lepas maka 'wajib' di kumpulkan dan nantinya setelah haid selesai, ikut dimandikan. Di sebagian masyarakat kita bahkan ada yang meyakini kalau rambut yang rontok tersebut jika tidak dimandikan maka kelak di akhirat akan menjadi api, ada juga yang mengatakan akan menjadi ulat.

Dari itu, banyak dari mereka yang mempunyai ihtiyath atau kehati-hatian untuk tidak bersisir maupun keramas sampai seminggu, bahkan lebih, tergantung hari haid yang dialami. 

Hal ini tentunya bisa menimbulkan beberapa problem turunan, seperti suami yang bisa saja tidak suka dengan bau rambut istri karena berhari-hari tidak keramas, nantinya bisa bikin retak hubungan rumah tangga, dan problem lainnya. 

Yang menjadi pertanyaan sekarang, "Apakah benar ketentuannya demikian dalam syariat Islam?" 

Dalam tulisan pendek ini, kami berusaha menyajikan hasil penelitian kami terhadap permasalahan ini, yang mana kami klasifikasikan hasil penelitian ini menjadi tiga bagian :

Pertama, pembahasan dalil landasan.
Kedua, komentar berbagai ulama' menanggapi dalil tersebut.
Ketiga, kesimpulan.

Sebelum ke pembahasan utama, kami akan mengulas sedikit tentang judul yang kami tampilkan. Dalam judul tersebut kami hanya menyebutkan rambut wanita haid. Judul tersebut hanya memandang kebanyakan pembahasan yang terjadi. Secara aslinya pembahasan ini juga mencakup kuku, darah dan segala hal yang ada di tubuh, bukan hanya rambut. Objek kajian ini juga bukan sebatas wanita haid, karena yang jadi titik poin disini adalah 'hadats besar'. 

1- Dalil Landasan 

Imam Ghazali, dalam Ihya'nya menyatakan :

ولا ينبغي أن يحلق أو يقلم أو يستحد أو يخرج الدم أو يبين من نفسه جزءاً وهو جنب إذ ترد إليه سائر أجزائه في الآخرة فيعود جنباً ويقال إن كل شعرة تطالبه بجنابتها. ¹

"Tidak seyogyanya bagi seseorang untuk mencukur rambut, memotong kuku, mencukur bulu kemaluan, mengeluarkan darah atau membuang sesuatu dari badannya disaat dia sedang berjunub, karena seluruh bagian tubuhnya akan dikembalikan kepadanya di akhirat kelak, lalu dia akan kembali berjunub. Dan dikatakan bahwa setiap rambut akan menuntutnya sebab junub yang ada pada rambut tersebut.”

Keterangan ini ada dalam kitab Ihya' Ulumuddin pada pembahasan Kitab Adab al-Nikah. Keterangan tersebut juga dikutip oleh banyak ulama', baik ulama' turats maupun kontemporer, seperti tiga serangkai Syarh Minhaj, yaitu Tuhfah Ibnu Hajar, Nihayah Imam Ramli, dan Mughni Khatib Syarbini. Ulama' kontemporer yang menukil keterangan tersebut diantaranya adalah ulama' besar Suriah yang bergelar Al-Suyuthi al-Tsani, Dr. Wahbah ibn Musthofa al-Zuhaili dalam Fiqh al-Islami wa Adillatuh dan Syekh 'Athiyyah Shaqr -ulama besar al-Azhar- dalam Mawsu'ah Ahsan al-Kalam Fi al-Fatawa Wa al-Ahkam.

Dalam Ihya'nya Imam Ghazali tidak menyebutkan dalil rujukan atas statement tersebut. Dari penelusuran yang kami lakukan, ternyata Imam Ghazali bertendensi dengan sebuah hadits cukup panjang tentang hilir-mudiknya malaikat siang malam untuk mencatat orang-orang shalat, sebagaimana yang di jelaskan al-Hafidz Ibn Hajar al-'Asqolani dalam Fath al-Barinya: 

تَنْبِيهٌ اسْتَنْبَطَ مِنْهُ بَعْضُ الصُّوفِيَّةِ أَنَّهُ يُسْتَحَبُّ أَنْ لَا يُفَارِقَ الشَّخْصُ شَيْئًا مِنْ أُمُورِهِ إِلَّا وَهُوَ عَلَى طَهَارَةٍ كَشَعْرِهِ إِذَا حَلَقَهُ وَظُفْرِهِ إِذَا قَلَّمَهُ وَثَوْبِهِ إِذَا أَبْدَلَهُ وَنَحْوِ ذَلِكَ. ²

"Sebagian ulama sufi (yakni Abu Thalib al-Makki dan Imam Ghazali -pen*) mengambil dalil dari hadits ini bahwa seseorang disunnahkan untuk tidak memisahkan sesuatu dari badannya kecuali ia dalam keadaan suci, seperti memangkas rambut, memotong kuku, mengganti baju dan semisalnya."

2- Komentar-komentar Ulama' Menanggapi Dalil Landasan Tersebut

Ihya' Imam Ghazali dengan segala kepopuleran yang dimilikinya tentu memantik banyak respon dan tanggapan dari para ulama', baik dari sisi hadits maupun lainnya, tak terkecuali satu statement yang kami kutip dalam makalah ini. 

Statement itu memberi banyak respon dari para ulama', yang mana sekian statement tanggapan itu kembali kepada dua kelompok utama, yaitu pihak yang sepakat dan yang tidak.

Kami tampilkan beberapa diantaranya :

[1] Komentar ulama' yang sepakat 

1- Syekh Sa'id Ba'asyin:

وندب لنحو جنب: أن لا يزيل شيئا من بدنه إلا بعد الغسل؛ لأن الأجزاء تعود إليه في الآخرة، فيعود جنباً؛ تبكيتاً له، ثم تزول عنه ما عدا الأجزاء الأصلية، ويقال: إن كل شعرة تطالب بجنابتها.  ³

"Disunahkan pada semisal orang junub untuk tidak menanggalkan sesuatu dari badannya kecuali setelah mandi, karena seluruh anggota badan akan kembali kepadanya di akhirat kelak, maka hal itu akan menjadi sebab dia junub, sebagai pencelaan terhadapnya, kemudian anggota-anggota badan tadi akan hilang darinya kecuali anggota tubuh yang pokok, dan dikatakan bahwa setiap rambut kelak akan menuntutnya sebab janabah yang ada di rambut tersebut."

2- Ibnu Hajar al-Haitami : 

وَأَنْ لَا يُزِيلَ ذُو حَدَثٍ أَكْبَرَ قَبْلَهُ شَيْئًا مِنْ بَدَنِهِ وَلَوْ نَحْوَ دَمٍ قَالَ الْغَزَالِيُّ لِأَنَّ أَجْزَاءَهُ تَعُودُ إلَيْهِ فِي الْآخِرَةِ بِوَصْفِ الْجَنَابَةِ وَيُقَالُ إنَّ كُلَّ شَعْرَةٍ تُطَالِبُهُ بِجَنَابَتِهَا.⁴

"Dan orang yang memiliki hadats besar, sebelum mandi, untuk tidak menanggalkan sesuatu dari badannya, walaupun semisal darah. Al-Ghazali berkata…"karena anggota tubuhnya tersebut akan kembali padanya di akhirat kelak dalam keadaan junub, dan di katakan bahwa setiap rambut akan menuntutnya sebab janabah yang ada di rambut tersebut."

Dari sekian ulama' yang sepakat dengan statement Imam Ghazali, kami belum menemukan mereka menampilkan dalil landasan (al-Qur'an ataupun Hadits) dari apa yang telah diungkapkan Imam Ghazali, hanya menukil keterangan tersebut atau menyampaikannya dengan ungkapan lain yang senada, yang tidak keluar dari maksud Imam Ghazali. Seperti juga ibarot Syekh Zainuddin al-Malibari dalam Fath al-Mu'in:

وينبغي أن لا يزيلوا قبل الغسل شعرا أو ظفرا، وكذا دما، لان ذلك يرد في الآخرة جنبا.⁵

"Dan seyogyanya sebelum mandi mereka tidak menanggalkan rambut atau kuku, begitu juga darah. Karena itu akan di kembalikan diakhirat dalam keadaan junub."

[2] Komentar ulama' yang tidak sepakat

1. Hasyiyah Syarwani dan juga mengutip dari Imam Sa'd dalam Syarh 'Aqa`id al-Nasafiyyah menyatakan :

 (قَوْلُهُ تَعُودُ إلَيْهِ فِي الْآخِرَةِ) هَذَا مَبْنِيٌّ عَلَى أَنَّ الْعَوْدَ لَيْسَ خَاصًّا بِالْأَجْزَاءِ الْأَصْلِيَّةِ وَفِيهِ خِلَافٌ، وَقَالَ السَّعْدُ فِي شَرْحِ الْعَقَائِدِ النَّسَفِيَّةِ الْمُعَادُ إنَّمَا هُوَ الْأَجْزَاءُ الْأَصْلِيَّةُ الْبَاقِيَةُ مِنْ أَوَّلِ الْعُمُرِ إلَى آخِرِهِ ع ش. ⁶

"Pernyataan Mushonnif "anggota yang terlepas kelak di akhirat akan kembali", ini didasari penilaian bahwa anggota yang kelak kembali di akhirat bukan terkhusus anggota-anggota asli (pokok), dan dalam permasalahan ini ada khilaf. Al-Sa'd di dalam Syarh 'Aqa`id al-Nasafiyyah berkata "anggota yang kelak dikembalikan hanyalah anggota asli yang masih tersisa dari awal umur hingga akhir hayat."

2. Imam Bujairami mengatakan :

عِبَارَةُ الْبُجَيْرِمِيِّ فِيهِ نَظَرٌ؛ لِأَنَّ الَّذِي يُرَدُّ إلَيْهِ مَا مَاتَ عَلَيْهِ لَا جَمِيعُ أَظْفَارِهِ الَّتِي قَلَّمَهَا فِي عُمُرِهِ وَلَا شَعْرِهِ كَذَلِكَ فَرَاجِعْهُ قَلْيُوبِيٌّ.⁷

"Perlu dipertimbangkan kembali pendapat tersebut, karena anggota tubuh yang dikembalikan adalah anggota yang ada pada saat dia meninggal, bukan seluruh kuku yang dia potong selama hayatnya begitu juga bukan seluruh rambutnya." Keterangan ini mirip dengan yang diutarakan al-Qulyubi.

