MUTIARA ILMU: 100 KATA - KATA MUTIARA YANG SANGAT INDAH DARI SAYYIDINA 'ALI BIN ABI THOLIB ra.

Sabtu, 19 Juni 2021

100 KATA - KATA MUTIARA YANG SANGAT INDAH DARI SAYYIDINA 'ALI BIN ABI THOLIB ra.

Bismillahir Rahmanir Rahim
🍒🍧 Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 🍧🍒



(1). "Lebih mudah mengubah gunung menjadi debu, daripada menanamkan cinta di hati yang dipenuhi kebencian."

(2). "Orang yang pesimis selalu melihat kesulitan di setiap kesempatan, tapi orang yang optimis selalu melihat kesempatan dalam setiap kesulitan."

(3). Jika kamu sedang bahagia dan teringat seseorang, artinya kamu mencintai orang itu. dan jika kamu bersedih dan teringat seseorang maka orang itu mencintaimu.

(4). "Jangan menganggap diamnya seseorang sebagai sifat sombongnya, bisa jadi dia sedang sibuk bertengkar dengan dirinya sendiri."

(5). "Jadilah seperti bunga yang memberikan keharuman kepada tangan yang merusaknya."

(6). "Jika ada kata2 yang menyakitimu, menunduklah, dan biarkan ia melewatimu, jangan dimasukan kedalam hati, agar tidak lelah hatimu."

(7). "Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapapun, karena orang yang menyukaimu tidak butuh itu, dan yang membencimu tidak percaya itu. "

(8). "Janganlah engkau mengucapkan perkataan yang engkau sendiri tak suka mendengarnya jika orang lain mengucapkannya kepadamu."

(9). "Lidah orang yang berakal berada di belakang hatinya, sedangkan hati orang bodoh berada di belakang lidahnya."

(10). "Jangan gunakan ketajaman kata-katamu pada ibumu yang mengajarimu cara berbicara."

(11). "Kemarahan dimulai dengan kegilaan dan berakhir dengan penyesalan."

(12). "Kesalahan terburuk kita adalah ketertarikan kita pada kesalahan orang lain."

(13). "Orang yang suka berkata jujur mendapatkan tiga hal: kepercayaan, cinta, dan rasa hormat."

(14). "Tidak ada gunanya seorang penolong yang selalu menghina atau teman yang selalu berburuk sangka."

(15). "Ketulusan seseorang sesuai dengan kadar kemanusiaannya."

(16). "Kenali kebenaran, maka kamu akan tahu orang-orang yang benar. Karna kebenaran tidak diukur oleh orang-orangnya, tetapi manusia diukur oleh kebenaran."

(17). "Jangan melibatkan hatimu dalam kesedihan atas masa lalu atau kamu tidak akan siap untuk apa yang akan datang."

(18). "Pergunjingan adalah puncak kemampuan orang-orang yang lemah."

(19). "Barangsiapa menyalakan api fitnah, maka dia sendiri yang akan menjadi bahan bakarnya."

(20). "Jadilah orang yang dermawan tapi jangan menjadi pemboros, Jadilah  orang yang hidup sederhana, tetapi jangan menjadi orang yang kikir."

(21). "Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit ialah berharap kepada manusia."

(22). "Kesabaran itu ada dua macam: sabar atas sesuatu yang tidak kau ingin dan sabar menahan diri dari sesuatu yang kau ingini."

(23). "Memaafkan adalah kemenangan terbaik."

(24). "Jangan sekali-kali merasa malu memberi walaupun sedikit, sebab tidak memberi sama sekali, pasti lebih sedikit nilainya."

(25). "Yang paling mampu memaafkan ialah orang yang paling berkuasa untuk menghukum."

(26). "Angin tidak berhembus  menggoyangkan pepohonan, melainkan untuk menguji kekuatan akarnya."

(27). "Bila kau cemas dan gelisah akan sesuatu, masuklah ke dalamnya sebab  ketakutan menghadapinya lebih menganggu daripada sesuatu yang kau  takuti sendiri."

(28). "Apabila sesuatu yang kau senangi tidak terjadi maka senangilah apa yang terjadi."

(29). "Jangan membenci apa yang tidak kamu ketahui, karena sebagian besar pengetahuan terdiri dari apa yang tidak kamu ketahui."

(30). "Balas dendam terbaik adalah menjadikan dirimu lebih baik."

(31). "Kezaliman akan terus ada, bukan karena banyaknya orang-orang jahat, tapi karena diamnya orang-orang baik."

(32). "Ilmu tanpa akal ibarat seperti memiliki sepatu tanpa kaki. Dan akal tanpa ilmu ibarat seperti memiliki kaki tanpa sepatu."

