MUTIARA ILMU: Desember 2021

Selasa, 21 Desember 2021

𝐒𝐇𝐀𝐋𝐀𝐖𝐀𝐓 𝐉𝐈𝐁𝐑𝐈𝐋



Bismillahir rahmanir rahim.
Sholawat Jibril adalah salah satu sholawat yang sangat dikenal. Lafadz sholawat yang diijazahkan oleh banyak ulama ini sangat pendek, bahkan paling pendek diantara yang lainnya, akan tetapi namanya begitu dahsyat, Sholawat Jibril. Lafadznya :
صَلَّى اللّٰهُ عَلَى مُحَمَّدْ
“Shallallaahu ‘ala Muhammad”.

𝙆𝙞𝙖𝙞 𝙆𝙝𝙤𝙡𝙞𝙡 𝘽𝙞𝙨𝙧𝙞 dalam buku kumpulan Ijazah shalawat beliau mengatakan, “(Shalawat ini) biasa dipakai sebagai wiridan rutin sebanyak 1000 (seribu) kali oleh para Kiai terdahulu untuk membuka jalan memperoleh berkah dalam segala upaya. 

Bisa dibaca sekaligus 1000 kali dan bisa dicicil sehabis shalat maktubah (shalat 5 waktu) 200 kali.

Untuk mempercepat ijabah bagi hajat mendesak, dibaca 1000x dalam 1 majelis (1 kali duduk, tidak boleh berhenti). Dilakukan setelah sholat hajat 2 rakaat, yang sebaiknya, didirikan tengah malam.

Setelah selesai membaca 1000 X lalu membaca do’a tawassul :
أَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ وَأَتَوَجَّهٗ إِلَيْكَ بِنَبِيِّكَ مُحَمَّدْ, نَبِيِّ الرَّحْمَةْ. يَاسَيِّدِيْ يَامُحَمَّدْ إِنِّيْ أَتَوَسَّلُ بِكَ إلٰى رَبِّيْ فَشَفِّعْهُ فِيَّ لِقَضَاءِ حَاجَاتِيْ, وَهِيَ...

Allahumma innii as-aluka, wa-atawajjahu ilayka, binabiyyika Muhammad, Nabiyyir rohmah. Yaa Sayyidii yaa Muhammad, innii atawassalu bika ilaa robbii, fasyaffi’hu fiyya liqadhoo-i haajatii. Wahiya…. (disebutkan hajatnya)

Jika hajat anda –dirasakan- sulit dijangkau menurut ukuran kemampuan anda maka sholawat tersebut dibaca sebanyak 15.000 kali, dengan tata cara seperti di atas setelah selesai, baca pula do’a tawassul”.

Demikian ijazah dari 𝙆𝙞𝙖𝙞 𝙆𝙝𝙤𝙡𝙞𝙡 𝘽𝙞𝙨𝙧𝙞 yang telah diijazahkan secara umum ini.

mengapa sholawat ini bernama Sholawat Jibril ?
Kembali dalam Buku Sholawat Gembolan, Kiai Kholil Bisri menceritakan bahwa, ketika Allah menciptakan Siti Hawa, Allah memberi rasa ketertarikan kepada Nabi Adam terhadap Siti Hawa,
Namun, ketika Nabi Adam ‘Alaihis salam hendak mendekati atau dalam bahasa lain “mengulurkan tangan mungkin maksudnya menyentuh” Siti Hawa, Allah melarang beliau. Allah melarang beliau menyentuh Siti Hawa sebelum memberi mahar kepadanya.

Ternyata mahar itu berupa bacaan Shalawat, Malaikat Jibril ‘Alaihis Salam diperintah oleh Allah ta’ala untuk mentalqin bacaan shalawat itu kepada Nabi Adam ‘Alaihis Salam, karena itulah ijazah shoalawat yang agung ini dinamakan Shalawat Jibril, yakni Shalawat dari Yang Maha Mulia, ditalkinkan oleh Malaikat yang mulia, dan diterima oleh Manusia mulia.

Ijazah Untuk Umum...

Sabtu, 18 Desember 2021

💌 *Pesan Abah Guru Sekumpul Tentang Habib/Syarifah* 💌


● Orang jaba (biasa, dan bukan habib) alim itu bila dibandingkan dengan Habib/Syarifah yang Jahil, maka lebih mulia cucu  Rasulullah ﷺ (Habib).