3. Al-Madaabighi : 

وَعِبَارَةُ الْمَدَابِغِيِّ قَوْلُهُ لِأَنَّ أَجْزَاءَهُ إلَخْ أَيْ الْأَصْلِيَّةَ فَقَطْ كَالْيَدِ الْمَقْطُوعَةِ بِخِلَافِ نَحْوِ الشَّعْرِ وَالظُّفْرِ.⁸

"Ucapan Mushannif “Karena anggota-anggota tubuhnya…dst”. Maksudnya hanya anggota tubuh yang asli seperti tangan yang terpotong. Berbeda semisal rambut dan kuku."

4. Al-Hafidz Ibnu Hajar al-'Asqolani :

وَقَالَ الْحَافِظُ ابْنُ حَجَرٍ: إنَّ كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمْ يَكُونُ عَلَى مَا مَاتَ عَلَيْهِ ثُمَّ عِنْدَ دُخُولِ الْجَنَّةِ يَصِيرُونَ طِوَالًا.⁹

"Sesungguhnya setiap orang nantinya akan sesuai dengan anggota tubuh saat ia meninggal. Kemudian ketika masuk surga maka mereka menjadi tinggi-tinggi."

5. Fatwa Daar Al-Ifta' Al-Mishriyah : 

لكن هذا الكلام لا دليل فيه على منع ذلك أثناء الجنابة، ولا فى مطالبة الجز المفصول بجنابته يوم القيامة، وقد وُجِّه مثل هذا السؤال لابن تيمية كما قال السفارينى فى كتابة " غذاء الألباب ج 1 ص 382 " فأجاب: قد ثبت عن النبى صلى الله عليه وسلم أنه لما ذكر الجنب قال " إن المؤمن لا ينجس حيا ولا ميتا " قال: وما أعلم لكراهة إزالة شعر الجنب وظفره دليلا شرعيا، بل قد قال النبى صلى الله عليه وسلم للذى أسلم " ألق عنك شعر الكفر واختتن " فأمر الذى أسلم بذلك ولم بأمره بتأخير الاختتان وإزالة الشعر حتى يغتسل، فإطلاق كلامه يقتضى جواز الأمرين، وكذلك تؤمر الحائض بالامتشاط فى غسلها مع أن الامتشاط يذهب ببعض الشعر، فعلمنا عدم كراهة ذلك. وأن ما يقال فيه مما ذكر لا أصل له. قال عطاء: يحتجم الجنب ويقلم أظفاره ويحلق رأسه وإن لم يتوضأ، رواه البخارى.
وعلى هنا فلا كراهة فى قص الشعر والظفر أثناء الجنابة. ¹⁰

"Tidak ada dalil atas pelarangan melakukan hal-hal tersebut (baik memotong kuku, rambut, keluar darah dan lainnya) di waktu Junub (ataupun haid, dan hadats besar lainnya).

(Kemudian) tidak ada dalil juga tentang penjelasan pada hari kiamat kelak anggota-anggota tubuh yang terlepas sebab Junub akan menuntut seseorang.

Dan dalam penutupan akhir dari jawaban di perjelas "dari keterangan ini, maka tidak ada kemakruhan (apalagi pengharaman) dalam memotong rambut dan kuku ketika Junub (dan hadats besar lainnya)."

Kesimpulan

Masih terjadi selisih pendapat diantara ulama' akan hukum menanggalkan sesuatu dari tubuh ketika hadats besar. Statement Imam Ghazali dan dalil yang digunakan dipandang banyak ulama' tidak kuat untuk menyatakan pelarangan melakukan hal itu. Apalagi sampai taraf pengharaman seperti yang menjadi keyakinan sebagian masyarakat.

Kemudian, untuk kuku atau rambut yang sudah terlanjur di potong atau rontok saat hadats besar, kami belum menemukan referensi yang menyatakan itu wajib di mandikan. Bahkan dalam Nihayah al-Muhtaj Imam Ramli dan juga Hawasyi al-Syarwani dengan tegas dikatakan bahwa bagian yang terlepas sebelum mandi, junubnya tidak bisa hilang dengan memandikannya.

الْأَجْزَاءَ الْمُنْفَصِلَةَ قَبْلَ الِاغْتِسَالِ لَا يَرْتَفِعُ جَنَابَتُهَا بِغَسْلِهَا سم عَلَى حَجّ اهـ. ¹¹

"Bagian-bagian tubuh yang terlepas sebelum mandi wajib maka janabahnya tidak bisa hilang dengan memandikannya."

Adapun keterangan NU Online yang menyatakan ada pendapat wajib memandikan anggota yang terlepas saat haid yang berangkat dari ibarot Imam Nawawi dalam Raudhoh yang mengutip keterangan Al-Bayan karya Al-Umroni, hemat kami mereka salah paham.

Kami kutipkan keterangan NU online tersebut:

~~~~~~~~~~~~~~~~
Adapun sejumlah bagian itu terlepas seperti rambut rontok, kuku yang terpotong, amputasi beberapa bagian tubuh? Apakah bagian yang terlepas wajib dibasuh? Para ulama berbeda pendapat. Imam Nawawi dalam kitab Raudlatut Thalibin mengatakan sebagai berikut.

 ولو غسل بدنه إلا شعرة أو شعرات ثم نتفها قال الماوردي إن كان الماء وصل أصلها أجزأه وإلا لزمه إيصاله إليه  وفي فتاوى ابن الصباغ يجب غسل ما ظهر وهو الأصح  وفي البيان وجهان أحدهما يجب والثاني لا لفوات ما يجب غسله كمن توضأ وترك رجله فقطعت والله أعلم 

Artinya, “Andaikan seseorang membasuh seluruh badannya kecuali sehelai atau beberapa helai rambut (bulu) kemudian ia mencabutnya, maka Imam Mawardi berpendapat, 'Jika air dapat sampai ke akar helai itu, maka memadailah. Tetapi jika tidak, maka ia wajib menyampaikan air ke dasar bulu itu.' Sedangkan fatwa Ibnu Shobagh menyebutkan, 'Wajib membasuh bagian yang tampak saja.' Pendapat ini lebih sahih. 

Sementara kitab Albayan menyebut dua pendapat. Pertama, wajib (membasuh bagian tubuh yang terlepas-pen). Kedua, tidak wajib. Karena, telah luput bagian yang wajib dibasuh. Ini sama halnya dengan orang yang berwudhu tetapi tidak membasuh kakinya, lalu diamputasi.” (Lihat Imam Nawawi, Raudlatut Thalibin wa Umdatul Muftiyin, Beirut, Darul Fikr, 2005 M/1425-1426 H, juz 1, halaman 125).
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Keterangan terjemahan dalam kurung merupakan hasil pemahaman yang di tangkap penulis, bukan menerjemahkan teks asli dari ibarot Roudhoh, dan itu salah. Bukti kesalahannya kami tampilkan dari Al-Bayan karya Al-Umroni yang menjadi rujukan Roudhoh.

ٍإذا غسل الجنب جميع بدنه إلا طرف شعره، فقطع ما بقي من الشعر ممّا لم يغسله.. فقد اختلف أصحابنا المتأخرون فيها:

فمنهم من قال: يجب عليه غسل ما ظهر من الشعر بالقطع؛ لِقَوْلِهِ تَعَالَى: {وَلا جُنُبًا إِلا عَابِرِي سَبِيلٍ حَتَّى تَغْتَسِلُوا} [النساء: 43] والقطع لا يسمى غسلا.

ومنهم من قال: لا يجب عليه شيء؛ لأنه زال ما وجب غسله، فهو كما لو توضأ وترك رجله، ثم قطعت من فوق الكعب.. فإنه لا يجب عليه غسل ما ظهر بالقطع عن الحدث. ¹²

Disana dengan jelas disebutkan bahwa yang wajib dibasuh bukanlah anggota yang terlepas tersebut, melainkan pegasan alias bagian rambut yang nampak dari hasil pemotongan.

Kemudian, statement Imam Ghazali sendiri seperti yang diutarakan al-Syarwani berangkat dari penilaian bahwa yang dikembalikan kelak adalah semua anggota tubuh selama hidupnya, baik rambut yang di potong, kuku ataupun lainnya. Dan ini merupakan pendapat lemah. 

Shighot لا ينبغي sendiri seperti tertera dalam statement Imam Ghazali bisa mengarah pada dua hukum, bisa makruh bisa haram seperti keterangan dalam al-Tahdzib karya Imam al-Baghowy¹³. Tapi dengan memandang berbagai komentar ulama', baik yang sepakat atau tidak, bisa disimpulkan bahwa alur hukum yang paling tinggi hanya bertaraf makruh.

Untuk masyarakat yang meyakini bahwa rambut yang terlepas dan kuku yang terlepas jika tidak di mandikan sewaktu bersuci nantinya akan menjadi api atau ulat kami rasa tidak ada dalilnya. Yang mengatakan nantinya akan kembali dalam keadaan hadats besar juga telah dijawab oleh para ulama.

Jadi, hukum memotong rambut, kuku, dan semisalnya ketika junub, haid, dan hadats besar lainnya adalah antara makruh dan mubah. Tidak sampai ke taraf haram.

Untuk hukum memandikan rambut yang terlepas sebelum mandi wajib, maka tidak ada kewajiban atau kesunahan sama sekali. Kesunahannya adalah dengan memendamnya. 

Wallahu ta'ala a'lam.

Sedan, 10 Februari 2022

~~~~~~~~~~~~~

Catatan:

*Kami menafsiri "sebagian ulama' sufi" dalam ibarot Fath al-Bari karya al-Hafidz Ibnu Hajar dengan Abu Thalib Al-Makki (w. 386 H) dan Imam Ghazali (450-505 H) karena setau kami pertama kali yang istinbath demikian adalah Abu Thalib Al Makki dalam kitab Quut al-Quluub, kemudian Imam Ghazali mengadopsi pemikiran tersebut dan beliau cantumkan dalam karya monumentalnya, Ihya' Ulumuddin. 

Kemudian kenapa kami memilih ibarot Imam Ghazali untuk di tampilkan dalam dalil landasan, karena memang umumnya pembahasan masalah ini merujuk pada Ihya' Imam Ghazali, dan yang dikutip oleh banyak ulama' dalam kitab-kitabnya juga dari Ihya', bukan dari Quut al-Quluub Abu Thalib Al Makki.

~~~~~~~~~~~~~

Referensi:

[1] Muhammad bin Muhammad al-Ghazali, Ihya` 'Ulum al-Diin, (Beirut: Daar al-Ma'rifah) 2/51.
[2] Ibn Hajar al-'Asqolani, Fath al-Bari Syarh Sahih al-Bukhari, (Beirut: Daar al-Ma'rifah) 2/37.
[3] Sa'id Ba'asyin, Busyro al-Karim bi Syarh Masa'il al-Ta'lim, (Jeddah: Daar al-Minhaj) 135.
[4] Ibnu Hajar Al-Haitami, Tuhfah al-Muhtaj wa Hawasyi al-Syarwani wa al-'Ubbadi (Mesir: Maktabah al-Tijariyyah al-Kubro) 1/284.
[5] Zain al-Diin al-Malibari, Fath al-Mu'in bi Syarh Qurrah al-'Ain, (Beirut: Daar ibn Hazm) 69.
[6]'Abd al-Hamid al-Syarwani, Tuhfah al-Muhtaj fi Syarh al-Muhtaj wa Hawasyi al-Syarwani wa al-'Ubbady, (Mesir: Maktabah al-Tijariyyah al-Kubro) 1/284.
[7] 'Abd al-Hamid al-Syarwani, Tuhfah al-Muhtaj fi Syarh al-Muhtaj wa Hawasyi al-Syarwani wa al-'Ubbady, (Mesir: Maktabah al-Tijariyyah al-Kubro) 1/284.
[8] 'Abd al-Hamid al-Syarwani, Tuhfah al-Muhtaj fi Syarh al-Muhtaj wa Hawasyi al-Syarwani wa al-'Ubbady, (Mesir: Maktabah al-Tijariyyah al-Kubro) 1/284.
[9] Al-Bujairami, Hasyiyah al-Bujairami 'ala al-Khatib, (Beirut: Daar al-Fikr) 1/247.
[10] Majmu'ah min al-Mu`allifin, Fatawa Daar al-Ifta' al-Mishriyyah, 8/418.
[11] Syams al-Diin al-Ramli, Nihayah al-Muhtaj, (Beirut: Daar al-Fikr) 1/229.
[12] Al-Umroni, Al-Bayan Fi Madzhab Al-Imam Asy-Syafi'i, (Jeddah: Dar Al-Minhaj), 1/263.
[13] al-Baghowy al-Syafi'i, al-Tahdzib fi Fiqh al-Imam al-Syafi'i, (Beirut: Daar al-Kutub al-'Ilmiyyah) 1/65.

و"ينبغي" الأغلب فيها استعمالها في المندوب تارة والوجوب أخرى، ويحمل على أحدهما بالقرينة، وقد تستعمل للجواز والترجيح، و"لا ينبغي" قد تكون للتحريم أو الكراهة أهـ تحفة بزيادة من النهاية.

~~~~~~~~~~~~~

Tulisan ini merupakan kutipan hasil karya ilmiah kami untuk memenuhi tugas fan Insya' kelas 3 Tsanawiy di Madrasah Ghazaliyyah Syafi'iyah Pesantren Sarang.

Istiqosah attijani sudah d tarjim.

Istiqosah attijani sdh d tarjim.

إستغاثة التجانية
1. الفَاتِحَة
Al-fatihah 3x

2. ألّلهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِنِ الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ نَاصِرِ الحَقِّ بِالحَقِّ وَالْهَادِى إِلَى صِرَاطِكَ المُسْتَقِيْمِ وَعَلَى اٰلِهِ حَقَّ  قَدْرِهِ  وَمِقْدَارِهِ  العَظِيْمِ 3x

Allohumma sholli alaa sayyidina muhammadinil faatihi lima ughliqo wal khootimi lima sabaqo naashiril haqqi bil haqqi qal haadi ilaa shiroothikal mustaqiim wa alaa aalihi haqqo qodrihi wamiqdaarihil adziim

Ya Allah  limpahkanlah rahmat takdzim kepa junjungan kami nabi Muhammad saw yang membukakan sesuatu yang terkunci, yang mengakhiri sesuatu yang sudah terjadi, penegak kebenaran dengan cara yang hak, yang menunjukkan pada jalanmu yang lurus, dan juga rahmat semoga tercurahkan kepada para keluarganya yang hak kekuasaannya dan kekuasaannya yang agung.

3. أَعُوْذُ بِاللهِ السَّمِيْعِ العَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. لَوْ أَنْزَلْنَا هٰذَا القُرْآنَ عَلىَ جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللهِ وَتِلْكَ الأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ. هُوَ اللهُ الذِى لآإِلٰهَ إلاَّ هُوَ عَالِمُ الغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيْمُ. هُوَ اللهُ الذِى لآإِلٰهَ إِلاَّ هُوَ المَلِكُ القُدُّوْسُ السَّلاَمُ المُؤْمِنُ المُهَيْمِنُ العَزِيْزُ الجَبَّارُ المُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللهِ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ. هُوَ اللهُ الخَالِقُ البَارِئُ المُصَوِّرُ لَهُ الأَسْمَآءُ الحُسْنٰى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِى السَّمٰوَاتِ وَالأَرْضِ وَهُوَ العَزِيْزُ الحَكِيْم 3×

A’uudzu billaahis samii’il aliim minasy sayithoonir rojiim. Lau anzalnaa haadzal qur’aana alaa jabalin laroaitahuu khoosyi’am mutashoddiam min khosyatillaah watilkal amsaalu nadlribuhaa linnaasi la’allahum yatafakkarun. Huwallohulladzi laa ilaaha illa huwa aalimul ghoibi wasysyahaadati huwar rohmaanur rohiim. Huwallohul ladzii laa ilaaha illa huwal malikul qudduusus salaamul mukminul muhaiminul aziizul jabbaarul mutakabbir subhaanallohi amma yusyrikun huwallohul khooliqul baari’ul mushowwiru lahul asmaa’ul khusnaa yusabbikhu lahuu maa fis samaawaati wal ardli wahuwal aziizul hakiim. 3X

Kalau sekiranya kami menurunkan al-quran ini kepada sebuah gunung, niscaya kamu akan melihatnya tunduk dan terpecah belah karena takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir. Dialah Allah, tiada tuhan selain Dia, yang mengetahui sesuatu yang ghaib dan yang nyata. Dialah Allah yang maha pemurah lagi maha penyayang. Dialah Allah, tiada tuhan selain Dia, Raja yang Maha Suci, Maha sejahtera, yang mengaruniakan keamanan, Yang Maha memelihara, maha perkasa, maha kuasa dan yang memiliki keagungan. Maha suci Allah dari segala yang mereka sekutukan. Dialah allah yang menciptakan, mengadakan, membentuk rupa, yang mempunyai nama-nama yang paling baik. Segala yang ada di langit dan di bumi senantiasa bertasbih kepada-Nya. Dan Dialah yang maha perkasa lagi maha bijaksana.

4. وَأُفَوِّضُ أَمْرِى إِلَى اللهِ إنَّ اللهَ بَصِيْرٌ بِالعِبَادِ ×41

Wa ufawwidlu amrii ilallooh innallooha bashiirum bil ibaad 41x

Aku pasrahkan semua urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah melihat perbuatan hamba-Nya

اللهُمَّ إنىِّ أَسْتَغْفِرُكَ لِمَا تُبْتُ إلَيْكَ مِنْهُ ثُمَّ عُدْتُ فِيْهِ وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا وَعَدْتُكَ مِنْ نَفْسِى ثُمَّ أَخْلَفْتُكَ فِيْهِ وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا أَرَدْتُ بِهِ وَجْهَكَ فَخَالَطَنِى فِيْهِ مَا لَيْسَ لَكَ وَأَسْتَغْفِرُكَ لِلنِّعَمِ التِى أَنْعَمْتَ بِهَا عَلَيَّ فتَقَوَّيْتُ بِهَا عَلىَ مَعَاصِيْكَ وَ أَسْتَغْفِرُاللهَ الذِى لآإِلٰهَ إلاَّ هُوَ الحَيُّ القَيُّوْمُ عَالِمُ الغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيْمُ لِكُلِّ ذَنْبٍ أَذْنَبْتُهُ وَلِكُلِّ مَعْصِيَةٍ إرْتَكَبْتُهَا وَلِكُلِّ ذَنْبٍ أَحَاطَ بِهِ عِلْمُ اللهِ ×1

Alloohumma inni astaghfiruka lima tubtu ilaika minhu tsumma udtu fiihi wa astaghfiruka lima wa’adtuka min nafsii tsumma akhlaftuka fiihi wa astaghfiruka lima aradtu bihi wajhaka fakhoolathoni fiihi maa laisa laka wa astaghfiruka linni’amil latii an’amta biha alayya fataqawwaitu biha alaa ma’aashiika  wa astaghfirulloohal ladzii laa ilaaha illa huwal hayyul qayyuumu aalimul ghoibi wasysyahaadati huwarrohmaanur rohiim likulli dzambin adznabtuhu wa likulli makshiyatin irtakabtuhaa walikulli dzanbin akhaato bihi ilmullooh. 1x.
Ya Allah, sesungguhnya aku mohon ampunan kepada-Mu atas dosa yang telah kulakukan secara berulang-ulang, padahal aku telah bertaubat, aku mohon ampun atas segala pengingkaran hatiku padahal aku telah berjanji padamu, aku mohon ampunan kepada-Mu atas semua yang aku kehendaki untuk-Mu, namun tercampur dengan segala yang bukan untuk-Mu, aku mohon ampunan kepada-Mu atas nikmat yang telah engkau limpahkan kepadaku, tetapi aku pergunakan untuk melakukan kemaksiatan (kepada-Mu). Dan aku mohon ampunan kepada Allah, tiada tuhan selain Dia, maha hidup, berdiri sendiri, mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Dialah Dzat yang maha pengasih lagi maha penyayang terhadap setiap dosa dan maksiat yang telah aku lakukan. Dan ilmu Allah meliputi setiap perbuatan dosa. 

5. أسْتَغْفِرُ اللهَ إنَّهُ كَانَ غَفَّارًا ×70

Astaghfirulloh innahu kaana ghoffaara
Aku mohon ampunan kepada Allah karena Dialah Dzat yang maha pengampun

6. بِسْمِ اللهِ العَظِيْمِ الأَعْظَمِ الذِى إِذَا دُعِيَ بِهِ أَجَابَ وَإذَا سُئِلَ بِهِ أَعْطٰى لآإِلٰهَ إلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّى كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ. اللهُمَّ إنِّى أَسْأَلُكَ بِأَنِّي أَشْهَدُ أَنَّكَ أَنْتَ اللهُ ألأَحَدُ الصَّمَدُ الذِى لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدُ. اللهُمَّ إنِّى أَسْأَلُكَ بِأَنَّ لَكَ الحَمْدَ لآإِلٰهَ إلاَّ أَنْتَ الحَنَّانُ المَنَّانُ بَدِيْعُ السَّمٰوَاتِ وَالأَرْضِ يَا ذَا الجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ يَا حَيُّ يَا قَيُّوْم ×1

Bismillahil adziimil a’dzom alladzi idzaa du’iya bihi ajaaba wa idzaa su’ila bihi a’thoo laa ilaaha illa anta subhaanaka innii kuntu minadz dzoolimiin. Allahumma innii as’aluka bi annii asyhadu annaka antallohul akhadus shomadu alldzii lam yalid walam yuulad walam yakun lahuu kufuwan ahad. Allohumma innii as’aluka bianna lakal hamda laa ilaaha illa antal hannaanul mannaan badii’us samaawaati wal ardl yaa dzal jalaali wal ikroom yaa hayyu yaa qayyum. 
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Agung, yang selalu mengabulkan doa, dan selalu memberi apabila di minta, tiada Tuhan selain engkau, maha suci engkau, sesungguhnya aku termasuk golongan orang-orang yang berbuat aniaya. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu agar aku bersaksi bahwa engkaulah Allah yang maha esa, yang menjadi tempat bergantung, tidak beranak dan tidak diperanakkan, tidak ada satupun yang menyamai Engkau. Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu karena sesungguhnya segala puji hanya bagi-Mu, tiada Tuhan selain Engkau, sesungguhnya engkau dzat yang maha pengasih dan maha pemberi yang menciptakan keindahan langit dan bumi. Wahai dzat yang maha hidup lagi maha bijaksana

7. لآإِلٰهَ إلاَّ اللهُ يَا دَافِعُ يَا مَانِعُ يَا حَفِيْظُ يَا حَكِيْم ×12

Laa ilaaha illalloh yaa daafi’u yaa maani’u yaa hafiidz yaa hakiim
Tiada tuhan selain Allah dzat yang maha menegakkan, mempertahankan, maha menjaga, dan maha bijaksana

8. يَا عَلِيْمًا بِالأَلْطَافِ نَجِّنَا مِمَّا نَخَافُ ×12

Yaa aliiman bil althoof najjinaa mimma nakhhoof
Wahai dzat yang mengetahui segala hal yang lembut (rahasia), selamatkanlah kami dari segala yang menakutkan

9. ياَ لَطِيْفُ يَا حَفِيْظُ يَا مَانِعُ يَا سَتَّارُ×12

Yaa lathiif yaa hafiidz yaa maani’u yaa sattaar
Wahai dzat yang lemah lembut, wahai dzat yang menjaga, wahai dzat yang maha mempertahankan, wahai dzat yang maha melindungi.
10. يَا رَقِيْبُ يَا شَهِيْدُ يَا حَقُّ ×12

Yaa roqiib yaa syahiid yaa haq
Wahai dzat yang mengawasi, yang maha menyaksikan, wahai dzat yang maha benar

11. يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ ×12

Yaa hayyu yaa qayyuum birohmatika astaghiitsu
Wahai dzat yang maha hidup, wahai dzat yang maha berdiri sendiri, aku mohon pertoongan

12. يَاغَنِيُّ يَا مُغْنِيُ يَا كَافِى ×12
Yaa ghoniyu yaa mughniyu yaa kaafi
Wahai dzat yang maha kaya, wahai dzat yang maha memberi kekayaan, wahai dzat yang maha mencukupi

13. يَا كَافِى إِكْفِنِى المُهِمَّاتِ مِنْ أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالأَخِرَةِ ×12
Yaa kaafi ikfinil muhimmaati min umuurid dunya wal aakhiroh

Wahai dzat yang maha mencukupi, berilah kecukupan kepadaku dengan sesuatu yang penting/berguna dari semua urusan dunia akhirat

14. ياَ وَدُوْدُ ×400/41
Yaa waduud
Wahai dzat yang maha mengasihi

15. ياَ مَنْ أَظْهَرَ الجَمِيْلَ وَسَتَرَ القَبِيْحَ وَلَمْ يُؤَاخِذْ بِالجَرِيْرَةِ وَلَمْ يَهْتِكِ السِّتْرَ وَيَا عَظِيْمَ العَفْوِ وَيَا حَسَنَ التَّجَاوُز وَيَا وَاسِعَ المَغْفِرَة وَيَا بَاسِطَ اليَدَيْنِ بِالرَّحْمَةِ وَيَا سَامِعَ كُلِّ نَجْوَى وَيَا مُنْتَهَى كُلِّ شَكْوَى وَيَا كَرِيْمَ الصَّفْحِ وَيَا عَظِيْمَ المَنِّ وَيَا مُقِيْلَ العَثَرَاتِ وَيَا مُبْتَدِئًا بِالنِّعَمِ قَبْلَ اسْتِحْقَاقِهَا يَا رَبِّ وَيَا سَيِّدِى  وَيَا مَوْلاَيَ  وَيَا غَايَةَ رَغْبَتِى أَسْأَلُكَ أَنْ لاَ تُشَوِّهَ خِلْقَتِى بِبَلاَءِ الدُّنْيَا وَلاَ بِعَذَابِ النَّارِ ×3
Yaa man adzharol jamiil wasatarol qobiih walam yu’aakhidz bil jariiroh walam yahtikis sitro wayaa adziimal afwi wayaa hasanat tajaawuz wayaa waasi’al maghfiroh wayaa baasithol yadaini birrohmah wayaa samii’a kulli najwa wayaa muntahaa kulli syakwa wayaa kariimas shofkhi wayaa adziimal manni wayaa muqiilal atsarooti wayaa mubtadi’an binni’ami qobla istihqooqiha yaa robbi wayaa sayyidi wayaa maulaaya wayaa ghooyata roghbati as’aluka an laa tusyawwiha khilqotii bi balaa’id dunyaa walaa bi adzaabin naar
Wahai dzat yang menampakkan kebagusan dan menutupi keburukan, dan tidak akan merugikan dan tidak akan membuka tabir rahasia, wahai dzat yang maha agung pengampunannya, wahai sebaik-baik dzat yang mengampuni dan dzat yang maha luas pengampunannya. Wahai dzat yang luas kekuasaannya dengan rahmat-Nya. Wahai dzat yang maha mendengar setiap permohonan (munajat) wahai dzat yang menyudahi setiap pengaduan. Wahai dzat yang maha mulia kasih-sayangnya. Wahai dzat yang maha agung anugerahnya. Wahai dzat yang maha melihat rahasia-rahasia (kehidupan)  wahai dzat yang mendatangkan kenikmatan-kenikmatansebelum memilikiya. Wahai tuhanku, wahai junjunganku, wahai tuanku, wahai dzat yang sangat aku cintai aku mohon kepadamu agar engkau tidak menjadikan diriku sebagai bencana dunia dan adzab (siksa) neraka

16. سُبْحَانَ اللهِ وَالحَمْدُ للهِ وَ لآ إِلٰهَ إلاَّ اللهُ واللهُ أَكبَرُ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إلاَ بِاللهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ مِلْءَ مَا عَلِمَ وَعَدَدَ مَا عَلِمَ وَزِنَةَ مَا عَلِمَ ×12 
Subhaanalloh wal hamdulillaah  wa laa ilaaha illalloh wallohu akbar walaa haula walaa quwwata illa billaahil aliyyil adziim mil’a maa alima wa adada maa alima wa zinata maa alim
Maha suci Allah dan segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, maha besar Allah, tiada daya upaya, tiada kekuatan kecuali dengan kekuatan Allah yang maha tinggi, maha agung, sepenuhnya diketahui dan sejumlah yang diketahui, dan seberat yang diketahui 
17. صلوة فاتح ×7

kami ijazahkan kepada kalian.
berikut sanad kami
sayidul wujud sayidina Muhamad saw
Syekhuna alkutbil maktum Ahmad bin muhammad attijani.
Syekh Muhamad AlGauli
Syekh umar alfuti
Syekh Said
Syekh Alfahasyimi
Syekh Ali attoyib
Syekh Usman domiri
Syekh Badruzaman
Syekh Ceng Abuy Jamhur 
ade aburahaman abiyusuf
wa ila hadriti jamii' masyaikh tijani alfatihah

Rabu, 09 Februari 2022

HEBATNYA SEJARAH PENURUNAN WAHYU PALING AGUNG....SEJARAH TURUNNYA AYATUL KURSI



Syaitan dan iblis ketakutan ketika Malaikat Jibril dan bersama 70.000 ribu Malaikat Turun membawa Ayatul Kursi.

Ayat ini diturunkan setelah hijrah.
Diriwayatkan bahawa ketika Allah Azzwajall hendak menurunkan ayat Kursi, Allah Azzwajall telah memerintahkan Jibril untuk membawanya turun ke bumi, bersama-sama dengannya adalah 70,000 malaikat yang turut menyertai penurunan ayat Kursi ini dan menyambutnya di langit dunia dengan penuh penghormatan.

Ketika penurunan wahyu ini, bumi menjadi gempar dan berlakunya gempa bumi di seluruh dunia. Segala berhala sembahan orang kafir bergoncang. Gempa bumi ini menyebabkan manusia dan para raja di seluruh dunia menjadi gentar serta mahkota yang dipakai para raja tertanggal dan jatuh ke bumi. Syaitan-syaitan menjadi gempar dan lari bertempiaran serta berkumpul menemui Iblis Laknatullah yang turut ketakutan. Si Iblis kemudiannya memerintahkan beberapa syaitan untuk menyelidik punca gempa tersebut.

Lalu syaitan-syaitan tersebut pergi mencari punca sehingga berhenti di tempat turunnya ayat Kursi yang dihadiri oleh 70,000 malaikat dan Jibril. Maka bertambah gerunlah hati mereka melihat keagungan ayat kursi ini lantas bersegera meninggalkan tempat tersebut dan pergi menghadap Iblis Laknatullah. Setelah memberitahu Iblis, maka Iblis menjadi gusar kerana telah turun sebuah pendinding yang sangat kuat dan tidak mungkin dapat ditembusi olehnya mahupun tentera-tentaranya jika manusia beramal dengannya.Rasulullah s.a.w. dengan segera memerintahkan Zaid bin Sabit menulis serta menyebarkannya.

Sesiapa yang membaca ayat Kursi dengan khusyuk setiap kali selepas sembahyang fardhu, setiap pagi dan petang, setiap kali keluar masuk rumah atau hendak musafir, InsyaAllah akan terpeliharalah dirinya dari godaan syaitan, kejahatan manusia, binatang buas yang akan memudaratkan dirinya bahkan keluarga, anak-anak, harta bendanya juga akan terpelihara dengan izin Allah SWT.

Mengikut keterangan dari kitab ”Asraarul Mufidah” sesiapa mengamalkan membacanya setiap hari sebanyak 18 kali maka akan dibukakan dadanya dengan berbagai hikmah, dimurahkan rezekinya, dinaikkan darjatnya dan diberikannya pengaruh sehingga semua orang akan menghormatinya serta terpelihara ia dari segala bencana dengan izin Allah. Syeikh Abu Abbas ada menerangkan, siapa yang membacanya sebanyak 50 kali lalu ditiupkannya pada air hujan kemudian diminumnya, Insya Allah, Allah akan mencerdaskan akal fikirannya.

Fadhilat Ayat Al-Kursi mengikut Hadis-Hadis Rasullullah SAW. bersabda bermaksud:

Sesiapa yang membaca ayat Kursi dengan khusyuk setiap kali selepas sembahyang fardhu, setiap pagi dan petang, setiap kali keluar masuk rumah atau hendak musafir, InsyaAllah akan terpeliharalah dirinya dari godaan syaitan, kejahatan manusia, binatang buas yang akan memudaratkan dirinya bahkan keluarga, anak-anak, harta bendanya juga akan terpelihara dengan izin Allah SWT.

Mengikut keterangan dari kitab ”Asraarul Mufidah” sesiapa mengamalkan membacanya setiap hari sebanyak 18 kali maka akan dibukakan dadanya dengan berbagai hikmah, dimurahkan rezekinya, dinaikkan darjatnya dan diberikannya pengaruh sehingga semua orang akan menghormatinya serta terpelihara ia dari segala bencana dengan izin Allah. Syeikh Abu Abbas ada menerangkan, siapa yang membacanya sebanyak 50 kali lalu ditiupkannya pada air hujan kemudian diminumnya, Insya Allah, Allah akan mencerdaskan akal fikirannya.

Fadhilat Ayat Al-Kursi mengikut Hadis-Hadis Rasullullah SAW. bersabda bermaksud:

“Sesiapa pulang ke rumahnya serta membaca ayat Kursi, Allah hilangkan segala kefakiran di depan matanya.”

Sabda baginda lagi;

“Umatku yang membaca ayat Kursi 12 kali pada pagi Jumaat, kemudian berwuduk dan sembahyang sunat dua rakaat, Allah memeliharanya daripada kejahatan syaitan dan kejahatan pembesar.”

Orang yang selalu membaca ayat Kursi dicintai dan dipelihara Allah sebagaimana Dia memelihara Nabi Muhammad. Mereka yang beramal dengan bacaan ayat Kursi akan mendapat pertolongan serta perlindungan Allah daripada gangguan serta hasutan syaitan. Pengamal ayat Kursi juga, dengan izin Allah, akan terhindar daripada pencerobohan pencuri. Ayat Kursi menjadi benteng yang kuat menyekat pencuri daripada memasuki rumah. Mengamalkan bacaan ayat Kursi juga akan memberikan keselamatan ketika dalam perjalanannya.

Amalkan membaca ayat kursi sebelum dan semasa perjalanan.

Ayat Kursi yang dibaca dengan penuh khusyuk, Insya-Allah, boleh menyebabkan syaitan dan jin terbakar. Jika anda berpindah ke rumah baru maka pada malam pertama anda menduduki rumah itu eloklah anda membaca ayat Kursi 100 kali, insya-Allah mudah-mudahan anda sekeluarga terhindar daripada gangguan lahir dan batin.

Barang siapa membaca ayat Al-Kursi apabila berbaring di tempat tidurnya, Allah mewakilkan 2 orang Malaikat memeliharanya hingga subuh.

Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir setiap sembahyang Fardhu, ia akan berada dalam lindungan Allah hingga sembahyang yang lain. Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir tiap sembahyang, tidak menegah akan dia daripada masuk syurga kecuali maut, dan barang siapa membacanya ketika hendak tidur, Allah memelihara akan dia ke atas rumahnya, rumah jirannya & ahli rumah-rumah di sekitarnya.

Barang siapa membaca ayat Al-Kursi diakhir tiap-tiap sembahyang Fardhu, Allah menganugerahkan dia hati-hati orang yang bersyukur, perbuatan-perbuatan orang yang benar, pahala nabi-nabi, juga Allah melimpahkan padanya rahmat. Barang siapa membaca ayat Al-Kursi sebelum keluar rumahnya, maka Allah mengutuskan 70,000 Malaikat kepadanya, mereka semua memohon keampunan dan mendoakan baginya.

Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir sembahyang Allah azza wajalla akan mengendalikan pengambilan rohnya dan ia adalah seperti orang yang berperang bersama nabi Allah sehingga mati syahid.

Barang siapa yang membaca ayat al-Kursi ketika dalam kesempitan, nescaya Allah berkenan memberi pertolongan kepadanya.

Aamiin Yaarobbal'aalamiin 🤲

MEMPERBANYAK SHOLAWAT MERUPAKAN BIRUL WALIDAIN / BERBAKTI KEPADA ORANGNTUA

الـسَّـلَامُـ عَلَيْڪُمْـ وَرَحْمَةُ اللّٰـٰه وَبَرَڪَاتُهُ.

بِسْــــــــــــــــــمِﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ۞ ﺍﻟﻔَﺎﺗِﺢِ ﻟِﻤَﺎ ﺃُﻏْﻠِﻖَ ۞ ﻭَﺍﻟﺨَﺎﺗِﻢِ ﻟِﻤَﺎ ﺳَﺒَﻖَ ۞ ﻧَﺎﺻِﺮِ ﺍﻟﺤَﻖِّ ﺑِﺎﻟﺤَﻖِّ ۞ ﻭَﺍﻟﻬَﺎﺩِﻱ ﺇِﻟَﻰ ﺻِﺮَﺍﻃِﻚَ ﺍﻟﻤُﺴْﺘَﻘِﻴﻢِ ۞ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻟِﻪِ ﺣَﻖَّ ﻗَﺪْﺭِﻩِ ﻭَﻣِﻘْﺪَﺍﺭِﻩِ ﺍﻟﻌَﻈِﻴﻢِ ۩

Ketahui lah, setiap kita membaca sholawat,ada malaikat khusus yg senantiasa memberikan bacaan sholawat kita kepada RASULULLAH saw

Bukan hanya nama kita saja yg malaikat setorkan kepada rasulullah saw,akan tetapi dengan nama orang tua kita ( fulan bin/binti fulan) .

Otomatis dengan ini Rasulullah saw akan mengetahui dan mendoakan kita juga orang tua kita

Maka dengan itu mari kita perbanyak membaca sholawat sebagai tanda bukti kita sayang dan berbakti kepada org tua

Jika masih belum mampu menjadi orang yang bertaqwa sesungguh nya, maka jadikan SHOLAWAT sebagai bekal terbaik kita

Karna jika kita bersholawat kepada nabi, alloh akan memberikan rohmat dan ridho nya Kepada kita, karna sholawat simpanan pahala yang tak pernah tersia siakan.

JANGAN KAU CARI 4 PERKARA YANG TIDAK AKAN KAU TEMUKAN DI AKHIR ZAMAN INI

(Petuah Syeikh Maimoen Zubair) 

لَاتَطْلُبُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ اَرْبَعَةً فَلَمْ تَجِدْهَا
Jangan engkau mencari di akhir zaman ini 4 (empat) perkara, niscaya tidak akan engkau temukan:

لَاتَطْلُبُ صَاحِبًا بِلَا عَيْبٍ تَكُنْ وَاحِدًا
1. Jangan engkau mencari teman yang tanpa aib, niscaya kamu akan sendirian

لَاتَطْلُبُ رِزْقًا بِلَا شُبْهَةٍ تَكُنْ جَائِعًا
2. Jangan engkau mencari rizki yang tanpa syubhat, niscaya engkau akan lapar

لَاتَطْلُبُ عَالِمًا يَعْمَلُ جَمِيْعَ عِلْمِهِ تَكُنْ جَاهِلًا
3. Jangan engkau mencari orang 'alim yang mampu melaksanakan semua ilmunya, niscaya engkau akan bodoh

لَاتَطْلُبُ عَامِلًا بِلَا رِيَاءٍ تَكُنْ نَاهِيًا
4. Jangan engkau menunggu amal yang tanpa riya' (pamer), niscaya engkau tidak akan jadi beramal.

Alfatihah...

Dari FP Media Center NU Pondok Aren

Senin, 07 Februari 2022

IJAZAH SHOLAWAT KHIDRIYYAH



Alhamdulillah pada malam yang penuh barokah ini al-faqir akan mengijazahkan satu sholawat yang sangat populer di Indonesia, sudah banyak diamalkan oleh kaum muslimin/muslimat.

Shighot sholawatnya sangat pendek, namun fadhilahnya sangat banyak jika diamalkan secara istiqomah.

Sholawat ini dikenal dengan nama Sholawat Khidriyyah  karena sholawat ini sering dibaca Nabi Khidir Balya bin Malkan AS.

Sholawat ini dinamakan juga Sholawat Jibril karena sholawat ini pertama kali diucapkan Malaikat Jibril AS saat membisiki Nabi Adam AS sebagai mahar untuk mempersunting Siti Hawa.

Sebagian ulama juga menamakannya sebagai Sholawat Rahmat. Karena menurut Imam asy-Sya’roni dalam Kitab at-Thobaqotul Kubro berkata “Siapa yang membaca shalawat ini (shallallahu 'ala Muhammad) maka dia telah membuka 70 pintu rahmat untuk dirinya."

Sebelum kita mengamalkan Sholawat Khidriyyah ini sebaiknya kita bertawasul terlebih dahulu:

-Ilaa hadhrotin-nabiyyil musthofaa Muhammadin SAW (al-faatihah 1x)

-Ilaa hadhroti syafaa'ati Rosuulillaahi SAW Kun 'alayya (al-faatihah 1x)

-Ilaa hadhroti Nabiyullah Khidir Balya bin Malkan AS (al-faatihah 1x)

-Ilaa hadhroti Syaikh Abdul Qadir al-Jilani, Syaikh Ahmad ar-Rifa’i, Syaikh Ahmad al-Badawi, Syaikh Ibrahim ad-Dasuqi, Syaikh Abi Hasan as-Syadzili radiyallahu 'anhum (al-faatihah 1x)

-Ilaa hadhroti Sayyidi Syekh Raden Syahid Sunan Kalijaga, wa ilaa Sunan Ampel, wa ilaa Simbah Agung Kajoran Kebumen (al-faatihah 1x)

- Ilaa hadhroti Syaikh Mahrus Ali Lirboyo, K.H. Hannan Ma’shum, Abah Raffi Cirebon, Kyai Hasan Sanudin, Kyai Tahmid Cirebon, Syeikh Toha Bojonegoro, Simbah hj. Mutmainnah, Nyai Sekar Kahuripan, K.H. Hasan Nawawi Sidogiri, Kyai Abdullah Syaukat Sidogiri, Gus Abdul Qadir Al Jailani bin Syafi’udin, bi ma’rifati ‘uluumihim (al-faatihah 1x)

- ilaa hadhroti liman ajaazanii Alwan Idris Ma’ruf wa Haji Dasuqi al-Marzuqi (al-faatihah 1x)

(Baca Sholawat Khidriyyah/Jibril)

 صلى الله على محمد

Shallallahu ‘Ala Muhammad

.

FADHILAH:

1. Dibaca sehabis shalat shubuh dan maghrib 313x, untuk penglarisan dagang on-line/off-line.

2. Dibaca khusus sehabis shalat maghrib 1071x agar tidak kekosongan uang.

3. Karena sholawat jibril merupakan sholawat yang tajrib maka bisa dipergunakan untuk mengakses energy di alam ini untuk membersihkan diri dari pengaruh negative alam sekitar, membersihkan latifah,  untuk pagar ghaib rumah, toko/pekarangan. Cara mengaksesnya, berwudhulah lakukan shalat hajat dua rakaat, setelah selesai maka duduk bersila. Pejamkan mata posisi  tangan  takbirotul ihrom baca basmalah 3x, Syahadat 3x Istighfar 3x shallallahu ‘ala muhammad (semampunya). kemudian berdoa sesuai hajat, bisa ditiupkan k air/garam/pasir sebagai media penyembuhan, pagar ghaib dll.

4. Dibaca setiap malam 5000x untuk mendirikan bangunan rumah dll.

5. Dibaca setelah shalat Dhuha 5000x untuk pembuka rezeki/magnet rezeki 

6. Untuk hajat/keperluan penting dibaca dalam 1 majelis 12.000x selama 40 malam berturut-turut.

7. Untuk kepentingan butuh uang mendesak, dibaca 24 jam harus selasai 124.000x, tidak boleh makan dan minum serta tidur.

8. Buat keelamatan lahir dan batin, dibaca 300.000 kali dalam satu minggu harus selesai, mulai baca sabtu ashar hitungannya. 

9. Agar mustajab do’anya dibaca dalam hati terus menerus tanpa hitungan, sambil jalan, berbaring, duduk, minimal satu tahun istiqomah.
Amalkan dengan baik memohon ridho Allah, niat ibadah, serahkan semua kepada Allah.

10. Agar disenangi oleh manusia, maka bacalah secara rutin 100x setiap hari. Waktunya bebas, yg penting sehari sejumlah 100x

11. Dibaca 1000x setelah shalat hajat, sebagai magnet rezeki, mahabbah, dll

12. Dibaca 15.000x setelah shalat hajat selama 41 hari, untuk berbagai hajat.

**Tata cara/kaifiyah tambahan : Membacanya  harus menghidupkan dommahnya, Hu. 

Tidak boleh membaca shollalloh, tetapi shollallaHu ‘ala muhammad

Sebaiknya ketika membaca sholawat tersebut mengikuti naik-turunnya nafas, ketika nafas naik (masuk) baca shallallo-Hu, nafas turun (keluar) baca ‘ala muhammad.

Rasakan seakan-akan nafas ruh kita yang bersholawat, mengalir ke seluruh tubuh dan pada akhirnya seluruh anggota tubuh dan ruh mengikuti sholawat tersebut.

Rasakan dan yakin kalau Rasulullah hadir menjumpai pembaca sholawat, seakan-akan Rasulullah hadir di depan anda
Sebelum menggunakan mengamalkan sholawat dengan cara ini, maka diharuskan bayar mahar terlebih dahulu, maharnya yaitu bersedekah kepada anak yatim sesuai umur si pengamal. Misalkan si pengamal berumur 29 th, maka shodaqohnya 29ribu, umur 44 th, maka shodaqohnya 44ribu. 

Sanad dengan tata cara tambahan bersambung kepada Rasulullah SAW, Nabiyullah Khidir AS, K.H. Hasani Nawawi Sidogiri, Kyai Abdullah Syaukat Sidogiri, Gus Abdul Qadir Al Jailani bin Syafi’udin dan Ust. Alwan Idris Ma’ruf hingga ke al-faqir

PENTING...!!!
Bagi saudara yang ingin melakukan tahapan penyatuan energi sholawat Khidiriyah ini, silakan diamalkan:

1. 40 hari pertama, dibaca 313x tiap harinya.
2. 40 hari kedua, dibaca 1000x tiap harinya
3. Khataman dibaca 70.000x selama 1 Minggu, jika belum mampu baca selama 40 hari sejumlah total 70.000x

**ِّSaya ijazahkan amalan ini secara umum kepada saudara semua di manapun berada dengan syarat taqwa dan istiqomah.
Semoga manfaat dan barokah.

Silakan ketik QOBILTU di kolom komentar maka bacaan ini sudah bisa anda AMALKAN. 

بارك الله لنا ولكم.

(al-Mujiz: H. Dasuqi al-Marzuqi)

■□■□■□■□■□■□■□■□■□■□
اَلْإِسْـتِقَـامَة خَيْرٌ مِـنْ اَلْفِ كَــرَامَةٍ # ثُبُــوْتُ الْكـَـرَامَةِ بـِدَوَامِ الْإِسْـتِقـَـامَةِ
Istiqamah lebih utama dari seribu karomah, dan tumbuhnya karomah dengan menjaga Istiqomah
■□■□■□■□■□■□■□■□■□■□

DOA NABI KHIDIR AS

Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh 


Dikutip dalam kitab Al Minhajul Hanif Min Fawaid Ismihil Latif yang berbunyi “
Bila kamu dalam kesusahan dan kesulitan, bacalah doa ini.” (Pesan Nabi Khidir A.S)

Dikisahkan adalah salah satu orang yang shaleh yang bertemu dengan Nabi Khidir di dalam mimpi saat berziarah ke ka’bah dan makam mulia Nabi Muhammad SAW.

Orang sholeh tersebut kemudian meminta Nabi Khidir untuk mendoakannya. Nabi Khidir pun menjawab:

“Ucapkanlah :

 يَـا لَـطِـيـفًـا بِـخَـلْـقِـهِ  

(Yaa Lathifan Bikholqihi)

, يَـا عَـلِـيـمـًا بِـخَـلْـقِـهِ  

(Yaa ‘Aliman Bikholqihi)

, يـَا خَـبـِيـرًا بِـخَـلْـقِـهِ 

 (Yaa Khobiron Bikholqihi)

 اُلْـطُـفْ بـِي يَـا لَـطِـيـفُ 

 (Ultuf bii Yaa Lathif)

 يَـا عَـلِـيـمُ يَـا خَـبِـيـرُ

 (Yaa ‘Alim Yaa Khobir)."

Artinya:

"Duhai Zat yang Maha lemah lembut terhadap makhluk-Nya,
 Duhai Zat Yang Maha Mengetahui keadaan makhluknya. 
LDuhai Zat Yang Maha Memahami segala rahasia makhluk-Nya.

 Kumohon berlemah lembutlah kepada kami wahai Zat yang Maha Lemah Lembut, Yang Maha Mengetahui lagi Maha Memahami."

📝 "Baca kalimat ini sebanyak 3 kali “,

 lanjut Nabi Khidir
Nabi Khidir kembali berkata:

“Kalimat-kalimat ini adalah intisari dan kecukupan bagimu untuk menyelesaikan persoalanmu yang biasa engkau gunakan selamanya.

 Jika engkau tertimpa kesulitan atau engkau tertimpa musibah, maka ucapkanlah kalimat-kalimat ini niscaya akan terselesaikan dari segala kesulitanmu dan engkau akan mendapatkan obat penyembuh.”

Terkait dengan kalimat ijazah langsung Nabiyullah Khidir AS, bagi siapa saja yang mengalami kesulitan, kegelisahan, kebingungan soal hidup dan perkara yang dihadapi maka bacalah kalimat-kalimat ini 3 kali sehari, baik selesai sholat atau sedang santai.

 Insyaallah dimudahkan oleh ALLAH SWT.
Aamiin Ya Robbal Alamiin 

Wallahu a’lam bishawab.
Qobiltu

Minggu, 06 Februari 2022

APLIKASI SHOLAWAT FATIH UNTUK KEJAYAAN DAN KELUASAN REZKI



1.Ilaa hadlrotin nabiyyil mushthofaa saiyidinaa Muhammadin rosullillahi
shollallohu ‘alaihi wa salama wa azwaajihii, wa auladihii, wa
dzurriyyaatihii, wa ahli baitihii, wa ikhwanihii minal anbiyaai’, wal
mursaliina ‘alaihimush sholaatu wa salaamu wa aali kulli minhum
ajma’iina, wal malaaikatil muqorrobiina, Syaiulillahum  alfatihah 1x,tampa AAMIIN & sholawat fatih 1x,+ AAMIIN

2.Wa ilaa hadloroti jamii’i auliyaa illahi ta’ala mim masyaa riqil ardhi
ilaa waghoribiha fii barriha wa bahrihaa khushuushon ilaa hadloroti Syekh Ahmad bin Muhammad attijani rodiyallohu wardho anna bihi alfatihah 1x,tampa AAMIIN & sholawat fatih 1x,+ AAMIIN

3.Wa khususan illa malaikat KARIMUN
 alfatihah 1x,tampa AAMIIN & sholawat fatih 1x,+AAMIIN

Berdoa 

Yaa Alloh saya memohon bukakanlah pintu kejayaan,pintu rezki dari segalah penjuru dan keluasan rizki yang halal & barokah.

Bacalah alfatihah tampa AAMIIN lalu sholawat fatih,+AAMIIN ( dari alfatihah tampa AAMIIN sambung sholawat fatih + AAMIIN,diulang 11x )

Contoh :

Bismilla hirrahma nirrahim.
Alhamdulillahi rabbil 'alamin. Arrahma nirrahim. Maliki yaumiddin.Iyyaka na'kbudu waiyyaka nasta'in. Ihdinassiratal mustaqim. Siratal lazina an'amta'alaihim ghairil maghdubi 'alaihim waladdhaalin. Allahumma Sholli Ala Sayyidina Muhammaddinil Fatihi Lima Ughliqo Wal Khotimi Lima Sabaqo, Nashiril Haqqi Bil Haqqi Wal Hadi Ila Shirotikal Mustaqim Wa Ala Alihi Haqqo Qodrihi Wa Miq Darihil Adzim AAMIIN,11x

Allohumma yaagoniyu yaa hamiidu, yaa mubdiu' yaa muidu, yaa rohiimu yaa wadud, agninii bihalalika an haromika wabithoatika an ma'siatika wabifadhlika amman siwaka,7x.

Allohumma innii asaluka ginan min indika waginan min indika wasiatan minfadhlika,33x/100x.

Istiqomah setiap sehabis sholat subuh

Sabtu, 05 Februari 2022

Dzikir agar didatangi rezeki yang banyak

Sosok Habib Novel Alaydrus memang dikenal sebagai pendakwah yang sering memberi ijazah kepada jamaah.

Kali ini ada satu ijazah dzikir yang bisa membuat seseorang didatangi rezeki harta yang terus-terusan. Dampaknya orang bisa kaya raya.

Bahkan, Habib Novel Alaydrus sendiri menyarankan untuk tidak membacanya terlalu banyak agar tidak terlalu kaya.

Allah merupakan Dzat Yang Maha Kaya, sehingga seseorang tak perlu khawatir tentang rezeki.

Selama masih hidup, tentu seseorang akan mendapat jatah rezekinya masing-masing secara adil.

Malaikat Mikail tidak mungkin mengabaikan perintah Allah sehingga membuat seseorang tak diberi jatah sama sekali.

Akan tetapi, untuk mendapatkannya seseorang juga perlu melakukan usaha sebagai bentuk ikhtiar.

Pada dasarnya, rezeki merupakan segala anugrah dari Allah yang memiliki manfaat untuk kehidupan.

Misalnya seperti kesehatan, anak, kebahagiaan, sampai harta benda. Namun, sebagian orang selalu berdoa agar meminta rezeki dalam bentuk harta benda.

Hal tersebut tidak menjadi masalah dan sebaiknya juga diikuti dengan mendekatkan diri kepada Allah.

Hal itu dilakukan agar kuantitasnya ditambah lagi, sehingga seseorang bisa lebih sejahtera.

Menurut Habib Novel Alaydrus, ada satu ijazah yang diberikan oleh gurunya berupa bacaan dzikir untuk mendatangkannya.

Dzikir tersebut bisa dibacakan saat membuka tempat penyimpanan uang, seperti laci ataupun brankas.

"Buka laci duit, mungkin ada yang nyimpen uangnya di laci kalau jaga toko," ungkapnya kepada jamaah.

Namun, seseorang tak dianjurkan membacanya terlalu banyak agar tidak terlalu kaya, sehingga bisa hidup sederhana.

"Setiap hari baca rutin jumlahnya terserah jangan banyak-banyak, nanti terlalu kaya repot," ujarnya.

Adapun bacaan dzikir yang dimaksud, yakni 'Ya Mannan, Ya Fattah, Ya Razzaq, Ya Ghani, Ya Mughni'.

Habib Novel Alaydrus menyarankan untuk membacanya lalu meniupkan ke laci tempat uang agar ada ikatan antara hati dengan objeknya.***

NU Lahir atas Petunjuk Langit


Sejarah mencatat bahwa ulama-ulama pesantren kerap melakukan upaya-upaya batin setiap membuat keputusan-keputusan penting. Upaya batin tersebut di antaranya dilakukan melalui shalat istikhoroh, puasa, istighotsah, wirid, dzikir, tahlil, dan membaca shalawat. Shalawat yang dibaca oleh para kiai juga beragam, shalawat nariyah, shalawat badar, shalawat asyghil, dan lain-lain.

Di antara keputusan-keputusan penting yang tidak terlepas dari upaya batin untuk meminta petunjuk langit ialah saat Hadhratussyekh KH Hasyim Asy’ari berdoa di Multazam ketika hendak kembali ke Indonesia untuk berjuang mensyiarkan Islam dan melepaskan rakyat dari kungkungan penjajahan.

Selain itu, penyepuhan bambu runcing dengan yang dilakukan oleh KH Subchi Parakan untuk perjuangan rakyat Indonesia, saat KH Hasyim Asy’ari hendak mendirikan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama, saat KH Ridwan Abdullah melakukan istikhoroh untuk merancang lambang NU, saat KH Hasyim Asy’ari melakukan tirakat dalam mentashhih rumusan Pancasila, termasuk ketika KH Hasyim meminta petunjuk Allah SWT saat dimintai kapan waktu yang tepat untuk memproklamasikan kemerdekaan RI.

Setidaknya, hal itu merupakan fakta sejarah yang terlihat walaupun banyak informasi-informasi sejarah lain yang bisa ditelusuri terkait upaya batin para kiai NU dalam meminta petunjuk langit. Dalam meminta petunjuk langit, para kiai tidak lepas dari teladan Nabi Muhammad SAW. Kala itu, Rasulullah dan para sahabatnya melakukan doa bersama (istighotsah) menjelang Perang Badar.

Menilik kelahiran NU, juga tidak hanya melalui upaya-upaya lahir dengan berbagai pertimbangan kuat, tetapi juga meminta petunjuk langit, terutama ketika KH Hasyim Asy’ari berinteraksi langsung secara batin dengan gurunya, KH Cholil Bangkalan.

Di berbagai literatur yang menjelaskan tentang sejarah pendirian Nahdlatul Ulama (NU), KH Cholil Bangkalan Madura (1820-1923) mempunyai peran strategis. Peran tersebut terjadi ketika KH Muhammad Hasyim Asy’ari (1871-1947) hendak meminta petunjuk kepada Mbah Cholil terkait gagasan para kiai pesantren untuk mendirikan sebuah organisasi ulama.

Kala itu, KH Abdul Wahab Chasbullah (1888-1971) sekitar tahun 1924 menggagas pendirian jam’iyyah yang langsung disampaikan kepada Mbah Hasyim Asy’ari untuk meminta persetujuan. Namun, Mbah Hasyim tidak lantas menyetujui terlebih dahulu sebelum ia melakukan sholat istikhoroh untuk meminta petunjuk kepada Allah SWT.

Sikap bijaksana dan kehati-hatian Kiai Hasyim Asy’ari dalam menyambut permintaan Mbah Wahab Chasbullah juga dilandasi oleh berbagai hal. Di antaranya, Kiai Wahab menyadari bahwa posisi Mbah Hasyim saat itu lebih dikenal sebagai Bapak seluruh umat Islam Indonesia (Jawa). Mbah Hasyim juga menjadi tempat meminta nasihat bagi para tokoh pergerakan nasional dari berbagai latar belakang. Sehingga ide untuk mendirikan sebuah organisasi harus dikaji secara mendalam.

Hasil dari istikhoroh Mbah Hasyim dikisahkan oleh KH Raden As’ad Syamsul Arifin (1897-1990) Situbondo. Kiai As’ad mengungkapkan, petunjuk hasil dari istikhoroh Mbah Hasyim justru tidak jatuh ditangannya untuk mengambil keputusan, melainkan diterima oleh KH Cholil Bangkalan, yang juga guru Mbah Hasyim dan Mbah Wahab.

Dari petunjuk tersebut, As’ad muda yang ketika itu menjadi santri Mbah Cholil Bangkalan berperan sebagai mediator antara Mbah Cholil dan Mbah Hasyim. Choirul Anam dalam Pertumbuhan dan Perkembangan NU (2010) menjelaskan, ada dua petunjuk yang harus dilaksanakan oleh As’ad sebagai penghubung atau wasilah untuk menyampaikan amanah Mbah Cholil kepada Mbah Hasyim Asy’ari. 

Hal itu merupakan bentuk komitmen dan takzim santri kepada gurunya apalagi terkait persoalan-persoalan penting dan strategis. Ditambah tidak mudahnya bolak-balik dari Bangkalan ke Tebuireng di tengah situasi penjajahan saat itu.

Petunjuk pertama, pada akhir tahun 1924 santri As’ad diminta oleh Mbah Cholil untuk mengantarkan sebuah tongkat ke Tebuireng. Penyampaian tongkat tersebut disertai seperangkat ayat Al-Qur’an Surat Thaha ayat 17-23 yang menceritakan Mukjizat Nabi Musa.

Petunjuk kedua, kali ini akhir tahun 1925 santri As’ad kembali diutus Mbah Cholil untuk mengantarkan seuntai tasbih lengkap dengan bacaan Asmaul Husna (Ya Jabbar, Ya Qahhar. Berarti menyebut nama Tuhan Yang Maha Perkasa) ke tempat yang sama dan ditujukan kepada orang sama yaitu Mbah Hasyim.

Setibanya di Tebuireng, santri As’ad menyampaikan tasbih yang dikalungkannya dan mempersilakan Mbah Hasyim untuk mengambilnya sendiri dari leher As’ad. Bukan As’ad bermaksud tidak ingin mengambilkannya untuk Mbah Hasyim, melainkan As’ad tidak ingin menyentuh tasbih sebagai amanah dari Mbah Cholil kepada Mbah Hasyim. Sebab itu, tasbih tidak tersentuh sedikit pun oleh tangan As’ad sepanjang perjalanan dari Bangkalan ke Tebuireng.