(33). "Ketika terbukti salah, orang bijak akan memperbaiki dirinya sendiri dan orang yang bodoh akan terus berdebat."

(34). "Manusia yang paling lemah adalah orang yang tidak mampu mencari  teman. Namun yang lebih lemah dari itu adalah orang yang mendapatkan  banyak teman tetapi menyia-nyiakannya."

(35). "Teman sejati adalah orang yang melihat kesalahan, memberimu nasihat dan yang membelamu saat kamu tidak ada."

(36). "Seorang teman tidak dapat dianggap sebagai teman sampai ia diuji  dalam tiga kesempatan: saat dibutuhkan, di belakangmu, dan setelah  kematianmu."

(37). "Manusia yang kuat hatinya adalah yang mampu mendengar dan mau membantu  penderitaan orang lain, sementara dirinya sendiri mengalami kesusahan."

(38). "Lakukan kebaikan sekecil apapun, karna kau tak tau kebaikan yang mana yang akan membawamu ke dalam Surga."

(39). "Kecantikan bukan terletak pada pakaian yang dipakai, tetapi ia bergantung pada keelokan Akhlak dan budi pekerti."

(40). "Jangan biarkan kesulitan membuatmu gelisah, karna bagaimanapun juga hanya di malam yang paling gelap bintang-bintang tampak bersinar lebih terang."

(41). "Sungguh wanita dapat menahan cintanya hingga hingga 40 tahun, tapi tak dapat menahan cemburunya walaupun hanya sesaat."

(42). "Apapun yang akan menjadi takdirmu kelak akan mencari jalannya untuk menemukanmu."

(43). "Berbahagialah orang yang dapat menjadi tuan bagi dirinya, menjadi pemandu untuk nafsunya, dan menjadi kapten untuk bahtera hidupnya."

(44). "Yakinlah ada sesuatu yang menantimu setelah sekian banyak kesabaran yang kau jalani, yang akan membuatmu terpana hingga kau lupa betapa pedihnya rasa sakit."

(45). "Tidak ada yg lebih menyakiti hati kecuali dosa."

(46). "Dirimu yang sebenarnya adalah apa yang kamu lakukan disaat tiada orang yang melihatmu."

(47). "Jadilah yang terbaik dalam pandangan allah, jadilah yang  terburuk dalam pandangannya diri sendiri, dan jadilah  sederhana dalam pandangan makhluk." 

(48). "Jangan mengambil keputusan disaat marah dan jangan berjanji disaat senang." 

(49). "Betapa bodohnya manusia
dia rela menghancurkan masa kini sambil mengkhawatirkan masa depan dan menangis di masa depan Sambil mengingat masa lalunya."

(50). "Orang cantik tidak selalu baik. tapi orang baik sudah pasti cantik."

(51). "Ucapan itu seperti obat, dosis kecilnya bisa menyembuhkan, tapi jika berlebihan bisa membunuhmu."

(52). "Duduklah bersama si miskin, niscaya akan bertambah rasa syukurmu."

(53). "Lebih baik diam sampai kau diminta untuk bicara, daripada kau terus bicara sampai di minta untuk diam."

(54). "Cintailah orang yang kamu cintai sekedarnya saja, karena boleh jadi ia akan berbalik menjadi orang yang kamu benci. dan bencilah pada seseorang sekedarnya saja,karena boleh jadi ia akan menjadi orang yang paling kau cintai."

(55). "Jangan membenci siapapun, tidak peduli seberapa banyak mereka bersalah padamu."

(56). "Wanita itu sama seperti bunga, mereka harus di perlakukan dengan lembut, baik, dan penuh kasih sayang."

(57). "Jangan jadikan anakmu seperti dirimu, karena ia hidup bukan di zamanmu."

(58). "Jangan menasehati orang yang bodoh karena dia akan membencimu, nasehatilah orang yang berakal karena ia akan mencintaimu."

(59). "Orang yang berdoa tanpa beramal, sama halnya seperti pemanah tanpa busur."

(60). "Pahlawan bukanlah orang yang berani meletakkan pedangnya ke pundak lawan, tetapi pahlawan yang sebenarnya adalah orang yang sanggup menguasai dirinya di kala ia marah."

(61). "Wanita itu punya tabiat pencemburu, maka ada baiknya jangan menceritakan kelebihan wanita lain di hadapannya, meski hanya sekedar gurauan."

(62). "Setiap nafas adalah sebuah langkah menuju ajal."

(63). "Bukan kesulitan yg membuat kita takut, tapi ketakutan yg membuat kita sulit. Karena itu jangan pernah mencoba untuk menyerah dan jangan pernah menyerah untuk mencoba. Jangan katakan pada Allah aku punya masalah, tapi katakan pada masalah, aku punya Allah yang Maha segalanya."