● Dan berguru kepada Habib/Syarifah yang alim itu lebih afdhol dari pada berguru kepada seribu ulama yang bukan Habib.

● Apabila Habib/Syarifah itu benar maka ikuti dan bila salah jangan dicaci.

● Kita boleh benci dengan maksiatnya (Habib/Syarifah) tapi jangan dengan jasadnya.

● Supaya kita tidak kuwalat perbuatan para habib/Syarifah seperti apa saja jangan dicaci / diikut campuri).

● Apabila keluarga Rasulullah ﷺ ada yang berbuat jahat maka sebelum berbuat jahat sudah diampuni Allah… jadi ini i'tiqad kita.

● Tidak bisa hubungan ilmu kita sampai ke Rasulullah ﷺ  apabila masih ada salah dengan Dzuriyyat Nabi.

*اللهم صل على سيدنا محمد عبدك ورسولك النبي الامي وعلى اله وصحبه وسلم أجمعين*

Supaya Siksa Orang Tua Kita di dalam Kubur Diangkat oleh Allah SWT

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

"Supaya Siksa Orang Tua Kita di dalam Kubur Diangkat oleh Allah SWT

قال رسول الله ص.و.:ما من عبد يقول ثلاث مرّات عند قبر ميّت: اَللّٰهمَّ بحقّ سيّدنا محمدٍ وآل محمّد لا تعذبْ هذا الميّت" إلا رفع عنه العذاب يوم ينفخ في الصّرِ.

Baginda رَسُوْلُﷲ ﷺ bersabda: "Tidaklah seorang hamba membaca tiga kali di depan kuburan mayit:

  اَللّٰهُمَّ بِحَقِّ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ لَا تُعَذِّبۡ هَذَا الۡمَيِّتۡ

"Allohumma bihaqqi Sayyidina Muhammadin wa ali Muhammadin laa tu'adzib hadzal mayyit."

Artinya: 
Yaa ﷲ demi hakikat keagungan Baginda Nabi مُحَمَّدْ ﷺ dan keluarga Nabi مُحَمَّدْ ﷺ janganlah engkau siksa Mayit ini.

"Maka jatah siksaannya diangkat oleh ﷲ sampai hari kiamat."

{Sumber Kitab: Bughyatul Mustarsidin hal 42}

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد

Semoga bermanfaat

#UlamaNusantara

Jumat, 10 Desember 2021

Ijazah dari Abah Guru Mulia Al Habib Umar Bin Hafidz

*اَلسَّلَامُے عَلَيْكُمْے وَرَحْمَةُ اللَّهےِوَبَرَكاَتُهْے*
*اللَّهُم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَدٍ كَرِيمِ الآبَاءِ والأُمَّهَاتِ*
*بِسْـــــمِـ اللَّـٰهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمـ*
الحمد لله آمين يارب العالمين 🤲🙏🙏

𝙄𝙅𝘼𝙕𝘼𝙃 𝘿𝘼𝙍𝙄 𝙂𝙐𝙍𝙐 𝙈𝙐𝙇𝙄𝘼 𝘼𝙇-𝙃𝘼𝘽𝙄𝘽 𝙐𝙈𝘼𝙍 𝘽𝙄𝙉 𝙃𝘼𝙁𝙄𝘿𝙕

•Saya ijazahkan kepada kamu semua agar mencari ilmu yang bermanfaat serta mulia, mengamalkan ilmu yang didapat, bersungguh-sungguh mengajarkan ilmu itu kepada ahli keluarga serta anak-anak, berdzikir kepada Allah Swt,  selalu hadir di majelis-majelis ilmu, saling menasihati satu sama lain dan berbagi amalan agar supaya mendekatkan diri kepada Allah Swt.

•Saya ijazahkan kepada kalian semua untuk membaca :

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِينُ. ١٠٠x

LA ILAHA ILLALLAH AL MALIKUL HAQQUL MUBIN 100x

• 𝙁𝙖𝙙𝙝𝙞𝙡𝙖𝙝 :
- Melancarkan rezeki
- Mengubah sifat manusia
- Tenang dari bingung di alam kubur
- Dibuka pintu surga
- Selamat dari siksa kubur
- Akan datang segala kemudahan di dunia.
- Setiap membaca, maka Allah Swt menjadikan malaikat bertasbih buatnya kepada Allah

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد

Minggu, 05 Desember 2021

MANDI JUNUB YANG BENAR

MANDI JUNUB BISA TIDAK SAH...

Mandi junub merupakan sesuatu hal yang sangat penting untuk diketahui, sebab berkaitan dengan sah atau tidaknya suatu ibadah.

Menurut Gus Baha, saat mandi junub, tidak boleh ada sabun atau sampo terlebih dahulu sampai mandi junubnya selesai.

Sebab lanjut Gus Baha, sampo atau sabun akan berpotensi merubah sifat air, sehingga dapat menyebabkan tidak sah.

"Syaratnya mandi atau wudhu itu jangan ada di tubuh sesuatu yang merubah air, misal sabun, sampo atau yang lainnya," ujar Gus Baha.

"Makanya kayak orang mandi junub itu banyak yang salah, jadi 1 ciduk air lansung pakai sampo," sambungnya.

Karena adanya sabun dan sampo itulah kemudian air berikutnya tidak bisa menghilangkan hadats besar.

"Berarti semua air ini tidak bisa menghilangkan hadats besar, karena posisi air yang ke seluruh tubuh berbau sampo," 

Karena itu beber Gus Baha untuk mandi junub sebaiknya menggunakan air bersih hingga mandi junubnya selesai, kemudian baru memakai sampo.

"Tapi kalau kamu pakai sampo dulu, kalau rambutnya banyak, maka potensi air yang menyebar sudah menjadi mutagoyyir," jelas Gus Baha.

Karena itu tutur Gus Baha, salah satu syarat mandi junub adalah jangan ada di tubuh sesuatu yang disebut yughoyyiru ma (mengubah).

Gus Baha juga menjelaskan cara mandi junub yang benar agar dapat menghilangkan hadats besar.

"Ketika waktu mandi junub dari kepala, ya sudah kepala itu awwalul gushli. Kalau kamu siram wajah dulu, ya wajah awwalul gushli," kata Gus Baha.

Begitupun ketika orang mandi dada dulu, disiramkan di dada saat pertama kali, berarti dada itu disebut awwalul gushli.

"Pokoknya yang setiap bersamaan niat, awwalul fardhi, faham ya, jadi bebas, semua bentuknya awal bebas, cuma apapun pilihan Anda, langsung dibersamai niat," beber Gus Baha.

Gus Baha menegaskan sesuatu yang tidak dibarengi dengan niat, maka hal tersebut tidak dihitung sebagai mulai fardhu.

 "Misalnya ada orang junub, terus ada sisa-sisa mani langsung dia mandi junub disiram, kan air yang melewati mani tadi, potensinya menjadi mutaghoyyir (berubah) karena mani tadi," tutur Gus Baha.

Sehingga jika air tersebut menjadi mutaghoyyir, maka air tersebut tidak memiliki kemampuan rof'ul janabah.

"Makanya halangan-halangan ini harus dihilangkan, dan kotoran yang berpotensi merubah air harus kita hilangkan, termasuk adat memakai sampo itu hentikan ya, bahaya itu," tambah Gus Baha.

"Jadi misalnya nawaitu raf'al hadtsil akbar terus kamu pakai sampo, resikonya tadi semua proses ini mutaghoyyir, karena berbau sampo," sambung Gus Baha.

Kecuali lanjut Gus Baha, jika Anda dapat memastikan sampo itu bersih, namun kemungkinan hal itu sangat kecil.

"Ya itu tadi buktinya, barangkali kamu menyangka mandi sudah selesai, begitu pakai handuk masih berbusa, lah masih berbusa kan bukti semua air tadi kita berbau sampo, berarti statusnya mutaghoyyir,"

Karena itu Gus Baha berpesan untuk mandi junub tidak perlu memakai sabun atau sampo terlebih dahulu sampai selesai mandi junub, setelah itu baru bisa memakai sabun atau sampo itu.

"Jadi nanti seumpama tidak bersih-bersih banget, sudah selesai. Ya jadi jangan sampai ada sesuatu yang seperti meniru apa, mutaghoyyir,"```

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِمْ وَبَرِك عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ۞ الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ ۞ وَالخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ والنَّاصِرِ الحَقِّ بِالحَقِّ ۞ وَالهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ المُسْتَقِيمِ ۞ وَعَلَى آلِهِ وَاَصْحَابِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيمِ ۩

Santri GUS BAHA'

DO'A Yang Menjadi REBUTAN Para MALAIKAT

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh
🍊☘️🍊☘️🍊☘️🍊☘️🍊☘️🍊

Dari Rifa'ah bin Rofi' az-Zuroqiyy rodhiyallohu 'anhu, ia berkata :
Suatu hari kami shalat di belakang Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.
Ketika beliau mengangkat kepalanya dari ruku' beliau mengatakan, "Sami'allohu liman hamidah (Allah Maha Mendengar orang yang memuji-Nya)" 

Seseorang di belakang beliau berkata :

رَبَّنَا وَ لَكَ الْحَمْدُ حَمَْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ
"Robbanaa wa lakal hamd, hamdan katsiiron thoyyiban mubaarokan fiih..."

Ketika selesai, beliau berkata :
"Siapakah yang mengucapkan doa tadi"? 

Orang itu mengatakan, ''Aku yang mengucapkannya.''

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Saya melihat tiga puluh tiga malaikat lebih berlomba-lomba untuk menjadi yang pertama dalam mencatat pahala bacaan tadi." 

[HR. Al-Bukhori dalam shahihnya no. 799]

BarakAllahu fiikum

Semoga bermanfaat 
#untukmu_dan_untukku🌹🕊️

Jumat, 03 Desember 2021

Cintai Para Ulama

قال الحبيب عبدالله بن علوي الحداد رحمه الله تعالى ,...

" وما أحسن حال العبد إذا ضرب أو حبس أو شتم بسبب قيامه بحقوق ربه ، وأمره بطاعته و نهيه عن معصيته !! 
ذلك دأب الأنبياء والمرسلين والأولياء والصالحين والعلماء العاملين.

Al Habib Abdullah Bin Alwi Al Haddad ,..

"Alangkah baiknya keadaan seorang hamba jika dipukul, dipenjara dan dicaci maki disebabkan menegakkan hak hak Tuhannya, (disebabkan) ia selalu menyuruh untuk melakukan ketaatan kepada Allah, dan (disebabkan) ia selalu mencegah dari berbuat kemaksiatan kepada Allah..

Yang demikian itulah adat kebiasaan para Nabi, para Rasul, para wali, orang orang sholeh dan kebiasaan para ulama yang mengamalkan ilmunya..."

النصائح الدينية والوصايا الإيمانية للحبيب عبدالله بن علوي الحداد  208 - 209 مقام الإمام الحداد..

Rasulullah ﷺ bersabda,.. 

"Orang orang yang terpilih dari umatku adalah para ulama, dan para ulama yang terpilih adalah orang-orang yang paling belas kasihan. Ingatlah, sesungguhnya Allah Ta'alla benar benar memberi ampunan kepada orang alim sebanyak empat puluh macam dosa, sebelum dia memberi ampunan satu macam dosa terhadap orang yang jahil (tidak mengerti agama). Ingatlah, sesungguhnya orang alim yang belas kasihan itu kelak di hari Kiamat ia datang dalam keadaan bercahaya, dan sesungguhnya cahaya orang alim selalu menerangi jalan yang ditempuhnya sejauh antara arah timur dan arah barat, cahayanya itu seakan-akan bintang yang berkemilau cahayanya.."

HR Imam Al Qudha'i dari Sayyidia Ibnu Umar Radiallahu Anhum.

Allah Ta'alla berfirman,..

إنما يخشى الله من عباده العلموا...

"Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba hambaNya adalah para ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun." Fathir, 28

Jangan kamu percaya kepada mereka yang menyatakan mencintai Nabi Muhammad ﷺ, akan tetapi mereka tidak mencintai para Ulama, membenci para Ulama, Sesungguhnya mereka adalah pendusta yang nyata.

Habib Umar Bin Hafidz

Ulama adalah orang orang pilihan, maka kewajiban kita sebagai umat adalah menjaga dan melindunginya setiap saat.. 

Shollu Alan Nabiy... 🙏

اللهم صل وسلم على سيدنامحد وعلى ال سيدنا محمد

Abdullah Darr Al Musthofa 🌹
.