Setelah tasbih diambil, Mbah Hasyim bertanya kepada As’ad: “Apakah ada pesan lain lagi dari Bangkalan?” Kontan As’ad hanya menjawab: “Ya Jabbar, Ya Qahhar”, dua asmaul husna tarsebut diulang oleh As’ad hingga tiga kali sesuai pesan sang guru. Mbah Hasyim Asy’ari kemudian berkata, “Allah SWT telah memperbolehkan kita untuk mendirikan jam’iyyah”.

Dari proses lahir dan batin yang cukup panjang itu menggamabarkan bahwa liku-liku lahirnya NU  tidak banyak bertumpu pada perangkat formal sebagaimana lazimnya pembentukan organisasi. NU lahir berdasarkan petunjuk Allah SWT. Di sini fungsi ide dan gagasan tidak terlihat mendominasi meskipun tetap mejadi pijakan penting. Faktor penentu adalah konfirmasi kepada Allah SWT melalui ikhtiar lahir dan batin.
Sumber: nu.or.id

Sholawat Al-Fatih Mahkota Kebesaran Nabi Shollallahu Alayhi wa Sallam

 :

Allaahumma sholli alaa Sayyidinaa Muhammadinil Faatihi limaa Ughliqo * wal khootimi limaa Sabaqo * naashiril haqqi bil haqqi * wal haadii ilaa shirootikal mustaqiim * wa alaa aalihi haqqo qodrihi wa miqdaarihil adhiim * ...

Ya Allah Limpahkanlah Rahmat atas Junjungan kami Nabi Besar Muhammad Shollallahu Alayhi wa Sallam Pembuka apa yang terkunci * Penutup apa yang telah lalu * Pembela yang haq dengan yang haq * dan petunjuk kepada jalan yang lurus * dan limpahkan juga Rahmat kepada Keluarganya dengan haq Derajat dan Kedudukannya Yang Agung ...

Sholawat Al-Fatih Dinisbahkan kepada seorang Wali Besar Syeikh Muhammad Syamsuddin Ibnu Abil Hasan Al Bakri keturunan dari Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu Anhu ... Yang diajarkan langsung oleh Baginda Nabi Besar Muhammad Shollallahu Alayhi wa Sallam ...

Sholawat Al-Fatih merupakan Sholawat Yang Paling Disukai oleh Baginda Rasulullah Shollallahu Alayhi wa Sallam dan menjadi Mahkota Kebesaran Beliau ... Lantaran di dalamnya terdapat Pujian Tentang Pangkat Keagungan Yang Tidak Disandang oleh Para Nabi dan Rasul Selain Nabi Besar Muhammad Shollallahu Alayhi wa Sallam yaitu : Al-Fatihi Lima Ughliq / pembuka segala yang tertutup dari perbendahara'an Gudang Rahmat Allah sejak azali sampai akhir dunia dan Al-Khatimi Lima Sabaq  / penutup dari segala Rahasia Yang Terdahulu ...

Sayyidi Syekh Ahmad Ath-Tijani Radhiyallahu Anhu Berkata :

Siapa yang membaca Sholawat Al-Fatih sepuluh kali jika dibandingkan dengan seorang Ahli Ma'rifah yang hidup selama sejuta tahun dimana hari-harinya hanya untuk beribadah kepada Allah maka ketahuilah masih lebih banyak Pahala yang diraih oleh orang yang membaca Sholawat Al-fatih sepuluh kali dibandingkan dengan Ahli Ma'rifah tersebut yang tidak membaca Sholawat Al-Fatih ...

Keistimewa'an Sholawat Al-Fatih tidak bisa buru-buru diterima oleh akal ,, Seandainya ada 100.000 bangsa , yang setiap bangsa itu terdiri dari 100.000 suku , dan setiap suku terdiri dari 100.000 orang , dan setiap orang diberi umur panjang oleh Allah Ta'ala sampai 100.000 tahun , dan setiap orang Bersholawat kepada Nabi setiap hari 100.000 kali bukan dengan Sholawat Al-Fatih ,, Semua Pahala itu belum dapat menandingi Pahala membaca Sholawat Al-Fatih Satu Kali ...

Melihat Redaksi Pujian Buat Baginda Rasulullah Shollallahu Alayhi wa Sallam Dengan Pangkat Beliau Al-Fatih /Pembuka ,, Al-Khatim / Penutup Para Nabi dan Rasul ,, An-Nashir / penolong dan Al-Hadiy / Pembimbing ... Menjadikan Sholawat Al-Fatih menjadi jalan terbaik yang tepat untuk Jalbul Manafi / menarik keberuntungan dan Daf'ul Mawani  /menolak kesulitan ...

Al-Quthub Sayyidi Abu Ali Al-Ahsan Al-Ba'qiliy Radhiyallahu Anhu menyebutkan perkataan Sayyidi Syekh Ahmad Ath-Tijaniy Radhiyallahu Anhu yang menjelaskan keutama'an membaca Sholawat Al-Fatih dengan bilangan 489 Artinya : Siapa yang membaca Sholawat Al-Fatih pagi dan sore hari sebanyak 489 kali ,, niscaya ia mendapat Futuhat / terbukanya kebaikan dunia dan akhirat ...

Keutamaan "LAA ILAAHA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH"



Nabi Muhammad SAW bersabda : "Barang siapa setiap hari mngucapkan seratus kali laa ilaaha illallah Muhammadur Rasulullah, maka dia akan datang di hari kiamat dengan wajah bagaikan bulan purnama." 

Nabi Muhammad SAW bersabda : "Dzikir paling utama adalah laa ilaha illallah dan do`a paling utama adalah alhamdu lillah". (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Hakim dari Jabir ra.)

Nabi Muhammad SAW bersabda : "Allah berfirman:  "laa ilaha illallah kalam-KU dan Aku-lah dia. Barang siapa mengucapkannya maka masuk dalam perlindungan-Ku, dan barang siapa masuk lindungan-Ku maka aman dari siksa-Ku". (HR. Syairazi dari Ali kwh.)

Nabi Muhammad SAW bersabda : "Tunaikanlah zakat badan kalian dengan perkataan laa ilaha illallah".

Nabi Muhammad SAW bersabda : "Tiada seorang hambapun yang mengucapkan laa ilaaha illallah Muhammadur Rasulullah terkecuali Allah ta`ala berfirman: Benar hamba-Ku, Aku-lah Allah, tiada Tuhan selain Aku. Aku persaksikan kepada kalian wahai malaikat-malaikat-Ku, Aku benar-benar telah mengampuni dosa-dosanya yang sudah terlewat dan yang akan datang". 
Nabi Muhammad SAW bersabda : "Barang siapa mengucapkan laa ilaha illallah secara murni dan ikhlas, maka masuk surga."

Nabi Muhammad SAW bersabda ; "Barang siapa yang awal perkaanya laa ilaha illallah dan akhir perkaannya laa ilaha illallah dan melakukan seribu kesalahan (dosa kecil) dan jika dia hidup seribu tahun, maka Allah tidak akan menanyakan satu dosapun".

Nabi Muhammad SAW bersabda : "Barang siapa yang membaca laa ilaha illallah  tanpa disertai `ujub maka terbanglah seekor burung di bawah `arasi yang akan membaca tasbih bersama mereka yang membaca tasbih hingga hari kiamat, kemudian pahalanya dituliskan untuk dia (orang yang mambaca laa ilaha illallah tanpa `ujub).

Nabi Muhammad SAW bersabda : "Barang siapa mengucapkan laa ilaaha illallah Muhammadur Rasulullah sekali, maka diampuni dosa-dosanya walaupun banyaknya bagaikan buih di lautan".

Nabi Muhammad SAW bersabda: "Ketika seorang mu`min lewat pekuburan dan mengucapkan laa ilaaha illallah wahdahu la syarika lahu lahul mulku walahul hamdu yuhyi wayumitu wahuwa hayyun la yamut biyadihil khairu wahuwa ala kulli syai-in qadirun, maka Allah menerangi semua kuburan tersebut, mengampuni dosa yang membacanya, menulis sejuta kebaikan baginya, mengangkat baginya sejuta derajat, menghabus darinya sejuta kejelekan (dosa kecil)". 

Catatan Kaki

Keutamaan laa ilaaha illallah Muhammadur Rasulullah

Dengan membaca sepuluh hadits diatas dengan berbagai penjelasan para ulama maka fahamlah kita jika Begitu banyak keutamaan laa ilaaha illallah Muhammadur Rasulullah bagi orang-orang yang mau membacanya dan juga bagi orang - orangsekitarnya, sebagian dari keutamaan tersebut misalnya :

Diampuni dosa-dosanya, baik yang sudah terlewat maupun yang akan datang
Dilindungi dirinya, dari berbagai musibah di dunia dan dari berbagai siksaan di akherat
Dijauhkan dari kemiskinan
Ditambahkan kebaikannya
Jika dia konsisten, dan kalimat terakhir yang keluar dari mulutnya adalah laa ilaaha illallah Muhammadur Rasulullah maka dia dijamin masuk surga. 
Keberkahan membaca laa ilaaha illallah Muhammadur Rasulullah  melimpah kepada orang - orang sekitar, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal.

Membaca laa ilaaha illallah Muhammadur Rasulullah Untuk Jimat Kekayaan

membaca laa ilaaha illallah ternyata bisa menolak kemiskinan. Caranya adalah dengan membiasakan diri membaca laa ilaaha illallah ketika masuk rumah. Hal tersebut seperti yang dijelaskan oleh Al-Fakihani "Membiasakan membaca laa ilaaha illallah ketika masuk rumah itu bisa menghancurkan kemiskinan"

Tahukan anda, membaca laa ilaaha illallah ternyata bisa menolak 99 cobaan. Seperti penjelasan yang diriwayatkan oleh Ibnu Asakir dari Ibnu Abbas, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya perkataan menyingkirkan 99 macam cobaan dari orang yang mengucapkannya, serendah-rendahnya adalah kesusahan."

Solusi Bisnis

Jadi, jika bisnis anda ingin omset melimpah dan jadi juragan kaya raya, maka cobalah membaca laa ilaaha illallah Muhammadur Rasulullah. Jadi jika bisnis anda ingin terhindar dari kebangkuran dan terhindar dari persaingan - persaingan kotor maka bacalah laa ilaaha illallah Muhammadur Rasulullah.

disalin dari blog Lubabul hadist