(64). "Adakalanya yang sedikit lebih berkah daripada yang banyak,"

(65). "Ya allah saat aku kehilangan harapan dan rencana, tolong ingatkan aku bahwa cintamu jauh lebih besar daripada kekecewaanku, dan rencana yang engkau siapkan untuk hidupku jauh lebih baik daripada impianku."

(66). "Dia yang menaruh kepercayaan pada dunia, maka dunia akan mengkhianatinya."

(67). "Lebih baik mendengarkan musuh yang bijak daripada meminta nasihat kepada teman yang bodoh."

(68). "Sembunyikan kebaikan yang kamu lakukan, dan biarkan kebaikan yang telah kamu lakukan itu hanya diketahui olehmu."

(69). "Selalu ada cahaya bagi orang yang mau melihat."

(70). Orang yang penuh harap akan terus mencari, sementara orang yang penuh ketakutan akan melarikan diri."

(71). Kemarahan itu seperti bola api, tapi jika kamu menelannya, maka itu akan lebih manis daripada madu."

(72). "Dosa yang membuatmu sedih dan menyesal itu lebih disukai oleh allah daripada perbuatan baik yang membuatmu sombong."

(73). "Tanda riya : malas ketika sendiri, rajin dihadapan orang, semangat bila dipuji, lemah bila dicela."

(74). "Sibuklah dengan diri kalian, perbaiki aibmu karena kamu akan ditanya allah tentang dirimu bukan tentang orang lain."

(75). "Siapa yang memandang dirinya buruk, maka dia adalah orang yang baik, dan siapa yang memandang dirinya baik, dia adalah orang yang buruk."

(76). "Istighfar untuk masa lalu, bersyukur untuk masa kini, berdo'a untuk masa depan."

(77). "Orang yang tidak bisa menjaga matanya, hatinya tidak ada harganya."

(78). "Cinta tak pernah meminta untuk menanti, ia hanya mengambil kesempatan atau mempersilakan."

(79). "Kepanikan adalah separuh penyakit, ketenangan adalah separuh obat, dan kesabaran adalah permulaan kesembuhan."

(80). "Ikatlah ilmu dengan menulis."

(81). "Abaikan semua rasa sakit itu, atau jika tidak kamu tidak akan pernah merasa bahagia."

(82). "Jika hatimu banyak merasakan sakit, maka belajarlah dari rasa sakit itu untuk tidak memberikan rasa sakit itu kepada orang lain."

(83). "Jangan biarkan hatimu berlarut-larut dalam kesedihan atas masa lalu, atau kamu tidak akan pernah siap untuk menghadapi apa yang akan terjadi."

(84). "Berpikirlah positif, tidak peduli seberapa keras kehidupanmu."

(85). "Hiburlah hatimu, siramilah ia dengan percikan hikmah, seperti halnya fisik, hati juga merasakan letih.

(86). "Sungguh allah tidak melihat bentuk tubuh dan rupa kalian, tapi hati dan amal kalian."

(87). "Aku tidak sebaik yang kau ucapkan, tapi aku juga tidak seburuk  apa yang terlintas didalam hatimu."

(88). "Sifat seseorang tersembunyi dibalik lidahnya."

(89). "Jika seorang wanita menangis karena disakiti oleh pria, maka setiap langkah pria tersebut dikutuk oleh para malaikat."

(90). "Sesungguhnya mengikuti hawa nafsu dapat menghalanginya dari kebenaran, dan panjang angan-angan dapat membuatnya lupa akhirat."

(91). "Barang siapa yang mempercantik diri dari dalam, maka allah akan mempercantik dirinya dari luar. "

(92). Siapa yang banyak mengingat akhirat, maka akan sedikit maksiatnya."

(93). "Orang yang terlalu memikirkan akibat dari suatu keputusan atau tindakan, sampai kapan pun dia tidak akan menjadi orang berani."

(94). "Aku khawatir dengan suatu masa yang rodanya dapat mengilas keimanan, keyakinan hanya tinggal pemikiran yang tak berbekas dalam perbuatan. "

(95). "Segala sesuatu pada mulanya diciptakan kecil lalu membesar, kecuali musibah, ia diciptakan besar lalu mengecil. "

(96). "Jangan berhenti berdo'a untuk yang terbaik bagi orang yang kau cintai."

(97). "Apabila akal kurang sempurna maka kurangilah berbicara. "

(98). "Tidaklah didunia ini kecuali 
sebagai tamu yang duduk sejenak 
dan kembali melanjutkan perjalanan."

(99). "Mereka yang bukan saudaramu seiman adalah saudara dalam kemanusiaan."

(100). "Orang yang hanya berfikir 
bagi kepentingan perutnya saja, 
maka harga dirinya serupa dengan apa
 yang keluar dari isi perutnya."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar